Jumat, 23 Okt 2026 03:24 WIB

Bapanas Naikkan Harga Gula, Begini Penjelasannya

Foto: ilustrasi gula
Foto: ilustrasi gula

selalu.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menaikkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) gula di tingkat konsumen menjadi Rp 17.500 per kilogram (kg) dari Rp 16.000 per kg. Keputusan HAP gula ini mulai diberlakukan sejak 5 April hingga 31 Mei 2024 mendatang.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penyesuaian HAP gula ini diharapkan mampu memperlancar pasokan di tingkat ritel. Saat ini harga gula sudah diatas HAP pemerintah yang sebelumnya ditetapkan Rp 15.500 per kg. "Kenaikan HAP ini mengacu Surat Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan nomor 296/TU/01/02/B/043/2024," tegasnya kepada selalu.id, Jumat (19/4/2024).

Sementara, lanjut ia menjelaskan, untuk wilayah Timur Indonesia seperti Maluku, Papua, dan wilayah tertinggal, terluar, terpencil dan perbatasan (3TP, harga gula ditetapkan sebesar Rp 18.500 per kilogram.

"Penyesuaian harga acuan itu merupakan upaya pemerintah dalam menjawab keluhan para ritel ihwal harga gula yang terus melambung," terangnya.

Baca Juga: 14.373 KPM di Kota Mojokerto Terima 30 Kilogram Beras dari Bapanas


Menurutnya, kenaikan harga gula tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yakni harga gula di pasar global yang tinggi dan anjloknya kuras rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Karena itu, sebetunya ini kesempatan kita genjot produksi dalam negeri. Sebentar lagi musim giling tebu," jelasnya.

Meski begitu, penyesuaian harga gula tersebut dilakukan untuk menjamin pasokan dan stok gula di ritel modern sebelum musim giling. Sebelumnya, pada November, Bapanas telah menaikkan harga acuan penjualan gula di tingkat ritel menjadi Rp 16.000 - Rp 17.000 per kg.

Kendati demikian, pemerintah bakal kembali mengevaluasi harga gula secara berkala. Menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga gula secara nasional hari ini mencapai Rp 18.040 per kg. Harga gula saat ini telah naik 25,27 persen (YoY) dibandingkan harga gula pada April 2023 sebesar Rp 14.400 per kg.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.