Sabtu, 06 Jun 2026 12:46 WIB

Momen GM FKPPI Jatim Beri Talih Asih pada Keluarga Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

selalu.id - Suasana duka menyelimuti rumah sederhana keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Jawa Tengah.

Di bawah tenda duka yang berdiri di halaman rumah, kursi-kursi dipenuhi pelayat yang datang silih berganti.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Karangan bunga berjejer di depan rumah, sementara isak tangis keluarga pecah di antara doa-doa yang terus dipanjatkan.

Dari tempat ini, duka itu terasa nyata, bukan sekadar kabar dari medan jauh, tetapi kehilangan yang hadir di tengah masyarakat.

Di tengah suasana tersebut, perwakilan GM FKPPI Jawa Timur hadir untuk menyampaikan duka cita sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran ini menjadi simbol bahwa keluarga besar TNI/Polri berdiri bersama dalam setiap pengorbanan prajurit.

Duka ini semakin dalam hingga hari ini, Selasa, 31 Maret 2026, tercatat tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Ketiganya merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan mandat internasional untuk menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.

Ketua GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto menegaskan bahwa gugurnya prajurit TNI dalam misi tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa, karena menyangkut prinsip dasar hukum humaniter internasional.

“Prajurit kita di sana adalah penjaga perdamaian, bukan kombatan. Mereka menjalankan mandat dunia, bukan terlibat dalam pertempuran. Karena itu, setiap serangan terhadap mereka adalah pelanggaran serius terhadap prinsip non-kombatan dalam Konvensi Jenewa,” tegas Agoes, Selasa (31/3/2026).

Ia menekankan bahwa status pasukan UNIFIL sebagai penjaga perdamaian menjadikan mereka pihak yang harus dilindungi dalam hukum internasional.

Serangan terhadap mereka bukan hanya melanggar norma, tetapi juga mencederai sistem keamanan internasional yang dibangun untuk menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga: Kuota Petugas Haji TNI-Polri Naik Lebih dari 100 Persen

“Kami mengecam dengan sangat keras Israel. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat. Ini bukan sekadar konflik, ini pelanggaran terhadap hukum internasional dan terhadap prinsip kemanusiaan. Negara tidak boleh diam dan tidak boleh setengah hati dalam menyikapinya,” jelas Agoes.

Menurutnya, peristiwa ini juga harus dilihat dalam konteks sikap politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Indonesia tidak berpihak dalam konflik, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian dunia, termasuk melalui pengiriman pasukan dalam misi PBB.

“Indonesia hadir di Lebanon bukan untuk berperang, tetapi untuk menjaga perdamaian. Itu adalah wujud nyata politik bebas aktif kita. Ketika prajurit kita yang menjalankan mandat perdamaian justru menjadi korban, maka negara wajib bersikap lebih tegas, lebih aktif, dan lebih berani di forum internasional,” tegasnya.

Agoes menilai, gugurnya tiga prajurit TNI harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatiknya, termasuk menyuarakan kecaman yang lebih keras dan mendorong akuntabilitas di tingkat global.

“Ini menyangkut kehormatan bangsa. Negara harus menyampaikan kecaman keras, menuntut pertanggungjawaban, dan memastikan bahwa keselamatan prajurit kita menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada ruang abu-abu,” ujarnya.

Baca Juga: Kepemimpinan Berganti, Letkol Inf Rifqi Muhammad Suhada Resmi Jabat Dandim 0824 Jember

Agoes juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan di wilayah konflik, termasuk menyiapkan langkah kontinjensi jika situasi semakin memburuk.

“Keselamatan prajurit adalah hukum tertinggi. Negara harus berani mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan penarikan pasukan dari Lebanon apabila kondisi tidak lagi aman. Jangan sampai duka ini bertambah panjang,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris GM FKPPI Jawa Timur, Didik Prasetiyono menambahkan bahwa tragedi ini menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik global dapat berdampak langsung terhadap keselamatan personel Indonesia.

“Ini duka yang sangat dalam. Kehadiran kami di Kulon Progo adalah bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Agoes Soerjanto menegaskan bahwa pengorbanan prajurit tidak boleh berhenti pada belasungkawa semata.

“Dari rumah sederhana di Kulon Progo ini, kita diingatkan bahwa harga dari perdamaian adalah pengorbanan nyata. Negara harus hadir lebih tegas, lebih aktif, dan lebih melindungi prajuritnya di mana pun mereka bertugas,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.