Senin, 02 Feb 2026 01:20 WIB

Akankah Media Sosial Baru Threads Menggulingkan Twitter? Simak Ulasan Pakar Unair Berikut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Jul 2023 09:44 WIB
Aplikasi media sosial Threads
Aplikasi media sosial Threads

selalu.id - Beberapa minggu yang lalu warganet ramai memperbincangkan kehadiran media sosial baru rilisan Meta, yaitu Threads yang mampu meraih lebih dari 100 juta pengguna hanya dalam lima hari.

Bahkan, Threads digadang-gadang akan menyaingi media sosial berbasis teks pendahulunya yakni Twitter.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Studi Media Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dra Rachmah Ida MCom PhD menyebutkan bahwa persaingan merupakan hal yang wajar dalam industri media. Selain itu, Threads sebenarnya tidak hanya bersaing dengan Twitter, namun juga media sosial yang lain.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis

"Dalam lingkup ekonomi digital, sebenarnya semua media sosial dibuat bersaing untuk mendapatkan pengguna sebanyak-banyaknya. Hal ini disebabkan karena industri digital media sama halnya dengan industri media massa mainstream, dimana sumber pendapatannya berasal dari pelanggan, serta iklan," ungkap prof Rachmah

Dosen UNAIR yang masuk dalam Top 100 Scientist Social Sciences versi AD Scientific Index ini juga mengungkapkan, meski awalnya ikut-ikutan mendaftar media sosial baru karena sekedar penasaran, Threads masih memiliki potensi untuk tetap bertahan dalam industri media.

Menurut Prof Ida, fakta bahwa Threads yang merupakan buatan dari salah satu Tech Giant, semakin memuluskan jalannya untuk bersaing dengan media sosial lain.

Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula

Bila dilihat secara historikal, media sosial kenamaan seperti Twitter awalnya mulai diminati karena banyaknya politikus serta pemimpin dunia yang bergabung.

"Orang-orang mulai ikut-ikutan masuk ke media sosial itu karena merasa dapat mengikuti dan mengomentari isu global dengan mudah, merasa bagian dari network pemimpin dunia," sebut profesor kajian media pertama di Indonesia itu.

Memiliki tampilan serta fitur-fitur yang hampir sama, pengguna Threads bisa jadi menyenangi atau mencari hal-hal yang ditemukan di Twitter.

Baca Juga: Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif

"Kalau ke depannya yang disukai pengguna adalah membangun networks seperti di Twitter, maka dibutuhkan fitur yang dapat meningkatkan interaktivitas dengan lebih cepat," sebutnya.

Tak hanya interaktivitas, Prof Rachmah menambahkan bahwa Twitter diakui memiliki lebih banyak varian platform yang disediakan, sebut saja fanbase, roleplay, dan anonimitas yang digandrungi kawula muda untuk
mengekspresikan diri mereka dengan bebas..

"Namun kembali lagi, sukses atau tidaknya sebuah media sosial dapat dilihat dari bagaimana pengembang media sosial dapat memahami tren yang disukai oleh masyarakat," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.