Rabu, 04 Feb 2026 03:52 WIB

Pedagang Pasar Turi Keluhkan TikTok Shop Buka Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Des 2023 14:43 WIB
Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid
Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid

selalu.id - Pedagang Pasar Turi ungkap keluhannya usai TikTok Shop resmi dibuka kembali. Mereka pun merasa sangat dirugikan.

Ketua Majelis Pedagang Pasar Turi, Haji Abdul Rosyid mengaku bahwa mengaku bahwa bisnis tidak menguntungkan karena sepi pembeli. Hal tersebut pun menjadi kekesalan yang mereka tujukan terhadap pengelola manajemen di Pasar Turi.

"Adanya TikTok Shop, menurut kami sangat merugikan karena pasar tambah sepi, apalagi keadaan manajemen Pasar Turi yang kurang bagus," kata Rosyid, saat ditemui selalu.id, Jumat (15/12/2023).

Rosyid mengungkapkan penjualan online pedagang Pasar Turi tidak terlalu ramai daripada secara offline. Sebab, pedagang disini belum bisa atau tidak mengerti cara menjual secara online.

"Banyak yang gaptek. Apalagi seperti saya orang tua," ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku Pemkot Surabaya pernah melakukan pelatihan digitalisasi terhadap pedagang Pasar Turi. Namun, ia menilai pelatihan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan.

"Sekarang orang itu walaupun dikasih kursus pikirannya gak nyantol. Karena sudah kepikiran bagaimana makan besok. Bukan masalah pelajaran, tapi bagaimana pasar ini dikelola oleh manajemen yang profesional," ujarnya.

Menanggapi permintaan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ingin para pedagang melek digitalisasi dan mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai, para pedagang Pasar Turi hanya ingin pengelolaan manajemen diperbaiki

Menurutnya, pengelola manajemen di Pasar Turi banyak terjadi penekanan-penekanan yang merugikan pedagang, Misalnya, jika tidak buka stand akan di denda Rp50 ribu.

"Itu kan tidak mendidik dan tidak merangkul pedagang. Tapi menghancurkan pedagang apalagi keadaan seperti ini, dimana-mana jualan sangat sepi," jelasnya.

Hal yang sama disampaikan salah satu pedagang aksesoris grosir Pasar Turi, Hani mengaku adanya TikTok Shop muncul kembali ini tidak pengaruh terhadap dagangannya.

"Masih belum pengaruh kan masih awal kemarin TikTok Shop muncul lagi, mungkin kita bisa merasakan satu minggu kedepan," ujarnya.

"Tiktok Shop bagi saya sendiri gak ngefek.  Jadi saya lebih pilih penjulaan dintoko. Dari dulu saya gak jual online. Gak nututi. Apalagi Pasar Turi masih sepi," imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa pedagang pernah mengikuti pelatihan digitalisasi tetapi pedagang juga tidak setuju bahwa jualan online akan memperbaiki bisnis mereka.

"Kalau saya dibilang ada gak setujunya lebih suka penjualan nyata. Kadang beli online barang tidak sesuai apa yang dibeli," pungkasnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.