Senin, 19 Okt 2026 02:51 WIB

Akankah Media Sosial Baru Threads Menggulingkan Twitter? Simak Ulasan Pakar Unair Berikut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Jul 2023 09:44 WIB
Aplikasi media sosial Threads
Aplikasi media sosial Threads

selalu.id - Beberapa minggu yang lalu warganet ramai memperbincangkan kehadiran media sosial baru rilisan Meta, yaitu Threads yang mampu meraih lebih dari 100 juta pengguna hanya dalam lima hari.

Bahkan, Threads digadang-gadang akan menyaingi media sosial berbasis teks pendahulunya yakni Twitter.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Studi Media Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dra Rachmah Ida MCom PhD menyebutkan bahwa persaingan merupakan hal yang wajar dalam industri media. Selain itu, Threads sebenarnya tidak hanya bersaing dengan Twitter, namun juga media sosial yang lain.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

"Dalam lingkup ekonomi digital, sebenarnya semua media sosial dibuat bersaing untuk mendapatkan pengguna sebanyak-banyaknya. Hal ini disebabkan karena industri digital media sama halnya dengan industri media massa mainstream, dimana sumber pendapatannya berasal dari pelanggan, serta iklan," ungkap prof Rachmah

Dosen UNAIR yang masuk dalam Top 100 Scientist Social Sciences versi AD Scientific Index ini juga mengungkapkan, meski awalnya ikut-ikutan mendaftar media sosial baru karena sekedar penasaran, Threads masih memiliki potensi untuk tetap bertahan dalam industri media.

Menurut Prof Ida, fakta bahwa Threads yang merupakan buatan dari salah satu Tech Giant, semakin memuluskan jalannya untuk bersaing dengan media sosial lain.

Baca Juga: Rekomendasi Headset Olahraga Terbaik dan Murah dengan Harga Mulai Rp200 Ribuan

Bila dilihat secara historikal, media sosial kenamaan seperti Twitter awalnya mulai diminati karena banyaknya politikus serta pemimpin dunia yang bergabung.

"Orang-orang mulai ikut-ikutan masuk ke media sosial itu karena merasa dapat mengikuti dan mengomentari isu global dengan mudah, merasa bagian dari network pemimpin dunia," sebut profesor kajian media pertama di Indonesia itu.

Memiliki tampilan serta fitur-fitur yang hampir sama, pengguna Threads bisa jadi menyenangi atau mencari hal-hal yang ditemukan di Twitter.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

"Kalau ke depannya yang disukai pengguna adalah membangun networks seperti di Twitter, maka dibutuhkan fitur yang dapat meningkatkan interaktivitas dengan lebih cepat," sebutnya.

Tak hanya interaktivitas, Prof Rachmah menambahkan bahwa Twitter diakui memiliki lebih banyak varian platform yang disediakan, sebut saja fanbase, roleplay, dan anonimitas yang digandrungi kawula muda untuk
mengekspresikan diri mereka dengan bebas..

"Namun kembali lagi, sukses atau tidaknya sebuah media sosial dapat dilihat dari bagaimana pengembang media sosial dapat memahami tren yang disukai oleh masyarakat," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.