Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 19:52 WIB
Penampakan dapur SPPG Tembok Dukuh yang ditunjukkan saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Penampakan dapur SPPG Tembok Dukuh yang ditunjukkan saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya membongkar sejumlah dugaan pelanggaran sanitasi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya yang menjadi pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kasus keracunan ratusan siswa.

Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengungkapkan, sampel yang paling dicurigai dalam kasus tersebut adalah daging yang diolah sebagai menu MBG.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

“Kami mengambil sampel yang paling dicurigai, dan dari seluruh sampel itu yang paling diduga adalah daging,” ungkapnya saat hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Dari penelusuran proses pengolahan, Dinkes menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya daging beku yang dicairkan (defrost) di area yang dinilai tidak higienis.

Lalu, tempat pencucian daging yang menggunakan ember air mengalir biasa, serta adanya celah pada sekat bagian bawah bangunan yang dinilai berpotensi menjadi akses tikus masuk ke area pengolahan makanan.

“Daging itu dalam keadaan beku, lalu didefrost di area yang tidak bersih. Proses pencairannya sekitar dua jam, baru setelah itu layak dipotong karena sebelumnya masih beku,” jelas Billy.

Selama proses pencairan tersebut, kondisi lingkungan dapur disebut banyak lalat beterbangan. Meski tersedia alat penangkap serangga, Billy menilai alat itu tidak memenuhi standar.

Baca Juga: Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

“Dia punya insect trap, tapi tidak sesuai standar. Hanya lampu tanpa perangkap. Jadi lalat datang lalu keluar lagi,” katanya.

Tak hanya itu, pintu masuk dapur juga disebut tidak dilengkapi tirai plastik penghalang yang lazim digunakan untuk mencegah serangga keluar masuk area pengolahan makanan.

“Pintu masuk dapur seharusnya ada penghalang plastik, tapi itu juga tidak ada. Jadi sangat memudahkan serangga keluar masuk,” tegasnya.

Temuan tersebut menambah daftar catatan setelah sebelumnya SPPG Tembok Dukuh diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), syarat penting dalam operasional dapur MBG.

Baca Juga: 15 Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Mojokerto

Dinkes juga mencatat hasil inspeksi kesehatan lingkungan pada 11 Mei 2026 hanya meraih nilai 81,85 persen dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Kasus ini sendiri menyebabkan 210 orang terdampak, mayoritas siswa dari sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tembok Dukuh.

Sebanyak 135 orang sempat menjalani penanganan di RS IBI, terdiri dari 128 rawat jalan dan tujuh rawat inap. Dari total korban, 202 orang mengalami gejala ringan dan delapan lainnya gejala sedang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.