Kamis, 03 Sep 2026 11:17 WIB

210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 19:52 WIB
Penampakan dapur SPPG Tembok Dukuh yang ditunjukkan saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Penampakan dapur SPPG Tembok Dukuh yang ditunjukkan saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya membongkar sejumlah dugaan pelanggaran sanitasi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya yang menjadi pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kasus keracunan ratusan siswa.

Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengungkapkan, sampel yang paling dicurigai dalam kasus tersebut adalah daging yang diolah sebagai menu MBG.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

“Kami mengambil sampel yang paling dicurigai, dan dari seluruh sampel itu yang paling diduga adalah daging,” ungkapnya saat hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Dari penelusuran proses pengolahan, Dinkes menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya daging beku yang dicairkan (defrost) di area yang dinilai tidak higienis.

Lalu, tempat pencucian daging yang menggunakan ember air mengalir biasa, serta adanya celah pada sekat bagian bawah bangunan yang dinilai berpotensi menjadi akses tikus masuk ke area pengolahan makanan.

“Daging itu dalam keadaan beku, lalu didefrost di area yang tidak bersih. Proses pencairannya sekitar dua jam, baru setelah itu layak dipotong karena sebelumnya masih beku,” jelas Billy.

Selama proses pencairan tersebut, kondisi lingkungan dapur disebut banyak lalat beterbangan. Meski tersedia alat penangkap serangga, Billy menilai alat itu tidak memenuhi standar.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

“Dia punya insect trap, tapi tidak sesuai standar. Hanya lampu tanpa perangkap. Jadi lalat datang lalu keluar lagi,” katanya.

Tak hanya itu, pintu masuk dapur juga disebut tidak dilengkapi tirai plastik penghalang yang lazim digunakan untuk mencegah serangga keluar masuk area pengolahan makanan.

“Pintu masuk dapur seharusnya ada penghalang plastik, tapi itu juga tidak ada. Jadi sangat memudahkan serangga keluar masuk,” tegasnya.

Temuan tersebut menambah daftar catatan setelah sebelumnya SPPG Tembok Dukuh diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), syarat penting dalam operasional dapur MBG.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Dinkes juga mencatat hasil inspeksi kesehatan lingkungan pada 11 Mei 2026 hanya meraih nilai 81,85 persen dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Kasus ini sendiri menyebabkan 210 orang terdampak, mayoritas siswa dari sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tembok Dukuh.

Sebanyak 135 orang sempat menjalani penanganan di RS IBI, terdiri dari 128 rawat jalan dan tujuh rawat inap. Dari total korban, 202 orang mengalami gejala ringan dan delapan lainnya gejala sedang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.