Jumat, 05 Jun 2026 06:56 WIB

Sister City, Pemkot Surabaya Gandeng Kitakyushu Teliti Ekosistem Mangrove

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 18:39 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kitakyushu, Jepang dalam melakukan penelitian ekosistem mangrove di kawasan Wonorejo dan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini merupakan bagian dari kerjasama sister city di bidang lingkungan, antara Kota Surabaya dengan Kota Kitakyushu, Jepang.

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, penelitian ekosistem mangrove ini merupakan bagian dari kerjasama sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu. Menurutnya, Kota Kitakyushu memiliki teknologi yang dapat menganalisa jenis-jenis mangrove termasuk aneka hayati dan fauna.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Jadi hasil dari penelitian itu nantinya untuk kepentingan Pemkot Surabaya. Terutama untuk menambah khasanah pengetahuan, baik bagi pemkot maupun warga Surabaya,” kata Irvan di sela acara Workshop Pengenalan Keanekaragaman Hayati dan Pelestarian mangrove oleh tenaga ahli Kitakyushu Jepang di Joglo MIC Mangrove Wonorejo, Kamis (27/2/2020).

Irvan menjelaskan, sejak satu bulan yang lalu, tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang, telah memasang camera trap di beberapa titik spot di kawasan mangrove. Camera tersebut menjadi alat pemantau keanekaragaman hayati dan fauna yang ada di mangrove.

“Mereka mengatakan luar biasa, ternyata mangrove di Surabaya ini bisa tumbuh secara alami dan mereka juga kagum dengan perkembangan mangrove di Surabaya,” katanya.

Menurut Irvan, salah satu hasil dari penelitian itu adalah ditemukannya hewan kunang-kunang. Keberadaan kunang-kunang di mangrove menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut tergolong sehat. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil penelitian mangrove yang tumbuh subur sejak 3 tahun yang lalu.

“Nanti kita juga tunggu masukan-masukan lain dari mereka seperti apa terkait keberadaan kunang-kunang itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Di waktu yang sama, Kepala Bidang Pertanian, DKPP Surabaya, Rahmad Kodariawan menyampaikan, bahwa tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang mengakui, jika tanaman mangrove di Surabaya ini tumbuh dengan baik. Setidaknya ada 43 jenis spesies mangrove di Wonorejo dan Gunung Anyar.

“Sekarang ada 43 spesies atau jenis mangrove, baik mayor, minor atau asosiasi, yang paling banyak sekarang di (mangrove) Gunung Anyar,” kata Rahmad.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, tenaga ahli asal Kitakyushu Jepang telah melakukan penelitian habitat mangrove yang ada di Surabaya. Nantinya, hasil dari penelitian itu akan disampaikan dan dibahas secara bersama.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Ini baru diambil akhir bulan kemarin (penelitian) nanti akan dibahas,” terangnya.

Bahkan, kata Rahmad, hasil dari penelitian itu nantinya juga bakal menjadi salah satu acuan bagi Pemkot Surabaya dalam rangka pengembangan Kebun Raya Mangrove. Pasalnya, untuk menjadi Kebun Raya Mangrove, harus memenuhi unsur edukasi, penelitian dan wisata.

“Rencananya Kebun Raya Mangrove Surabaya itu terbesar di asia dan dunia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.