Kamis, 22 Okt 2026 21:39 WIB

GM FKPPI Tekankan Pentingnya Netralitas Aparat dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.
Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

selalu.id - Sinergisitas antara sipil dan aparat merupakan unsur penting dalam stabilitas dan keamanan bernegara. Oleh karenanya, menjaga netralitas aparat menjadi penting dalam menguatkan kepercayaan publik terhadap TNI dan penegak hukum.

"Kepercayaan publik terhadap aparat TNI dan penegak hukum, seperti polisi dan jaksa, selalu tinggi. Namun, kita harus selalu ingat bahwa kepercayaan ini adalah hasil dari proses reformasi panjang yang telah kita jalani," ujar Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

Agoes juga mengingatkan akan kasus Sambo yang menjadi perhatian publik, di mana bawahan dikorbankan. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya menjaga netralitas aparat dengan tidak mengikuti perintah atasan yang melanggar hukum.

"Perintah Kapolri sangat jelas, 'jangan ikuti perintah atasan bila melanggar hukum'. Ini harus menjadi pegangan bagi seluruh anggota aparat penegak hukum," tegasnya.

Selain itu, Agoes menyoroti tanggung jawab yang harus diemban oleh pemimpin dan aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa pemimpin dan kekuasaan akan terus berganti, namun bawahanlah yang akan menerima risikonya jika melanggar hukum. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memegang teguh sumpah-janji anggota dan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya Polri.

"Tentu saja, prajurit TNI sebagai tiang negara juga harus memegang teguh sumpah, tugas, dan kewajiban prajurit serta nilai-nilai yang dianut oleh institusi. Ini merupakan fondasi yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka," ungkap Agoes.

Agoes juga menyoroti pentingnya revolusi mental yang harus dimulai dari kepala hingga ekor. Menurutnya, pemimpin harus memberikan teladan yang baik bagi bawahan dan rakyat.

"Revolusi mental harus dimulai dari atas, dari kepala, dan menyebar ke seluruh jajaran. Pemimpin harus memberikan teladan yang baik dalam menjaga netralitas, integritas, dan moralitas dalam menjalankan tugasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif pada bawahan dan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Momen GM FKPPI Jatim Beri Talih Asih pada Keluarga Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

Editor : Ading
Berita Terbaru

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.