Rabu, 04 Feb 2026 05:58 WIB

Dokter Sebut Relawan Prabowo-Gibran yang Ditembak Bisa Mengalami Kelumpuhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:31 WIB
Ilustrasi penembakan: Istimewa
Ilustrasi penembakan: Istimewa

selalu.id - Relawan Prabowo-Gibran yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2023) lalu disebutkan bisa mengalami kelumpuhan kaki.

Pria berusia 49 tahun bernama Muarah itu langsung dirujuk ke rumah sakit dan menjalani operasi pada Sabtu (23/12/2023). Kini Murah masih berbaring di Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

"Kita lakukan operasi hari Sabtu. Ada tim yang ditugaskan, terdiri dari dokter bedah umum dan bedah saraf," kata Kepala IGD RSU dr Soetomo, dr M Hardian Basuki saat dihubungi awak media, Senin (26/12/2023).

Tetapi pasca operasi, kata dia, Muarah mengalami rasa kelumpuhan di kedua kakinya. Hal itu karena efek tubuhnya dua kali ditembak dibagian punggung belakang dan samping.

"Kalau dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan di RSU dr Soetomo, dari hasil CT scan peluru mengenai tulang belakang. Jadi kemungkinan besar saraf tulang belakang kena," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan kelumpuhan kaki yang dialami Muarah dikarenakan penembakan itu terkena saraf tulang belakang. Saraf ini berfungsi untuk memberikan perintah menggerakkan kedua kaki.

"Kalau saraf terkena bisa terjadi kelumpuhan,"tuturnya.

Baca Juga: Kapal Tongkang Kandas di Periaran Gili Iyang Sumenep, Minyak Tumpah Cemari Laut

Lebih lanjut dr M Hardian menjelaskan, saat sebelum operasi pihaknya mencurigai adanya luka tembak peluru masuk ke dalam perut. Ini dapat mengenai pembuluh darah besar dan terkena organ penting.

"Pasien kita rawat di ruang resistasi, ruang perawatan intensif. Disana kita lakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, CT scan termasuk pemasangan infus, cairan,"jelasnya.

Saat operasi mengeluarkan peluru, tim dokter juga melakukan pemasangan pen di tulang belakangnya.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Luka dalam, karena luka tembaknya ada di dua tempat dari sebelah kanan. Namun pelurunya itu dari pemeriksaan radiologi pelurunya ada di sebelah kiri, jadi menyeberang,"lanjutnya.

dr M Hardian menambahkan saat ini kondisi relawan Prabowo-Gibran itu dalam kondisi stabil.

"Kondisi pasien baik, skala nyerinya berkurang, pasien sudah bisa makan. Namun memang belum bisa menggerakkan kedua kakinya. Kalau tangan bisa. Duduk kita lakukan bertahap dahulu, biasanya pasca operasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,"tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.