Kamis, 03 Sep 2026 14:54 WIB

Dapat Investor, THR dan TRS Dipertimbangkan Jadi Tempat Konser Skala Internasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Apr 2024 10:42 WIB
Foto: Taman Hiburan Rakyat
Foto: Taman Hiburan Rakyat

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan rencana terbaru terkait pengembangan Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

Baca Juga: Bidik Investasi Baru, SIER Promosikan Kawasan Industri kepada 100 Investor Taiwan


Rencana awal ini adalah untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat hiburan dengan wahana permainan, dimungkinkan bisa diubah menjadi tempat konser skala internasional.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa perubahan rencana ini didasari oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah banyaknya investor yang mengajukan konsep tempat konser skala internasional untuk kompleks THR-TRS.

"Banyak investor yang mengajukan untuk tempat konser, karena tempat konser di Surabaya ini tidak ada. Kalau sudah mendatangkan artis internasional, itu membutuhkan kapasitas berapa puluh ribu. Dan hari ini di Surabaya belum ada yang mencukupi," kata Wali Kota Eri, Senin  (15/4/2024).

Selain itu, Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa perubahan rencana dari wahana permainan menjadi tempat konser tidak terkait dengan biaya sewa, melainkan harga tiket masuk. Sebab, ia menginginkan harga tiket masuk yang terjangkau agar dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat.

"Yang saya minta (tiket masuk) Rp25.000. Sehingga ketika saya meminta tiket masuk Rp25.000, maka investasinya juga harus dihitung, tidak hanya appraisal terhadap tanahnya," jelasnya.

"Kalau harga (sewa THR-TRS) mahal tapi tidak mempertimbangkan (tiket masuk) Rp25.000, dia (investor) bisa. Tapi setelah dihitung, yang diajukan adalah ketika itu dibuat wahana seperti permainan, masih berkurang," imbuhnya.

Oleh sebabnya, Wali Kota Eri menyebut, ada sekitar 5 investor yang mengajukan untuk menjadikan kawasan THR-TRS sebagai tempat konser. "Kalau di Surabaya kan tidak ada tempat konser yang bisa menampung (puluhan ribu penonton)," bebernya.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa rencana menjadikan kawasan THR-TRS sebagai tempat konser skala internasional, masih dalam tahap diskusi dengan para ahli dan stakeholder terkait. "Nanti kita bahas lagi dengan banyak pihak, para stakeholder di Surabaya," tuturnya.

Wali Kota Eri berharap dengan adanya tempat konser ini, Surabaya dapat menjadi salah satu destinasi wisata hiburan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.  "Bukan hanya investor lama (yang mengajukan), tapi ada 4 investor yang masuk, yang semuanya konsepnya adalah untuk tempat konser," pungkasnya.

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.