Rabu, 21 Okt 2026 06:39 WIB

Momen GM FKPPI Jatim Beri Talih Asih pada Keluarga Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

selalu.id - Suasana duka menyelimuti rumah sederhana keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Jawa Tengah.

Di bawah tenda duka yang berdiri di halaman rumah, kursi-kursi dipenuhi pelayat yang datang silih berganti.

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Karangan bunga berjejer di depan rumah, sementara isak tangis keluarga pecah di antara doa-doa yang terus dipanjatkan.

Dari tempat ini, duka itu terasa nyata, bukan sekadar kabar dari medan jauh, tetapi kehilangan yang hadir di tengah masyarakat.

Di tengah suasana tersebut, perwakilan GM FKPPI Jawa Timur hadir untuk menyampaikan duka cita sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran ini menjadi simbol bahwa keluarga besar TNI/Polri berdiri bersama dalam setiap pengorbanan prajurit.

Duka ini semakin dalam hingga hari ini, Selasa, 31 Maret 2026, tercatat tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Ketiganya merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan mandat internasional untuk menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.

Ketua GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto menegaskan bahwa gugurnya prajurit TNI dalam misi tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa, karena menyangkut prinsip dasar hukum humaniter internasional.

“Prajurit kita di sana adalah penjaga perdamaian, bukan kombatan. Mereka menjalankan mandat dunia, bukan terlibat dalam pertempuran. Karena itu, setiap serangan terhadap mereka adalah pelanggaran serius terhadap prinsip non-kombatan dalam Konvensi Jenewa,” tegas Agoes, Selasa (31/3/2026).

Ia menekankan bahwa status pasukan UNIFIL sebagai penjaga perdamaian menjadikan mereka pihak yang harus dilindungi dalam hukum internasional.

Serangan terhadap mereka bukan hanya melanggar norma, tetapi juga mencederai sistem keamanan internasional yang dibangun untuk menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga: Kuota Petugas Haji TNI-Polri Naik Lebih dari 100 Persen

“Kami mengecam dengan sangat keras Israel. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat. Ini bukan sekadar konflik, ini pelanggaran terhadap hukum internasional dan terhadap prinsip kemanusiaan. Negara tidak boleh diam dan tidak boleh setengah hati dalam menyikapinya,” jelas Agoes.

Menurutnya, peristiwa ini juga harus dilihat dalam konteks sikap politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Indonesia tidak berpihak dalam konflik, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian dunia, termasuk melalui pengiriman pasukan dalam misi PBB.

“Indonesia hadir di Lebanon bukan untuk berperang, tetapi untuk menjaga perdamaian. Itu adalah wujud nyata politik bebas aktif kita. Ketika prajurit kita yang menjalankan mandat perdamaian justru menjadi korban, maka negara wajib bersikap lebih tegas, lebih aktif, dan lebih berani di forum internasional,” tegasnya.

Agoes menilai, gugurnya tiga prajurit TNI harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatiknya, termasuk menyuarakan kecaman yang lebih keras dan mendorong akuntabilitas di tingkat global.

“Ini menyangkut kehormatan bangsa. Negara harus menyampaikan kecaman keras, menuntut pertanggungjawaban, dan memastikan bahwa keselamatan prajurit kita menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada ruang abu-abu,” ujarnya.

Baca Juga: Kepemimpinan Berganti, Letkol Inf Rifqi Muhammad Suhada Resmi Jabat Dandim 0824 Jember

Agoes juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan di wilayah konflik, termasuk menyiapkan langkah kontinjensi jika situasi semakin memburuk.

“Keselamatan prajurit adalah hukum tertinggi. Negara harus berani mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan penarikan pasukan dari Lebanon apabila kondisi tidak lagi aman. Jangan sampai duka ini bertambah panjang,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris GM FKPPI Jawa Timur, Didik Prasetiyono menambahkan bahwa tragedi ini menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik global dapat berdampak langsung terhadap keselamatan personel Indonesia.

“Ini duka yang sangat dalam. Kehadiran kami di Kulon Progo adalah bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Agoes Soerjanto menegaskan bahwa pengorbanan prajurit tidak boleh berhenti pada belasungkawa semata.

“Dari rumah sederhana di Kulon Progo ini, kita diingatkan bahwa harga dari perdamaian adalah pengorbanan nyata. Negara harus hadir lebih tegas, lebih aktif, dan lebih melindungi prajuritnya di mana pun mereka bertugas,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.