Selasa, 20 Okt 2026 08:16 WIB

Ketua Komisi D Surabaya Desak Dispendik Segera Bagikan Seragam Gratis Siswa Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Agu 2023 17:18 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Komisi D DPRD Surabaya meminta kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) segera membagikan seragam gratis untuk siswa dari Keluarga Miskin (Gamis).

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah menegaskan bahwa seragam sekolah gratis untuk siswa gamis telah disiapkan sesaat usai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh Dispendik dan harus segera diberikan maksimal hingga akhir Agustus 2023.

Baca Juga: Siswa PAUD-TK di Surabaya Bakal Terima Beasiswa, Ini Nominal dan Kriteria yang Dapat

"Jika kita bicara idealnya, usai proses PPDB (penerimaan peserta didik baru) selesai, maka seragamnya bisa diberikan kepada siswa tidak mampu. Makanya, kami minta akhir Agustus ini anak-anak sudah berseragam semua," kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (9/8/2023).

Menurutnya, saat ini masing-masing sekolah sudah mulai memasukkan data siswa yang diterima di sekolah masing-masing. Sehingga, pihaknya mendorong Dispendik untuk mempercepat pembagian seragam bagi siswa-siswi dari gamis yang sudah tercatat di Pemkot Surabaya.

"Seragam gratis ini bagian dari hak siswa yang harus diterima dari keluarga miskin. Jangan sampai anak-anak ini menunggu terlalu lama, karena dikhawatirkan akan berdampak pada psikologi anak. Sebab tidak memakai seragam," ujarnya.

Agar distribusi seragam ini bisa segera terlaksana, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini meminta Dispendik untuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait pengadaan seragam yang melibatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Baca Juga: Beasiswa UKT Disesuaikan Rp 2,5 Juta, DPRD Surabaya Peringatkan Pemkot

"Saya mengingatkan betul Dispendik Surabaya untuk berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, agar memastikan kualitas bahan seragam. Termasuk ukurannya," tegas Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Berdasarkan catatan Komisi D saat rapat beberapa waktu lalu dengan Dispendik Surabaya, Khusnul, mengungkapkan ada beberapa masalah yang harus diperhatikan dengan serius, yakni masalah ukuran seragam sekolah. Banyak siswa yang mengeluh ukurannya tidak sesuai dengan kondisi badan anak. Ada yang kekecilan, ada pula yang kebesaran.

"Sebaiknya, UMKM yang dilibatkan penyediakan seragam sekolah adalah UMKM yang berada disekitar sekolah, sebagai bentuk upaya penguatan program padat karya. Jadi program ini kemanfaatannya kembali ke masyarakat Surabaya," terangnya

Baca Juga: Bahasa Inggris Wajib 2027, Pemkot Surabaya Klaim Sudah Jalankan Program Sejak PAUD

Terkait anggaran seragam ini, tambah Khusnul, masuk dalam nomenklatur kegiatan personil.

"Untuk sekolah dasar total anggarannya sebesar Rp290 miliar, sedangkan sekolah menengah Rp150 miliar," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).