Inovasi Pemetaan Gizi Buruk Mahasiswa Untag Sajikan Detail Temuan Kasus Lebih Akurat
- Penulis : Ading
- | Rabu, 16 Agu 2023 11:49 WIB
selalu.id - Seorang Mahasiswa Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik Untag Surabaya Rizky Fajar Hidayat membuat sebuah inovasi menggunakan algoritma K-means Clustering.
K-means Clustering adalah peta penyebaran gizi buruk di wilayah Jatim. Dengan detail mengenai kondisi potensi gizi buruk di Jatim akan dimunculkan secara kumulatif.
Fajar menjelaskan inovasi itu bertujuan memperbaiki sistem pemetaan penyebaran gizi buruk yang dimiliki Dinas Kesehatan Jatim, di mana masih bersifat akumulatif yang hanya menampilkan angka dan data.
“Penelitian ini dilatarbelakangi sistem informasi gizi buruk milik Dinkes Jatim yang masih sekadar menampilkan angka-angka dan data yang sifatnya akumulatif,” kata Fajar, Selasa (15/8).
"Saya menciptakan sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk di wilayah Jatim dengan penambahan bentuk visualisasi,” ujar mahasiswa bimbingan Supangat itu.
Platform yang dibuatnya memiliki keunggulan sistem informasi untuk menampilkan dalam bentuk visualisasi peta. Selain itu, bisa melihat detail penyebaran dan tingkat penyebaran di suatu daerah.
Dengan menggunakan algoritma K-means Clustering, sistem informasi gizi buruk bisa memungkinkan untuk menampilkan pengelompokan wilayah kasus penyebaran gizi buruk di Jatim.
“Dengan algoritma itu bisa menghasilkan tiga klaster wilayah dengan tingkat kerentanan kasus penyebaran gizi buruk berdasarkan kota atau kabupaten, yakni tingkat tertinggi, rentan, dan rendah,” jelasnya.
Sistem informasi tersebut menggunakan laman dengan berbagai fitur yang inovatif, salah satunya fitur pelaporan.
"Aplikasi ini dijalankan melalui website. Pada halaman utama terdapat peta visualisasi titik penyebaran gizi buruk beserta detail penyebarannya," ucapnya.
Selain itu, laman ini dilengkapi dengan fitur pelaporan sehingga para pengguna dapat memasukan data gizi buruk secara mandiri yang kemudian nanti divalidasi oleh admin ke peta di halaman utama.
Fajar berharap dengan adanya sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pemerintah untuk melihat kasus-kasus gizi buruk.
"Semoga adanya sistem ini dapat meminimalisir penyebaran gizi buruk di Jatim. Masyarakat dapat melihat dan melapor, juga Dinkes Jatim dapat melakukan peninjauan dan analisis yang jauh lebih baik," pungkasnya.
Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila
Editor : Redaksi