Kamis, 04 Jun 2026 08:36 WIB

Polisi Periksa 5 Orang Kasus Personel Band Tewas Usai Manggung di Hotel Vasa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:42 WIB
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono saat di RSU dr Soetomo Surabaya
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono saat di RSU dr Soetomo Surabaya

selalu.id - Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus kematian personel band yang meninggal usai minum minuman keras di hotel Vasa.

"Yang bisa disampaikan sampai hari kamis sudah memeriksa 5 saksi bartender, rekan-rekan band itu dan manajemen Cruz Lounge Bar Vasa. Perkembangan belum bisa disampaikan sifatnya pendalaman," kata AKBP Hendro kepada selalu.id, saat ditemui di kamar jenazah RS dr Soetomo, Selasa (26/12/2023).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

AKBP Hendro menjelaskan, saat ini lokasi kejadian saat minum alkohol di hotel bintang lima tersebut sudah dipasang police line.

"Karena sekarang masih pendalaman khawatir ada kontaminasi di TKP, makanya dipasang police line,”ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, polisi juga telah mengamankan barang bukti sejumlah botol yang diminum korban. Kemudian gelas yang dipakai saat minum.

"Yang sejenis digunakan, kenapa sejenis karena terhadap sisa-sisa yang digunakan oleh bartender dicuci dan kondisinya tidak ada yang meninggal hari itu. Jadi dibersihkan sebagaimana yang dilakukan biasanya," jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Hendro juga telah bertemu seorang bartender berisinial E. Ia menyebut E sudah datang kooperatif untuk diperiksa sebagai saksi.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Tadi pagi E, kami periksa," jelasnya.

Kemudian untuk, jenis minuman yang diminum korban ada dua merek. Namun, ia enggan menyebut merek minuman tersebut.

Minuman tersebut, lanjut Hendro juga langsung dibeli dari bar Hotel itu.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"2 merk. Kemudian dicampur minuman pemanis jus dengan merk juga jadi bukan minuman oplosan asal oplos. Beli dari bar tersebut," terangnya.

Update dari kasus ini, Hendra menerangkan, bahwa sebanyak 9 orang yang ikut minum minuman tersebut. Empatnya dari band itu tiga dinyatakan meninggal RZ, IN dan RF. Kemudian. Vokalis perempuan MT masih kritis dirawat di Rumah Sakit Gotong Royong.

"Diantara 9, masih ada 2 lagi yang dirawat inap yaitu vokal MT infonya sampe sekarang dirawat ICU gotong royong. Satu lagi sound enginering atas nama IN dirawat di RS dr Soetomo meninggal hari ini sekitar jam 9 pagi," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.