Sabtu, 24 Okt 2026 18:53 WIB

153 Ribu Warga Surabaya Obesitas, Ini Langkah Dinkes

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Agu 2023 14:19 WIB
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat total sebanyak 153.476 warga Surabaya mengalami resiko obesitas. Angka tersebut merupakan kalkulasi pada catatan Indeks Massa Tubuh > 25 per Juni 2023.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristisna mengatakan bahwa selama ini pihaknya intens memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah obesitas dengan memberikan penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan.

"Upaya yang dilakukan melalui KIE berupa sosialisasi tentang faktor risiko obesitas dan bahaya obesitas bagi kesehatan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, media sosial, elektronik dan lainnya," kata Nanik, Jumat (4/8/2023).

Dinkes Surabaya juga memberikan edukasi tentang makanan seimbang. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau dan mengarahkan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin di Puskesmas dan layanan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pos Bindu) di masing-masing wilayah.

"Sosialisasi juga dilakukan melalui imbauan agar menghindari masyarakat Makanan Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK)," ujarnya.

Antisipasi terkait obesitas di Surabaya juga dilakukan melalui Puskesmas di setiap wilayah

Dengan sosialisasi itu mulai dari kegiatan penyuluhan bagi kader dan masyarakat umum, kegiatan pemeriksaan terpadu (Bindu) serta pemeriksaan Terpadu Jiwa, Rokok dan Narkoba (Bindu Jirona).

"Sosialisasi juga dilakukan pada kegiatan pertemuan rutin lainnya di masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan RT/RW, kelurahan dan lainnya," ungkapnya.

Menurut dia, faktor risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25) lebih rentan terkena pada kelompok usia >18 tahun.

Seperti sebelumnya pria berinisial S (51) warga asal Kelurahan Kapasmadya Baru, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Sebelumnya, pria tersebut harus dievakuasi oleh Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit pada Selasa, (1/8/2023) lalu.

"Intervensi yang dilakukan terhadap pasien tersebut oleh Tim TGC yaitu telah dilakukan evakuasi dan merujuk pasien ke RSUD dr Soetomo," ungkap Nanik.

Selain membantu evakuasi ke rumah sakit, Nanik juga memastikan, bahwa pihaknya melakukan monitoring perkembangan kesehatan pria itu secara intensif. Monitoring akan dilakukan selama perawatan serta koordinasi dengan layanan rujukan.

"Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang kontrol rutin ke Puskesmas. Akan tetapi obat yang diresepkan tidak diminum secara teratur oleh pasien," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.

Harga Gabah Tembus 8.000, Petani Untung di Tengah Panen Raya Nganjuk

Mereka berharap tren harga tinggi ini bertahan hingga akhir musim panen, agar bisa menutupi biaya produksi yang juga ikut naik.

8 Rekomendasi Wisata Cocok Buat Liburan Keluarga di Mojokerto

Mulai dari kolam air biasa, air panas alami, sampai waterpark mini, semua ada.

Sejarah, Veda Ega Pratama Pole Position di Moto3 Phillip Island Australia

Besok Veda start di posisi pertama.

Top 5 Berita: Jejak Soetomo hingga Imam Mahdi di Bangkalan

Pembaca mencari berita tentang sejarah, pemerintahan dan kriminal.