Rabu, 04 Feb 2026 09:29 WIB

Mengenal Sosok Fayakundia Putra, Anak Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, yang Juga Seorang Penulis Buku

Fayakundia Putra Sufi
Fayakundia Putra Sufi

selalu.id - Calon Legislatif DPRD Dapil 1 Kota Surabaya, Fayakundia Putra Sufi merupakan anak pertama dari alm. Drs. H. Sjukur Amaludin, yang notabenenya pernah mejabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2004-2009, ternyata pernah menulis dan menerbitkan sebuah karya tulis berupa buku yang mengulas  tentang Hukum dan Politik.

Pria yang akrab disapa Kundi ini memiliki jejak rekam dalam karya tulisnya dengan menulis buku yang berjudul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris' pada tahun 2017 lalu. Meski begitu, dalam prosesnya Kundi membutuhkan waktu yang terbilang tidak singkat.

Pria alumnus SMA Muhammadiyah 2 Pucang ini, menyebut ide awal gagasan dalam membuat buku ini berawal dari pertama bimbingan Thesis, di Prodi Magister Kenotariatan Univ. Narotama Surabaya, Dibawah bimbingan Dr. Rusdianto Sesung. Kundi mencoba menjadikannya dalam sebuah karya tulis berbentuk buku dengan judul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris.

"Saya mencoba membukukan apa yang telah kami tulis di Thesis, karena jarang sekali ditemukan buku yang menulis dan membahas mengenai sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia," ujar pria lulusan Fakultas Ilmu Hukum Universitas Airlangga ini kepada selalu.id, Kamis (14/12/2023).

Menyoal durasi pengerjaan buku hingga selesai menjadi buku yang siap terbit dan di edarkan, Kundi beserta timnya membutuhkan waktu selama total kurang lebih 9 bulan. "Penulisan mulai awal Thesis lebih dari 6 bulan. Dan dari Thesis menjadi buku juga memakan waktu lebih dari 2 Bulan termasuk editor penerbit," urainya secara lugas.

Kundi juga mengungkapkan, bahwa tujuan dibuatnya buku ini adalah sebagai karya ilmiah yang merangkum sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia. Sekadar diketahui, sampai sejauh ini, sudah lebih dari 2.000 exemplar yang dicetak dan di distribusikan di seluruh Indonesia.

"Sudah ribuan yang tersebar di Indonesia, dan buku ini selalu dijadikan literasi oleh hampir seluruh Prodi Magister Kenotariatan, untuk menulis Jurnal dan Thesis," tandasnya.

Harapannya, lanjut pria bergelar Magister Kenotariatan lulusan Universitas Narotama Surabaya ini, tentu membuka wawasan tentang Sejarah Notaris di Indonesia selain itu yang utama adalah untuk menambah literasi/pustaka untuk setiap karya ilmiah Mahasiswa Magister Kenotariatan.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.