Sabtu, 05 Sep 2026 21:59 WIB

Alumnus Teknik Lingkungan ITS Tuntut Penetapan Tersangka Kebakaran Bromo Tak Berhenti di WO

Kebakaran di Gunung Bromo
Kebakaran di Gunung Bromo

selalu.id - Kebakaran yang terjadi di padang savana Gunung Bromo masih belum bisa sepenuhnya dipadamkan. Pasangan calon pengantin yang melakukan prewedding di Gunung Bromo, yang menyebabkan kebakaran pun mendapat kecaman banyak pihak. Sebab kebakaran itu tidak hanya merusak keindahan alam Bromo, tapi juga habitat yang ada di dalamnya.

Alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Agatha Retnosari menuntut agar semua pihak yang terlibat dalam kelalaian hingga menyebabkan kebakaran diperiksa. Bahkan penetapan tersangka tidak terbatas pada wedding organizer (WO) saja.

Baca Juga: Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

"Dunia tahu kalau Gunung Bromo adalah destinasi alam yang sangat cantik. Tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi diseluruh dunia. Banyak wisatawan mancanegara datang untuk melihat keindahannya. Tapi karena kecerobohan pasangan calon pengantin, keindahan Bromo telah rusak," ujar Agatha, dikonfirmasi, Selasa (12/9/2023).

Agatha mengapresiasi langkah cepat Polres Probolinggo dalam menangani kasus ini. Namun pihaknya meminta agar penetapan tersangka tidak hanya berhenti pada wedding organizernya saja, tapi juga pasangan pengantinnya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk efek jera.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

"Kerusakan alam yang diakibatkan mereka itu sangat luar biasa. Tim gabungan hingga kesulitan memadamkan api. Bahkan harus mendatangkan helikopter untuk melakukan water bombing sebagai upaya pemadaman. Dan sampai sekarang belum bisa teratasi sepenuhnya," ungkapnya.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, Bromo selain sebagai destinasi unggulan Jatim dan Indonesia, juga sebagai tempat konservasi, perlindungan flora dan satwa. Jika terjadi kebakaran flora dan satwa pasti banyak yang mati.

"Tak terhitung kerugian yang timbul akibat kebakaran ini. Tidak hanya rusaknya alam, tapi juga telah merusak pipa air untuk enam desa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tentu hal ini sudah bisa menjadi dasar kepolisian untuk mengusut lebih dalam," katanya.

Baca Juga: Bromo Kembali Terbakar, Api Merembet ke Arah Jembatan Kaca hingga Villa

Dengan adanya kejadian ini, Agatha berharap semua pasangan calon pengantin untuk lebih berhati-hati dan dewasa dalam menyiapkan foto preweding. Ada banyak lokasi yang indah di Jatim yang bisa jadi spot foto prewedding tanpa membahayakan lingkungan.

"Ada banyak ide foto prewedding selain main api di gunung. Apalagi sekarang ini sedang musim kemarau panjang. Jadi sangat berbahaya bermain-main dengan api. Jawa Timur itu menyimpan banyak keindahan alam yang bisa dieksplor untuk foto preweding. Jangan sampai ide foto preweding membahayakan orang lain dan diri sendiri," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.