Kamis, 18 Jun 2026 22:11 WIB

Pertama Kali di Surabaya, Pemkot Bentuk Badan Wakaf Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Des 2021 10:45 WIB
Pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia Surabaya
Pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI) Surabaya. Menariknya BWI ini dibuat pertama kali dalam sejarah Kota Pahlawan. Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, Prof. Mohammad Nuh di Graha Sawunggaling, komplek Gedung Pemkot Surabaya, Senin (13/12/2021)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan bahwa pembentukan BWI itu sangat dibutuhkan. Sebab, permasalahan seperti soal wakaf musala dan masjid, itu bisa diselesaikan, karena selama ini agak sulit terutama soal perizinannya.

Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

Selain itu, kata dia, bahwa kegiatan yang bisa mengkolaborasikan muslim dan nonmuslim juga sangat sulit.

"Makanya, pemkot hadir di sini dengan membentuk BWI Surabaya. Kami yakin masyarakat akan sangat mendukung ini. Apalagi ciri khas Surabaya adalah gotong royong, sehingga berbagai bantuan atau wakaf dari warga bisa diwujudkan menjadi satu," kata Eri.

Eri menjelaskan, bahwa banyak yang bisa dikerjakan melalui wadah BWI, seperti pemanfaatannya untuk usaha, maka bisa dikembangkan untuk menyelesaikan kemiskinan dan mengentas kebodohan melalui beasiswa.

"Apalagi, wakaf ini juga bisa diberikan melalui uang, sehingga akan mempermudah," kata dia.

Sebagai pelayan masyarakat, Eri mengaku akan keluar menemui pengusaha kemungkinan ada yang bisa diwakafkan.

"Ini saya lakukan demi kepentingan rakyat saya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, Mohammad Nuh mengatakan wakaf itu harus ada yang mengelola, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Apalagi, kata dia, kesadaran untuk berwakaf di tengah-tengah masyarakat sudah ada, meskipun selama ini masih banyak wakaf tanah.

"Padahal, wakaf itu tidak harus tanah, wakaf uang pun bisa. Makanya, di sinilah butuh BWI yang orientasinya untuk kepentingan publik," kata, Mohammad Nuh.

Baca Juga: Ada Gangguan Listrik pada Sistem Lalu Lintas di Surabaya, Berikut Lokasinya

Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan antara zakat dan wakaf. Kalau zakat bisa langsung didistribusikan dan langsung habis, sehingga di tahun berikutnya harus cari lagi.

Sedangkan kalau wakaf, tidak boleh langsung dibagikan, tapi harus dikumpulkan dan diputar, kemudian hasilnya baru bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

"Jadi, aset wakaf itu menjadi dana abadi. Bahkan, pengelola wakaf pun tidak boleh mendapatkan sesuatu dari wakaf itu, yang boleh dibagi adalah hasil dari wakaf tersebut," tuturnya.

Misalnya, lanjut dia, kalau ada wakaf 100, harus diputar hingga hasilnya menjadi 110. Sehingga, hasil 10 itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan pengelolanya bisa ambil sebagian dari 10 itu.

Hal yang sama juga disampaikan, oleh Ketua Pelaksana BWI Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, mengatakan ada dua hal penting yang akan segera dilakukan seusai dilantik menjadi pengurus BWI Surabaya.

Baca Juga: Foto: Euforia Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99

Pertama, pengamanan dan optimalisasi aset yang konvensional berupa tanah dan aset yang sudah eksisting, tapi belum memiliki legalitas hukum yang memenuhi.

"Makanya, itu yang akan dioptimalkan sehingga pengelolaannya akan lebih berdaya guna dan bermanfaat bagi umat," tuturnya.

Kemudian, yang kedua, ekspansi untuk mengembangkan wakaf tunai dalam rangka membangun dana abadi umat yang mana hasilnya untuk program-program kemaslahatan umat warga Kota Surabaya.


Untuk mencapai dua hal tersebut, maka pihaknya akan membangun sinergi antara BWI Surabaya, Pemkot Surabaya dan berbagai stakeholder lainnya untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita tersebut.

"Mudah-mudahan kita bisa menjalankan itu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

Selain soal stabilitas fiskal, Purbaya mengatakan, menteri keuangan China turut memastikan cara pandang Indonesia dalam menyelesaikan masalah global.

Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan

Polres Mojokerto Kota berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya.

OMIPAS Pasuruan Resmi Digelar, Dorong Kualitas Akademik-Prestasi Siswa Madrasah

Melalui OMIPAS, diharapkan lahir generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama Kabupaten Pasuruan di berbagai ajang kompetisi.

Komplotan Curanmor dan Pembobol Konter di Probolinggo Dibekuk, Hasilnya Buat Judol dan Karaoke

Selain mencuri motor dan membobol konter HP, komplotan ini juga mencuri traktor milik para petani. Saat ini, polisi masih memburu pelaku lain yang kabur.

Vivo Y28, Rekomendasi HP Murah 2026: Berikut Spesifikasi dan Harganya

Ponsel ini membawa keseimbangan antara estetika dan performa yang pas untuk penggunaan sehari-hari tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

TPK Ternate Pastikan Keandalan Operasional dan Keselamatan Lewat Management Walkthrough

TPK Ternate secara rutin melaksanakan pemantauan dan evaluasi operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan layanan kepelabuhanan.