Kamis, 23 Jul 2026 00:43 WIB

Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Megawati: Wajah Keadilan Sejati

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 18 Okt 2023 11:20 WIB
Mahfud MD resmi jadi Cawapres dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Mahfud MD resmi jadi Cawapres dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

 selalu.id - Mohammad Mahfud Mahmodin alias Mahfud MD resmi menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Capres usungan PDI Perjuangan bersama koalisi yakni Ganjar Pranowo. Peresmian itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, di Kantor DPP PDIP, Jalan Dipenogoro, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2023).

Dalam sambutannya, Megawati mengatakan kriteria utama yang harus ada pada diri Cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo adalah sosok yang dibutuhkan Indonesia, yakni sosok pemimpin yang telah begitu banyak ditempa keteguhannya, setia pada prinsip Pancasila, dan mudah tersentuh dengan penderitaan rakyat.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Megawati pun mengatakan bahwa pengambilan keputusan ini merupakan upaya panjang yang penuh kontemplasi.

"Saya tidak bisa begitu mudah mengambil keputusan untuk menentukan siapa sosok yang tepat mendampingi pak Ganjar Pranowo. Setelah kontemplasi panjang, saya telah mantab mengambil keputusan, Calon Wakil Presiden yang dipilih PDIP adalah Mahfud MD," tegas Megawati.

Untuk itu, ia menilai bahwa Mahfud MD merupakan sosok yang penuh dengan pengalaman, baik dalam eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Megawati juga melihat bahwa Mahfud MD merupakan sosok yang jujur, bernyali, dan komitmennya dalam berideologi tidak perlu diragukan lagi. Mahfud MD dalam pandangan Megawati juga bisa menjadi wasit yang baik di tengah persaingan politik dan bisnis yang sering kali dirasakan tidak adil.

"Prof Mahfud juga dikenal masyarakat sebagai Pendekar Hukum dan Pembela Wong Cilik. Beliau sosok yang kami tugaskan untuk melaksanakan reformasi sistem hukum nasional agar tampil wajah keadilan sejati," ujar Megawati.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Dengan pandangan-pandangan itu, Megawati pun meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

"Bergandengnya Pak Ganjar dan Pak Mahfud ini akan menyuburkan demokrasi negeri dan bertindak sebagai sahabat rakyat. Insyaallah mereka lahir, tumbuh dan menjadi mumpuni karena doa penuh kasih dari ibu-ibu sejak dalam kandungan. Karena kasih ibu pertiwi selalu menginginkan yang terbaik untuk negeri. Semoga Allah YME meridhoi perjuangan kita," tukas Megawati mengakhiri pidatonya.

 

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.