Sabtu, 26 Sep 2026 13:32 WIB

Pertama Kali di Surabaya, Pemkot Bentuk Badan Wakaf Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Des 2021 10:45 WIB
Pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia Surabaya
Pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI) Surabaya. Menariknya BWI ini dibuat pertama kali dalam sejarah Kota Pahlawan. Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, Prof. Mohammad Nuh di Graha Sawunggaling, komplek Gedung Pemkot Surabaya, Senin (13/12/2021)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan bahwa pembentukan BWI itu sangat dibutuhkan. Sebab, permasalahan seperti soal wakaf musala dan masjid, itu bisa diselesaikan, karena selama ini agak sulit terutama soal perizinannya.

Baca Juga: Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Selain itu, kata dia, bahwa kegiatan yang bisa mengkolaborasikan muslim dan nonmuslim juga sangat sulit.

"Makanya, pemkot hadir di sini dengan membentuk BWI Surabaya. Kami yakin masyarakat akan sangat mendukung ini. Apalagi ciri khas Surabaya adalah gotong royong, sehingga berbagai bantuan atau wakaf dari warga bisa diwujudkan menjadi satu," kata Eri.

Eri menjelaskan, bahwa banyak yang bisa dikerjakan melalui wadah BWI, seperti pemanfaatannya untuk usaha, maka bisa dikembangkan untuk menyelesaikan kemiskinan dan mengentas kebodohan melalui beasiswa.

"Apalagi, wakaf ini juga bisa diberikan melalui uang, sehingga akan mempermudah," kata dia.

Sebagai pelayan masyarakat, Eri mengaku akan keluar menemui pengusaha kemungkinan ada yang bisa diwakafkan.

"Ini saya lakukan demi kepentingan rakyat saya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, Mohammad Nuh mengatakan wakaf itu harus ada yang mengelola, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Apalagi, kata dia, kesadaran untuk berwakaf di tengah-tengah masyarakat sudah ada, meskipun selama ini masih banyak wakaf tanah.

"Padahal, wakaf itu tidak harus tanah, wakaf uang pun bisa. Makanya, di sinilah butuh BWI yang orientasinya untuk kepentingan publik," kata, Mohammad Nuh.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan antara zakat dan wakaf. Kalau zakat bisa langsung didistribusikan dan langsung habis, sehingga di tahun berikutnya harus cari lagi.

Sedangkan kalau wakaf, tidak boleh langsung dibagikan, tapi harus dikumpulkan dan diputar, kemudian hasilnya baru bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

"Jadi, aset wakaf itu menjadi dana abadi. Bahkan, pengelola wakaf pun tidak boleh mendapatkan sesuatu dari wakaf itu, yang boleh dibagi adalah hasil dari wakaf tersebut," tuturnya.

Misalnya, lanjut dia, kalau ada wakaf 100, harus diputar hingga hasilnya menjadi 110. Sehingga, hasil 10 itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan pengelolanya bisa ambil sebagian dari 10 itu.

Hal yang sama juga disampaikan, oleh Ketua Pelaksana BWI Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, mengatakan ada dua hal penting yang akan segera dilakukan seusai dilantik menjadi pengurus BWI Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Pertama, pengamanan dan optimalisasi aset yang konvensional berupa tanah dan aset yang sudah eksisting, tapi belum memiliki legalitas hukum yang memenuhi.

"Makanya, itu yang akan dioptimalkan sehingga pengelolaannya akan lebih berdaya guna dan bermanfaat bagi umat," tuturnya.

Kemudian, yang kedua, ekspansi untuk mengembangkan wakaf tunai dalam rangka membangun dana abadi umat yang mana hasilnya untuk program-program kemaslahatan umat warga Kota Surabaya.


Untuk mencapai dua hal tersebut, maka pihaknya akan membangun sinergi antara BWI Surabaya, Pemkot Surabaya dan berbagai stakeholder lainnya untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita tersebut.

"Mudah-mudahan kita bisa menjalankan itu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan, Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.