Selasa, 03 Feb 2026 13:21 WIB

Sister City, Pemkot Surabaya Gandeng Kitakyushu Teliti Ekosistem Mangrove

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 18:39 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kitakyushu, Jepang dalam melakukan penelitian ekosistem mangrove di kawasan Wonorejo dan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini merupakan bagian dari kerjasama sister city di bidang lingkungan, antara Kota Surabaya dengan Kota Kitakyushu, Jepang.

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, penelitian ekosistem mangrove ini merupakan bagian dari kerjasama sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu. Menurutnya, Kota Kitakyushu memiliki teknologi yang dapat menganalisa jenis-jenis mangrove termasuk aneka hayati dan fauna.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

“Jadi hasil dari penelitian itu nantinya untuk kepentingan Pemkot Surabaya. Terutama untuk menambah khasanah pengetahuan, baik bagi pemkot maupun warga Surabaya,” kata Irvan di sela acara Workshop Pengenalan Keanekaragaman Hayati dan Pelestarian mangrove oleh tenaga ahli Kitakyushu Jepang di Joglo MIC Mangrove Wonorejo, Kamis (27/2/2020).

Irvan menjelaskan, sejak satu bulan yang lalu, tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang, telah memasang camera trap di beberapa titik spot di kawasan mangrove. Camera tersebut menjadi alat pemantau keanekaragaman hayati dan fauna yang ada di mangrove.

“Mereka mengatakan luar biasa, ternyata mangrove di Surabaya ini bisa tumbuh secara alami dan mereka juga kagum dengan perkembangan mangrove di Surabaya,” katanya.

Menurut Irvan, salah satu hasil dari penelitian itu adalah ditemukannya hewan kunang-kunang. Keberadaan kunang-kunang di mangrove menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut tergolong sehat. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil penelitian mangrove yang tumbuh subur sejak 3 tahun yang lalu.

“Nanti kita juga tunggu masukan-masukan lain dari mereka seperti apa terkait keberadaan kunang-kunang itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Di waktu yang sama, Kepala Bidang Pertanian, DKPP Surabaya, Rahmad Kodariawan menyampaikan, bahwa tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang mengakui, jika tanaman mangrove di Surabaya ini tumbuh dengan baik. Setidaknya ada 43 jenis spesies mangrove di Wonorejo dan Gunung Anyar.

“Sekarang ada 43 spesies atau jenis mangrove, baik mayor, minor atau asosiasi, yang paling banyak sekarang di (mangrove) Gunung Anyar,” kata Rahmad.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, tenaga ahli asal Kitakyushu Jepang telah melakukan penelitian habitat mangrove yang ada di Surabaya. Nantinya, hasil dari penelitian itu akan disampaikan dan dibahas secara bersama.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Ini baru diambil akhir bulan kemarin (penelitian) nanti akan dibahas,” terangnya.

Bahkan, kata Rahmad, hasil dari penelitian itu nantinya juga bakal menjadi salah satu acuan bagi Pemkot Surabaya dalam rangka pengembangan Kebun Raya Mangrove. Pasalnya, untuk menjadi Kebun Raya Mangrove, harus memenuhi unsur edukasi, penelitian dan wisata.

“Rencananya Kebun Raya Mangrove Surabaya itu terbesar di asia dan dunia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.