Selasa, 03 Feb 2026 00:43 WIB

GM FKPPI Tekankan Pentingnya Netralitas Aparat dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.
Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

selalu.id - Sinergisitas antara sipil dan aparat merupakan unsur penting dalam stabilitas dan keamanan bernegara. Oleh karenanya, menjaga netralitas aparat menjadi penting dalam menguatkan kepercayaan publik terhadap TNI dan penegak hukum.

"Kepercayaan publik terhadap aparat TNI dan penegak hukum, seperti polisi dan jaksa, selalu tinggi. Namun, kita harus selalu ingat bahwa kepercayaan ini adalah hasil dari proses reformasi panjang yang telah kita jalani," ujar Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

Agoes juga mengingatkan akan kasus Sambo yang menjadi perhatian publik, di mana bawahan dikorbankan. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya menjaga netralitas aparat dengan tidak mengikuti perintah atasan yang melanggar hukum.

"Perintah Kapolri sangat jelas, 'jangan ikuti perintah atasan bila melanggar hukum'. Ini harus menjadi pegangan bagi seluruh anggota aparat penegak hukum," tegasnya.

Selain itu, Agoes menyoroti tanggung jawab yang harus diemban oleh pemimpin dan aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa pemimpin dan kekuasaan akan terus berganti, namun bawahanlah yang akan menerima risikonya jika melanggar hukum. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memegang teguh sumpah-janji anggota dan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya Polri.

"Tentu saja, prajurit TNI sebagai tiang negara juga harus memegang teguh sumpah, tugas, dan kewajiban prajurit serta nilai-nilai yang dianut oleh institusi. Ini merupakan fondasi yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka," ungkap Agoes.

Agoes juga menyoroti pentingnya revolusi mental yang harus dimulai dari kepala hingga ekor. Menurutnya, pemimpin harus memberikan teladan yang baik bagi bawahan dan rakyat.

"Revolusi mental harus dimulai dari atas, dari kepala, dan menyebar ke seluruh jajaran. Pemimpin harus memberikan teladan yang baik dalam menjaga netralitas, integritas, dan moralitas dalam menjalankan tugasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif pada bawahan dan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Kepemimpinan Berganti, Letkol Inf Rifqi Muhammad Suhada Resmi Jabat Dandim 0824 Jember

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.