Kamis, 03 Sep 2026 17:10 WIB

Akankah Media Sosial Baru Threads Menggulingkan Twitter? Simak Ulasan Pakar Unair Berikut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Jul 2023 09:44 WIB
Aplikasi media sosial Threads
Aplikasi media sosial Threads

selalu.id - Beberapa minggu yang lalu warganet ramai memperbincangkan kehadiran media sosial baru rilisan Meta, yaitu Threads yang mampu meraih lebih dari 100 juta pengguna hanya dalam lima hari.

Bahkan, Threads digadang-gadang akan menyaingi media sosial berbasis teks pendahulunya yakni Twitter.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Studi Media Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dra Rachmah Ida MCom PhD menyebutkan bahwa persaingan merupakan hal yang wajar dalam industri media. Selain itu, Threads sebenarnya tidak hanya bersaing dengan Twitter, namun juga media sosial yang lain.

Baca Juga: Rekomendasi Headset Olahraga Terbaik dan Murah dengan Harga Mulai Rp200 Ribuan

"Dalam lingkup ekonomi digital, sebenarnya semua media sosial dibuat bersaing untuk mendapatkan pengguna sebanyak-banyaknya. Hal ini disebabkan karena industri digital media sama halnya dengan industri media massa mainstream, dimana sumber pendapatannya berasal dari pelanggan, serta iklan," ungkap prof Rachmah

Dosen UNAIR yang masuk dalam Top 100 Scientist Social Sciences versi AD Scientific Index ini juga mengungkapkan, meski awalnya ikut-ikutan mendaftar media sosial baru karena sekedar penasaran, Threads masih memiliki potensi untuk tetap bertahan dalam industri media.

Menurut Prof Ida, fakta bahwa Threads yang merupakan buatan dari salah satu Tech Giant, semakin memuluskan jalannya untuk bersaing dengan media sosial lain.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Bila dilihat secara historikal, media sosial kenamaan seperti Twitter awalnya mulai diminati karena banyaknya politikus serta pemimpin dunia yang bergabung.

"Orang-orang mulai ikut-ikutan masuk ke media sosial itu karena merasa dapat mengikuti dan mengomentari isu global dengan mudah, merasa bagian dari network pemimpin dunia," sebut profesor kajian media pertama di Indonesia itu.

Memiliki tampilan serta fitur-fitur yang hampir sama, pengguna Threads bisa jadi menyenangi atau mencari hal-hal yang ditemukan di Twitter.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

"Kalau ke depannya yang disukai pengguna adalah membangun networks seperti di Twitter, maka dibutuhkan fitur yang dapat meningkatkan interaktivitas dengan lebih cepat," sebutnya.

Tak hanya interaktivitas, Prof Rachmah menambahkan bahwa Twitter diakui memiliki lebih banyak varian platform yang disediakan, sebut saja fanbase, roleplay, dan anonimitas yang digandrungi kawula muda untuk
mengekspresikan diri mereka dengan bebas..

"Namun kembali lagi, sukses atau tidaknya sebuah media sosial dapat dilihat dari bagaimana pengembang media sosial dapat memahami tren yang disukai oleh masyarakat," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.