Kamis, 04 Jun 2026 09:04 WIB

Dokter Sebut Relawan Prabowo-Gibran yang Ditembak Bisa Mengalami Kelumpuhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:31 WIB
Ilustrasi penembakan: Istimewa
Ilustrasi penembakan: Istimewa

selalu.id - Relawan Prabowo-Gibran yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2023) lalu disebutkan bisa mengalami kelumpuhan kaki.

Pria berusia 49 tahun bernama Muarah itu langsung dirujuk ke rumah sakit dan menjalani operasi pada Sabtu (23/12/2023). Kini Murah masih berbaring di Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya.

Baca Juga: Modus Gantian Pijat, Pria di Mojokerto Ini Cabuli Anak Tiri

"Kita lakukan operasi hari Sabtu. Ada tim yang ditugaskan, terdiri dari dokter bedah umum dan bedah saraf," kata Kepala IGD RSU dr Soetomo, dr M Hardian Basuki saat dihubungi awak media, Senin (26/12/2023).

Tetapi pasca operasi, kata dia, Muarah mengalami rasa kelumpuhan di kedua kakinya. Hal itu karena efek tubuhnya dua kali ditembak dibagian punggung belakang dan samping.

"Kalau dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan di RSU dr Soetomo, dari hasil CT scan peluru mengenai tulang belakang. Jadi kemungkinan besar saraf tulang belakang kena," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan kelumpuhan kaki yang dialami Muarah dikarenakan penembakan itu terkena saraf tulang belakang. Saraf ini berfungsi untuk memberikan perintah menggerakkan kedua kaki.

"Kalau saraf terkena bisa terjadi kelumpuhan,"tuturnya.

Baca Juga: Tampang Gondrong Lora Bangkalan Tersangka Kekerasan Seksual yang Kini Kasusnya Sudah P21

Lebih lanjut dr M Hardian menjelaskan, saat sebelum operasi pihaknya mencurigai adanya luka tembak peluru masuk ke dalam perut. Ini dapat mengenai pembuluh darah besar dan terkena organ penting.

"Pasien kita rawat di ruang resistasi, ruang perawatan intensif. Disana kita lakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, CT scan termasuk pemasangan infus, cairan,"jelasnya.

Saat operasi mengeluarkan peluru, tim dokter juga melakukan pemasangan pen di tulang belakangnya.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

"Luka dalam, karena luka tembaknya ada di dua tempat dari sebelah kanan. Namun pelurunya itu dari pemeriksaan radiologi pelurunya ada di sebelah kiri, jadi menyeberang,"lanjutnya.

dr M Hardian menambahkan saat ini kondisi relawan Prabowo-Gibran itu dalam kondisi stabil.

"Kondisi pasien baik, skala nyerinya berkurang, pasien sudah bisa makan. Namun memang belum bisa menggerakkan kedua kakinya. Kalau tangan bisa. Duduk kita lakukan bertahap dahulu, biasanya pasca operasi tulang belakang ada proses latihan duduk, mungkin butuh korset atau latihan duduk,"tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.