Minggu, 01 Feb 2026 22:29 WIB

Gerak Cepat, Pemprov Jatim Renovasi Bangunan Rusak Akibat Hujan Angin di Pamekasan Madura

Peninjauan daerah terdampak angin kencang di Madura
Peninjauan daerah terdampak angin kencang di Madura

selalu.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, gerak cepat meninjau langsung dampak hujan lebat dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kec. Pamekasan. Total, ada tiga titik lokasi terdampak berat yang ditinjau langsung oleh Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.

Pada titik pertama, Pj Gubernur yang akrab disapa Adhy itu mengunjungi rumah M. Sobri di Desa Blumbungan, Dusun Geruk, Kec. Larangan. Di mana, kerusakan terjadi pada atap yang membuat air tergenang dalam rumah dan dapur roboh total.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Masih di desa dan kecamatan yang sama, dirinya kemudian mendatangi rumah milik Aziz yang tertimpa pohon tumbang. Sehingga, atap dan sebagian bangunannya rusak parah.

Tidak sampai di sana, Adhy juga meninjau Pondok Pesantren Ummul Quro As Syuyuti. Di sini, kerusakan sedang terjadi di kamar mandi santri, tempat parkir dan spot budi daya ikan lele. Sementara, kerusakan lumayan parah terjadi di kantor sekolah yang menyebabkan alat-alat di dalamnya rusak.

Usai melakukan peninjauan, Pj. Gubernur Adhy mengatakan bahwa Pemprov Jatim maupun Pemkab Pamekasan siap untuk melakukan penanganan pasca bencana.

"Penanganan yang paling efektif untuk yang rusak berat dan hancur adalah dengan langsung dibangun atau direkonstruksi, sesuai dengan standar bantuan kita. Kemudian untuk yang atap dan materialnya rusak, kita berikan material dan dikerjakan secara gotong royong," ungkap Adhy kepada selalu.id, Sabtu (24/2/2024).

Tidak hanya itu, pemerintah juga turut menyediakan bantuan logistik jika diperlukan. Adhy menambahkan, kerjasama dan kolaborasi juga terus dilakukan antara stakeholders terkait dan juga masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Untuk hari ini saja, tadi kami menyalurkan bahan-bahan dan material seperti asbes, seng, semen, dan kayu. Ada juga pemberian sembako untuk masyarakat sekitar," katanya.

Lebih lanjut Adhy mengatakan, Pemprov Jatim sendiri telah melakukan mitigasi dengan membangun kewaspadaan dan mengaktifkan sistem warning. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi. Sebab sesuai prediksi, curah hujan akan mencapai puncaknya mulai akhir Februari, Maret sampai April.

Jawa Timur sendiri, sebut Adhy, titik-titik rawan bencana tahunan ada di Sidoarjo dan Gresik. Sedangkan untuk bencana turunan dari hujan seperti tanah longsor ada di Pacitan, Lumajang dan Probolinggo.

"Yang jelas kita sudah antisipasi. Kita tahu kultur, kebiasaan,dan tanda-tandanya. Jadi kita akan tetap bersiap siaga. Tidak berhenti sampai di sini saja," katanya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Sekadar informasi, bencana hujan lebat dan angin kencang di Pamekasan terjadi pada Rabu (21/2) pukul 13.45 WIB. Berdasarkan data BPBD Jatim per Kamis (22/2) pukul 00.00 WIB tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Beberapa titik lokasi bencana antara lain Kec. Pamekasan, Kec. Larangan, Kec. Kadur, Kec. Palengaan, dan Kec. Pegantenan. Sejauh ini, total bangunan terdampak meliputi 6 unit kios, 122 unit rumah rusak ringan, 4 unit kandang, 4 pohon tumbang, dan 5 fasilitas umum.

Assessment dan koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan oleh agen bencana Prov. Jatim dan BPBD Kab. Pamekasan. Beberapa unsur lain yang terlibat yakni TNI, POLRI, perangkat desa setempat, dan masyarakat sekitar.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.