Senin, 19 Okt 2026 01:55 WIB

Pabrik Melamin di JIIPE Gresik Berdiri, Nilai Investasi US$600 Juta dan Diklaim Rendah Emisi

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Sabtu, 11 Apr 2026 11:55 WIB
Pembukaan Pabrik Melamin di Jiipe Gresik (dok:Istimewa)
Pembukaan Pabrik Melamin di Jiipe Gresik (dok:Istimewa)

selalu.id — Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik dinilai akan memperkuat struktur industri kimia nasional sekaligus mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia.

Proyek yang dikembangkan oleh Golden Elephant (GEABH) ini merupakan salah satu fasilitas melamin terbesar di dunia dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.

Baca Juga: Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus memperkuat daya saing industri.

“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” ujar Airlangga.

Pengembangan proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat basis industri berbasis sumber daya alam, sekaligus mendukung transisi menuju industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Chairman Golden Elephant (GESC), Lei Lin, menyampaikan bahwa proyek ini mengusung pendekatan industri kimia berbasis ekonomi sirkular dengan dukungan teknologi proses generasi terbaru.

“Kami melihat JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” jelas Lei Lin.

Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi hingga 30% lebih rendah dibandingkan standar industri global, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang, sehingga mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon.

Baca Juga: Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE Bambang Soetiono, menegaskan bahwa keunggulan JIIPE terletak pada integrasi kawasan yang mampu mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.

“JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek ini akan memperkuat ketahanan industri kimia serta menjadi tonggak penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

“Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Wang Lutong.

Baca Juga: Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Dengan dukungan infrastruktur terintegrasi, termasuk pelabuhan laut dalam, serta status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pengembangan industri berbasis efisiensi energi, nilai tambah, dan keberlanjutan.

Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja serta mendorong penguatan ekosistem industri hulu dan hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa pembangunan pabrik PT Geabh Joint Technology di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kabupaten Gresik, menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi industri kimia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Timur.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ahmad Washil yang menyebutkan, industri ini bakal menciptakan lapangan kerja baru. Sedikitnya 1.000 lapangan kerja bakal terserap ketika mulai beroperasi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.