Senin, 07 Sep 2026 01:28 WIB

GM FKPPI Tekankan Pentingnya Netralitas Aparat dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.
Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

selalu.id - Sinergisitas antara sipil dan aparat merupakan unsur penting dalam stabilitas dan keamanan bernegara. Oleh karenanya, menjaga netralitas aparat menjadi penting dalam menguatkan kepercayaan publik terhadap TNI dan penegak hukum.

"Kepercayaan publik terhadap aparat TNI dan penegak hukum, seperti polisi dan jaksa, selalu tinggi. Namun, kita harus selalu ingat bahwa kepercayaan ini adalah hasil dari proses reformasi panjang yang telah kita jalani," ujar Wakil Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI), Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

Agoes juga mengingatkan akan kasus Sambo yang menjadi perhatian publik, di mana bawahan dikorbankan. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya menjaga netralitas aparat dengan tidak mengikuti perintah atasan yang melanggar hukum.

"Perintah Kapolri sangat jelas, 'jangan ikuti perintah atasan bila melanggar hukum'. Ini harus menjadi pegangan bagi seluruh anggota aparat penegak hukum," tegasnya.

Selain itu, Agoes menyoroti tanggung jawab yang harus diemban oleh pemimpin dan aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa pemimpin dan kekuasaan akan terus berganti, namun bawahanlah yang akan menerima risikonya jika melanggar hukum. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memegang teguh sumpah-janji anggota dan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya Polri.

"Tentu saja, prajurit TNI sebagai tiang negara juga harus memegang teguh sumpah, tugas, dan kewajiban prajurit serta nilai-nilai yang dianut oleh institusi. Ini merupakan fondasi yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka," ungkap Agoes.

Agoes juga menyoroti pentingnya revolusi mental yang harus dimulai dari kepala hingga ekor. Menurutnya, pemimpin harus memberikan teladan yang baik bagi bawahan dan rakyat.

"Revolusi mental harus dimulai dari atas, dari kepala, dan menyebar ke seluruh jajaran. Pemimpin harus memberikan teladan yang baik dalam menjaga netralitas, integritas, dan moralitas dalam menjalankan tugasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif pada bawahan dan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Momen GM FKPPI Jatim Beri Talih Asih pada Keluarga Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.