Minggu, 06 Sep 2026 23:28 WIB

Pedagang Pasar Turi Keluhkan TikTok Shop Buka Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Des 2023 14:43 WIB
Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid
Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid

selalu.id - Pedagang Pasar Turi ungkap keluhannya usai TikTok Shop resmi dibuka kembali. Mereka pun merasa sangat dirugikan.

Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid mengaku bahwa mengaku bahwa bisnis tidak menguntungkan karena sepi pembeli. Hal tersebut pun menjadi kekesalan yang mereka tujukan terhadap pengelola manajemen di Pasar Turi.

"Adanya TikTok Shop, menurut kami sangat merugikan karena pasar tambah sepi, apalagi keadaan manajemen Pasar Turi yang kurang bagus," kata Rosyid, saat ditemui selalu.id, Jumat (15/12/2023).

Rosyid mengungkapkan penjualan online pedagang Pasar Turi tidak terlalu ramai daripada secara offline. Sebab, pedagang disini belum bisa atau tidak mengerti cara menjual secara online.

"Banyak yang gaptek. Apalagi seperti saya orang tua," ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku Pemkot Surabaya pernah melakukan pelatihan digitalisasi terhadap pedagang Pasar Turi. Namun, ia menilai pelatihan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan.

"Sekarang orang itu walaupun dikasih kursus pikirannya gak nyantol. Karena sudah kepikiran bagaimana makan besok. Bukan masalah pelajaran, tapi bagaimana pasar ini dikelola oleh manajemen yang profesional," ujarnya.

Menanggapi permintaan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ingin para pedagang melek digitalisasi dan mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai, para pedagang Pasar Turi hanya ingin pengelolaan manajemen diperbaiki

Menurutnya, pengelola manajemen di Pasar Turi banyak terjadi penekanan-penekanan yang merugikan pedagang, Misalnya, jika tidak buka stand akan di denda Rp50 ribu.

"Itu kan tidak mendidik dan tidak merangkul pedagang. Tapi menghancurkan pedagang apalagi keadaan seperti ini, dimana-mana jualan sangat sepi," jelasnya.

Hal yang sama disampaikan salah satu pedagang aksesoris grosir Pasar Turi, Hani mengaku adanya TikTok Shop muncul kembali ini tidak pengaruh terhadap dagangannya.

"Masih belum pengaruh kan masih awal kemarin TikTok Shop muncul lagi, mungkin kita bisa merasakan satu minggu kedepan," ujarnya.

"Tiktok Shop bagi saya sendiri gak ngefek.  Jadi saya lebih pilih penjulaan dintoko. Dari dulu saya gak jual online. Gak nututi. Apalagi Pasar Turi masih sepi," imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa pedagang pernah mengikuti pelatihan digitalisasi tetapi pedagang juga tidak setuju bahwa jualan online akan memperbaiki bisnis mereka.

"Kalau saya dibilang ada gak setujunya lebih suka penjualan nyata. Kadang beli online barang tidak sesuai apa yang dibeli," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.