Rabu, 05 Agu 2026 20:58 WIB

Rekrutmen ASN 2024 Segera Dibuka, Pemkot Surabaya Siapkan 2.789 Formasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Apr 2024 14:48 WIB
Foto: Wali Kota Eri
Foto: Wali Kota Eri

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal membuka kembali rekrutmen atau pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024 ini.

Adapun formasi yang diajukan Pemkot Surabaya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebanyak 2.789 formasi.

“Alhamdulillah usulan itu disetujui semuanya, jadi usulan kami 2.789 formasi dan disetujui 2.789 formasi. Jadi, tahun ini kami akan membuka sebanyak 2.789 formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ira Tursilowati di Surabaya, Selasa (2/4/2024).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.109 merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sedangkan 680 formasi merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Usulan tersebut berasal dari berbagai dinas di Surabaya, sudah kami himpun semuanya sehingga ketemulah angka itu," katanya.

Ia juga memastikan bahwa formasi CPNS akan dialokasikan untuk tenaga teknis dan tenaga kesehatan (nakes). Sedangkan sebagian dari PPPK merupakan tenaga pengajar (guru).

"Untuk rincian detailnya akan disampaikan nanti. Sekarang sudah kami usulkan kepada pemerintah pusat. Insyaallah perkiraan akhir bulan Mei pengumuman lengkapnya," kata Ira.

Ira mengungkapkan, jumlah kebutuhan nakes berdasarkan rekrutmen ASN tahun ini di antaranya untuk kebutuhan RSUD Surabaya Timur yang rencananya akan beroperasi tahun ini. Fasilitas Kesehatan (faskes) tersebut akan menambah pelayanan kesehatan di Kota Pahlawan.

"Kalau usulan tahun 2023 memang belum ada yang untuk RS Surabaya Timur. Tapi di tahun ini, mulai ada rekrutmen untuk RS Surabaya Timur," katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan tenaga pengajar akan memenuhi kekurangan tenaga pengajar yang ada di SD dan SLTP. Pasalnya, di SD dan SLTP itu banyak yang kekurangan guru kelas maupun guru mata pelajaran.

"Kami sudah koordinasi dengan BKD. Harapannya, bisa segera terpenuhi tahun ini sehingga peningkatan pendidikan bisa dimaksimalkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh.

Ia juga sangat bersyukur karena formasi untuk tenaga pengajar atau guru masih sangat diperhatikan di rekrutmen CASN tahun ini. Ia berharap, kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh para guru yang selama ini sudah mengabdi di sekolah-sekolah di Surabaya.

“Semoga kesempatan yang luar biasa ini bisa menambah semangat kita untuk terus mendidik generasi bangsa ke depannya,” pungkasnya.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.