Rabu, 21 Okt 2026 01:16 WIB

Dokter Sebut Relawan Prabowo-Gibran yang Ditembak Bisa Mengalami Kelumpuhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:31 WIB
Ilustrasi penembakan: Istimewa
Ilustrasi penembakan: Istimewa

selalu.id - Relawan Prabowo-Gibran yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2023) lalu disebutkan bisa mengalami kelumpuhan kaki.

Pria berusia 49 tahun bernama Muarah itu langsung dirujuk ke rumah sakit dan menjalani operasi pada Sabtu (23/12/2023). Kini Murah masih berbaring di Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya.

Baca Juga: Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

"Kita lakukan operasi hari Sabtu. Ada tim yang ditugaskan, terdiri dari dokter bedah umum dan bedah saraf," kata Kepala IGD RSU dr Soetomo, dr M Hardian Basuki saat dihubungi awak media, Senin (26/12/2023).

Tetapi pasca operasi, kata dia, Muarah mengalami rasa kelumpuhan di kedua kakinya. Hal itu karena efek tubuhnya dua kali ditembak dibagian punggung belakang dan samping.

"Kalau dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan di RSU dr Soetomo, dari hasil CT scan peluru mengenai tulang belakang. Jadi kemungkinan besar saraf tulang belakang kena," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan kelumpuhan kaki yang dialami Muarah dikarenakan penembakan itu terkena saraf tulang belakang. Saraf ini berfungsi untuk memberikan perintah menggerakkan kedua kaki.

"Kalau saraf terkena bisa terjadi kelumpuhan,"tuturnya.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Lebih lanjut dr M Hardian menjelaskan, saat sebelum operasi pihaknya mencurigai adanya luka tembak peluru masuk ke dalam perut. Ini dapat mengenai pembuluh darah besar dan terkena organ penting.

"Pasien kita rawat di ruang resistasi, ruang perawatan intensif. Disana kita lakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, CT scan termasuk pemasangan infus, cairan,"jelasnya.

Saat operasi mengeluarkan peluru, tim dokter juga melakukan pemasangan pen di tulang belakangnya.

Baca Juga: BNNP Jatim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Madura: Sita 5,4 Kg Sabu, Ringkus Dua Kurir

"Luka dalam, karena luka tembaknya ada di dua tempat dari sebelah kanan. Namun pelurunya itu dari pemeriksaan radiologi pelurunya ada di sebelah kiri, jadi menyeberang,"lanjutnya.

dr M Hardian menambahkan saat ini kondisi relawan Prabowo-Gibran itu dalam kondisi stabil.

"Kondisi pasien baik, skala nyerinya berkurang, pasien sudah bisa makan. Namun memang belum bisa menggerakkan kedua kakinya. Kalau tangan bisa. Duduk kita lakukan bertahap dahulu, biasanya pasca operasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,"tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.