Jumat, 05 Jun 2026 00:11 WIB

3 Rekan Personel Band Tuntut Pertanggung Jawaban Vasa Hotel

Ogie and Friends tuntut Vasa Hotel
Ogie and Friends tuntut Vasa Hotel

selalu.id - Tewasnya 3 personel band setelah music performance atau manggung di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel pada Jumat (22/12/2023) pekan lalu, membuat beberapa pihak menuntut keadilan dan pertanggung jawaban pihak terkait.

Diketahui ketiga personel itu tewas karena meminum minuman keras (miras) yang disedikan oleh pihak hotel. Dari data yang dihimpun oleh selalu.id, terdapat 9 orang yang turut meminum minuman keras tersebut, yakni 5 orang personel inti band, 2 personel additional player dan 2 orang kerabat.

Sementara itu, tiga di antaranya yakni RZ, RF dan IN dinyatakan meninggal dunia. "Yang ikut minum itu total ada 9 orang, 5 personel inti, 2 additional player, dan 2 lainnya teman kita," kata Harce selaku Gitaris band 'Ogie and Friends' kepada selalu.id saat dijumpai di Historisma acara jumpa pers media, Selasa (2/1/2024).

Usai minum miras, lanjut Harce menjelaskan, salah satu personel itu tak sadarkan diri yakni RZ lalu disusul oleh RF yang selisih 6 jam. Tidak lama setelah itu dilanjut IN yang meninggal dunia.

Dikatakannya, saat para korban menenggak minuman sebanyak 1 sampai 3 gelas sloki (takar) masih aman, setelah para korban meminum lebih dari itu, seluruh korban baru merasakan reaksi yang tidak wajar dari tubuhnya.

Menurut tim kuasa hukum korban yang terdiri dari 4 orang ini, dalam minuman yang diminum oleh para korban tersebut, didapati campuran beberapa zat kimia berbahaya.

Meski begitu, pihak kuasa hukum korban meminta pihak hotel selaku tuan rumah yang menjadi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) bertanggungjawab atas terjadinya tragedi ini.

Sementara itu, Bobyanto Gunawan Sh. selaku tim kuasa hukum korban mengatakan, jika jumlah total korban ada sebanyak 9 orang, dengan 3 orang meninggal dunia, 1 orang kritis dan sisanya sudah dikatakan membaik dan tidak terlalu parah.

Senada dengan Boby, Renald Christoper Sh. yang juga selaku kuasa hukum 7 dari 9 orang korban tersebut, memiliku dugaan motif tersendiri, dimana kasus ini disinyalir bukan murni kecelakaan melainkan ada unsur kesengajaan dari pihak atau oknum terkait.

"Yang pasti kita bukan mencari pelakunya saja, melainkan yang kita cari lebih dari itu, termasuk motif dan pelaku juga pemilik tempat kejadian peristiwa tersebut. Kenapa bisa kelolosan," tegas Renald.

Namun demikian, pihaknya sampai sejauh ini berupaya untuk terus maju dan mengusut kasus ini dengan tuntas, meski pihaknya merasa yang bakal menjadi lawan hukumnya ini merupakan sosok besar dan berpengaruh.

"Kami bakal terus maju, mengusut kasus ini sampai dengan tuntas. Kami pantang mundur sebelum semua ini ada kejelasan yang pasti," tegas Renald.

Baca Juga: Nekat Sajikan Miras saat Bulan Puasa, 2 Restoran di Surabaya Dirazia

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.