Minggu, 19 Jul 2026 19:39 WIB

Polisi Periksa 5 Orang Kasus Personel Band Tewas Usai Manggung di Hotel Vasa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:42 WIB
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono saat di RSU dr Soetomo Surabaya
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono saat di RSU dr Soetomo Surabaya

selalu.id - Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus kematian personel band yang meninggal usai minum minuman keras di hotel Vasa.

"Yang bisa disampaikan sampai hari kamis sudah memeriksa 5 saksi bartender, rekan-rekan band itu dan manajemen Cruz Lounge Bar Vasa. Perkembangan belum bisa disampaikan sifatnya pendalaman," kata AKBP Hendro kepada selalu.id, saat ditemui di kamar jenazah RS dr Soetomo, Selasa (26/12/2023).

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

AKBP Hendro menjelaskan, saat ini lokasi kejadian saat minum alkohol di hotel bintang lima tersebut sudah dipasang police line.

"Karena sekarang masih pendalaman khawatir ada kontaminasi di TKP, makanya dipasang police line,”ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, polisi juga telah mengamankan barang bukti sejumlah botol yang diminum korban. Kemudian gelas yang dipakai saat minum.

"Yang sejenis digunakan, kenapa sejenis karena terhadap sisa-sisa yang digunakan oleh bartender dicuci dan kondisinya tidak ada yang meninggal hari itu. Jadi dibersihkan sebagaimana yang dilakukan biasanya," jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Hendro juga telah bertemu seorang bartender berisinial E. Ia menyebut E sudah datang kooperatif untuk diperiksa sebagai saksi.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Tadi pagi E, kami periksa," jelasnya.

Kemudian untuk, jenis minuman yang diminum korban ada dua merek. Namun, ia enggan menyebut merek minuman tersebut.

Minuman tersebut, lanjut Hendro juga langsung dibeli dari bar Hotel itu.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"2 merk. Kemudian dicampur minuman pemanis jus dengan merk juga jadi bukan minuman oplosan asal oplos. Beli dari bar tersebut," terangnya.

Update dari kasus ini, Hendra menerangkan, bahwa sebanyak 9 orang yang ikut minum minuman tersebut. Empatnya dari band itu tiga dinyatakan meninggal RZ, IN dan RF. Kemudian. Vokalis perempuan MT masih kritis dirawat di Rumah Sakit Gotong Royong.

"Diantara 9, masih ada 2 lagi yang dirawat inap yaitu vokal MT infonya sampe sekarang dirawat ICU gotong royong. Satu lagi sound enginering atas nama IN dirawat di RS dr Soetomo meninggal hari ini sekitar jam 9 pagi," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.