Senin, 02 Feb 2026 11:09 WIB

Ketua Komisi D Surabaya Desak Dispendik Segera Bagikan Seragam Gratis Siswa Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Agu 2023 17:18 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Komisi D DPRD Surabaya meminta kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) segera membagikan seragam gratis untuk siswa dari Keluarga Miskin (Gamis).

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah menegaskan bahwa seragam sekolah gratis untuk siswa gamis telah disiapkan sesaat usai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh Dispendik dan harus segera diberikan maksimal hingga akhir Agustus 2023.

Baca Juga: Beasiswa UKT Disesuaikan Rp 2,5 Juta, DPRD Surabaya Peringatkan Pemkot

"Jika kita bicara idealnya, usai proses PPDB (penerimaan peserta didik baru) selesai, maka seragamnya bisa diberikan kepada siswa tidak mampu. Makanya, kami minta akhir Agustus ini anak-anak sudah berseragam semua," kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (9/8/2023).

Menurutnya, saat ini masing-masing sekolah sudah mulai memasukkan data siswa yang diterima di sekolah masing-masing. Sehingga, pihaknya mendorong Dispendik untuk mempercepat pembagian seragam bagi siswa-siswi dari gamis yang sudah tercatat di Pemkot Surabaya.

"Seragam gratis ini bagian dari hak siswa yang harus diterima dari keluarga miskin. Jangan sampai anak-anak ini menunggu terlalu lama, karena dikhawatirkan akan berdampak pada psikologi anak. Sebab tidak memakai seragam," ujarnya.

Agar distribusi seragam ini bisa segera terlaksana, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini meminta Dispendik untuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait pengadaan seragam yang melibatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Baca Juga: Bahasa Inggris Wajib 2027, Pemkot Surabaya Klaim Sudah Jalankan Program Sejak PAUD

"Saya mengingatkan betul Dispendik Surabaya untuk berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, agar memastikan kualitas bahan seragam. Termasuk ukurannya," tegas Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Berdasarkan catatan Komisi D saat rapat beberapa waktu lalu dengan Dispendik Surabaya, Khusnul, mengungkapkan ada beberapa masalah yang harus diperhatikan dengan serius, yakni masalah ukuran seragam sekolah. Banyak siswa yang mengeluh ukurannya tidak sesuai dengan kondisi badan anak. Ada yang kekecilan, ada pula yang kebesaran.

"Sebaiknya, UMKM yang dilibatkan penyediakan seragam sekolah adalah UMKM yang berada disekitar sekolah, sebagai bentuk upaya penguatan program padat karya. Jadi program ini kemanfaatannya kembali ke masyarakat Surabaya," terangnya

Baca Juga: Seragam Bantuan Siswa Miskin Berbeda Warna, DPRD Surabaya Soroti Potensi Diskriminasi

Terkait anggaran seragam ini, tambah Khusnul, masuk dalam nomenklatur kegiatan personil.

"Untuk sekolah dasar total anggarannya sebesar Rp290 miliar, sedangkan sekolah menengah Rp150 miliar," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.