Senin, 09 Nov 2026 02:57 WIB

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Ditressiber Polda Jatim membongkar jaringan penipuan daring internasional berkedok investasi perdagangan mata uang kripto dan saham dengan menyita uang Rp81,5 miliar. (Foto: Dony/selalu.id).
Ditressiber Polda Jatim membongkar jaringan penipuan daring internasional berkedok investasi perdagangan mata uang kripto dan saham dengan menyita uang Rp81,5 miliar. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Ditressiber Polda Jatim membongkar jaringan penipuan daring internasional berkedok investasi perdagangan mata uang kripto dan saham. Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian korban ditaksir menembus angka Rp81,5 miliar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Gelar Suling di Surabaya, Irjen Dekananto Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba

Nanang menyebut, penyidikan berawal dari tujuh laporan polisi yang masuk dengan total kerugian awal tercatat senilai Rp12,9 miliar. Namun, angka tersebut dipastikan terus berkembang.

"Jumlah kerugian dan jumlah korban diperkirakan masih terus bertambah," katanya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyebar iklan investasi tergiur keuntungan besar di berbagai platform media sosial.

Calon korban yang tergiur kemudian diarahkan masuk ke dalam grup WhatsApp untuk mengikuti pelatihan trading saham dan kripto.

Di dalam grup tersebut, pelaku menjanjikan profit manis berkisar 30 persen hingga 200 persen tanpa risiko kerugian.

Korban lantas diminta mendaftar dan membuat akun pada tiga platform buatan pelaku, yakni YWWSDC, INVESCOS, dan CANTVR. Setelahnya, korban diwajibkan menyetor sejumlah dana ke rekening perusahaan penampung.

Baca Juga: Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Meski saldo di layar aplikasi tampak membengkak, dana tersebut rupanya hanya angka fiktif. Saat korban hendak menarik uangnya (withdraw), sistem mendadak terkunci. Pelaku bahkan nekat memeras korban dengan meminta biaya tambahan atas alasan denda pelanggaran yang diada-adakan.

Dari hasil pengembangan perkara, tim penyidik berhasil mengidentifikasi dan menetapkan tiga warga negara Indonesia (WNI) sebagai tersangka, masing-masing berinisial FR, KPP, dan WH. Ketiganya terancam jerat hukum usai polisi menelusuri aliran dana di rekening penampung.

Saat ini, Ditressiber Polda Jatim tengah mendalami keterlibatan pelaku lain, termasuk dugaan jaringan lintas negara yang melibatkan WNA maupun WNI di luar negeri.

Guna membongkar aliran dana dan menyelamatkan aset hasil kejahatan (asset recovery), penyidik Polda Jatim berkoordinasi intensif dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca Juga: Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Irjen Nanang pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

Ia mengimbau warga untuk selalu mengecek legalitas lembaga maupun platform ke lembaga resmi seperti OJK atau Bappebti, serta menghindari transfer dana ke rekening pribadi maupun perusahaan yang tak bersertifikat resmi.

"Kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas, membongkar seluruh jaringan, memutus sarana pendanaan, dan menelusuri aset hasil tindak pidana," tegas Nanang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.