Rabu, 22 Jul 2026 10:04 WIB

153 Ribu Warga Surabaya Obesitas, Ini Langkah Dinkes

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Agu 2023 14:19 WIB
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat total sebanyak 153.476 warga Surabaya mengalami resiko obesitas. Angka tersebut merupakan kalkulasi pada catatan Indeks Massa Tubuh > 25 per Juni 2023.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna mengatakan bahwa selama ini pihaknya intens memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah obesitas dengan memberikan penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan.

"Upaya yang dilakukan melalui KIE berupa sosialisasi tentang faktor risiko obesitas dan bahaya obesitas bagi kesehatan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, media sosial, elektronik dan lainnya," kata Nanik, Jumat (4/8/2023).

Dinkes Surabaya juga memberikan edukasi tentang makanan seimbang. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau dan mengarahkan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin di Puskesmas dan layanan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pos Bindu) di masing-masing wilayah.

"Sosialisasi juga dilakukan melalui imbauan agar menghindari masyarakat Makanan Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK)," ujarnya.

Antisipasi terkait obesitas di Surabaya juga dilakukan melalui Puskesmas di setiap wilayah

Dengan sosialisasi itu mulai dari kegiatan penyuluhan bagi kader dan masyarakat umum, kegiatan pemeriksaan terpadu (Bindu) serta pemeriksaan Terpadu Jiwa, Rokok dan Narkoba (Bindu Jirona).

"Sosialisasi juga dilakukan pada kegiatan pertemuan rutin lainnya di masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan RT/RW, kelurahan dan lainnya," ungkapnya.

Menurut dia, faktor risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25) lebih rentan terkena pada kelompok usia >18 tahun.

Seperti sebelumnya pria berinisial S (51) warga asal Kelurahan Kapasmadya Baru, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Sebelumnya, pria tersebut harus dievakuasi oleh Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit pada Selasa, (1/8/2023) lalu.

"Intervensi yang dilakukan terhadap pasien tersebut oleh Tim TGC yaitu telah dilakukan evakuasi dan merujuk pasien ke RSUD dr Soetomo," ungkap Nanik.

Selain membantu evakuasi ke rumah sakit, Nanik juga memastikan, bahwa pihaknya melakukan monitoring perkembangan kesehatan pria itu secara intensif. Monitoring akan dilakukan selama perawatan serta koordinasi dengan layanan rujukan.

"Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang kontrol rutin ke Puskesmas. Akan tetapi obat yang diresepkan tidak diminum secara teratur oleh pasien," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.