Kamis, 03 Sep 2026 15:12 WIB

Mengenal Sosok Fayakundia Putra, Anak Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, yang Juga Seorang Penulis Buku

Fayakundia Putra Sufi
Fayakundia Putra Sufi

selalu.id - Calon Legislatif DPRD Dapil 1 Kota Surabaya, Fayakundia Putra Sufi merupakan anak pertama dari alm. Drs. H. Sjukur Amaludin, yang notabenenya pernah mejabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2004-2009, ternyata pernah menulis dan menerbitkan sebuah karya tulis berupa buku yang mengulas  tentang Hukum dan Politik.

Pria yang akrab disapa Kundi ini memiliki jejak rekam dalam karya tulisnya dengan menulis buku yang berjudul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris' pada tahun 2017 lalu. Meski begitu, dalam prosesnya Kundi membutuhkan waktu yang terbilang tidak singkat.

Pria alumnus SMA Muhammadiyah 2 Pucang ini, menyebut ide awal gagasan dalam membuat buku ini berawal dari pertama bimbingan Thesis, di Prodi Magister Kenotariatan Univ. Narotama Surabaya, Dibawah bimbingan Dr. Rusdianto Sesung. Kundi mencoba menjadikannya dalam sebuah karya tulis berbentuk buku dengan judul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris.

"Saya mencoba membukukan apa yang telah kami tulis di Thesis, karena jarang sekali ditemukan buku yang menulis dan membahas mengenai sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia," ujar pria lulusan Fakultas Ilmu Hukum Universitas Airlangga ini kepada selalu.id, Kamis (14/12/2023).

Menyoal durasi pengerjaan buku hingga selesai menjadi buku yang siap terbit dan di edarkan, Kundi beserta timnya membutuhkan waktu selama total kurang lebih 9 bulan. "Penulisan mulai awal Thesis lebih dari 6 bulan. Dan dari Thesis menjadi buku juga memakan waktu lebih dari 2 Bulan termasuk editor penerbit," urainya secara lugas.

Kundi juga mengungkapkan, bahwa tujuan dibuatnya buku ini adalah sebagai karya ilmiah yang merangkum sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia. Sekadar diketahui, sampai sejauh ini, sudah lebih dari 2.000 exemplar yang dicetak dan di distribusikan di seluruh Indonesia.

"Sudah ribuan yang tersebar di Indonesia, dan buku ini selalu dijadikan literasi oleh hampir seluruh Prodi Magister Kenotariatan, untuk menulis Jurnal dan Thesis," tandasnya.

Harapannya, lanjut pria bergelar Magister Kenotariatan lulusan Universitas Narotama Surabaya ini, tentu membuka wawasan tentang Sejarah Notaris di Indonesia selain itu yang utama adalah untuk menambah literasi/pustaka untuk setiap karya ilmiah Mahasiswa Magister Kenotariatan.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.