Senin, 07 Sep 2026 15:04 WIB

Sister City, Pemkot Surabaya Gandeng Kitakyushu Teliti Ekosistem Mangrove

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 18:39 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kitakyushu, Jepang dalam melakukan penelitian ekosistem mangrove di kawasan Wonorejo dan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini merupakan bagian dari kerjasama sister city di bidang lingkungan, antara Kota Surabaya dengan Kota Kitakyushu, Jepang.

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, penelitian ekosistem mangrove ini merupakan bagian dari kerjasama sister city antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu. Menurutnya, Kota Kitakyushu memiliki teknologi yang dapat menganalisa jenis-jenis mangrove termasuk aneka hayati dan fauna.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

“Jadi hasil dari penelitian itu nantinya untuk kepentingan Pemkot Surabaya. Terutama untuk menambah khasanah pengetahuan, baik bagi pemkot maupun warga Surabaya,” kata Irvan di sela acara Workshop Pengenalan Keanekaragaman Hayati dan Pelestarian mangrove oleh tenaga ahli Kitakyushu Jepang di Joglo MIC Mangrove Wonorejo, Kamis (27/2/2020).

Irvan menjelaskan, sejak satu bulan yang lalu, tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang, telah memasang camera trap di beberapa titik spot di kawasan mangrove. Camera tersebut menjadi alat pemantau keanekaragaman hayati dan fauna yang ada di mangrove.

“Mereka mengatakan luar biasa, ternyata mangrove di Surabaya ini bisa tumbuh secara alami dan mereka juga kagum dengan perkembangan mangrove di Surabaya,” katanya.

Menurut Irvan, salah satu hasil dari penelitian itu adalah ditemukannya hewan kunang-kunang. Keberadaan kunang-kunang di mangrove menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut tergolong sehat. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil penelitian mangrove yang tumbuh subur sejak 3 tahun yang lalu.

“Nanti kita juga tunggu masukan-masukan lain dari mereka seperti apa terkait keberadaan kunang-kunang itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Di waktu yang sama, Kepala Bidang Pertanian, DKPP Surabaya, Rahmad Kodariawan menyampaikan, bahwa tenaga ahli asal Kota Kitakyushu Jepang mengakui, jika tanaman mangrove di Surabaya ini tumbuh dengan baik. Setidaknya ada 43 jenis spesies mangrove di Wonorejo dan Gunung Anyar.

“Sekarang ada 43 spesies atau jenis mangrove, baik mayor, minor atau asosiasi, yang paling banyak sekarang di (mangrove) Gunung Anyar,” kata Rahmad.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, tenaga ahli asal Kitakyushu Jepang telah melakukan penelitian habitat mangrove yang ada di Surabaya. Nantinya, hasil dari penelitian itu akan disampaikan dan dibahas secara bersama.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Ini baru diambil akhir bulan kemarin (penelitian) nanti akan dibahas,” terangnya.

Bahkan, kata Rahmad, hasil dari penelitian itu nantinya juga bakal menjadi salah satu acuan bagi Pemkot Surabaya dalam rangka pengembangan Kebun Raya Mangrove. Pasalnya, untuk menjadi Kebun Raya Mangrove, harus memenuhi unsur edukasi, penelitian dan wisata.

“Rencananya Kebun Raya Mangrove Surabaya itu terbesar di asia dan dunia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.