Sabtu, 06 Jun 2026 00:39 WIB

Videotron #2024MeluCakEri, Wali Kota Eri: Iya Kalau Relawan, Kalau Musuh?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Mei 2023 09:43 WIB
Videotron #2024MELUCAKERI
Videotron #2024MELUCAKERI

Selalu.id - Akhir-akhir ini muncul puluhan videotron bergambar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di beberapa titik pusat kota.

Pantuan Selalu.id, di beberapa videotron berdurasi sekitar 10 detik itu dibagi menjadi dua background. Background pertama berwana merah dan putih, serta putih dan abu-abu.

Di semua videotron terdapat foto Eri Cahyadi disertai ujaran 'Lanjutkan Surabaya Hebat' di sisi kirinya. Ditambah lagi tercantum dua hastag, diantaranya #2024MELUCAKERI dan #RELAWANERICAHYADI yang ditempatkan di bawah foto.

Videotron itu berada di Jl Basuki Rahmat, Jl Embong Malang hingga Jl Tunjungan yang mengelilingi Mall Tunjungan Plaza Surabaya. Videotron itu tak hanya di pasang di wilayah tengah kota, tapi juga sebagian barat Kota Surabaya, tepatnya di Jl Mayjend Jonosewojo, terdapat tujuh videotron menampilkan foto yang sama.

Menanggapi hal itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membantah dirinya yang memasang videotron tersebut. Bahkan dirinya mengaku tidak menahu siapa yang menayangkan.

"Kita gak pernah tahu, kalau awak dewe daftar dewe ero. Siapa yang naruh juga saya gak pernah tahu," ungkapnya, kepada Selalu.id, Selasa (30/5/2023).

Bahkan terkait gerakan para relawan, Eri menegaskan kembali bahwa dirinya tidak menahu.

"Iyo nek relawan, nek musuh, (pasang Videotron) kita gak pernah tahu," ungkapnya.

Meski begitu, ia meminta masyarakat agar tetap tenang dalam mendengar isu-isu yang beredar tentang dirinya agar tidak menciptakan kegaduhan yang lain di Surabaya.

"Kemarinkan rame isu saya harus di Provinsi. Mungkin ya orang ada yang setuju, ada yang enggak, jangan membuat gaduh Surabaya, wong pilihan itu boleh berbeda, silahkan saja, tapi jangan buat gaduh," imbuhnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan lagi bahwa masih memiliki hutang untuk warga Surabaya yang belum saya selesaikan, diantaranya adalah menyejahterakan warga Surabaya.

"Karena sejatinya saya 2 tahun (lalu). Setahunnya kena Covid-19. Tak sejahterano umatku sek (saya sejahterakan umat saya dulu)," jelasnya.

Terkait pencalonan dirinya, Eri menerangkan bahwa dirinya hanya bergantung dalam penugasan partai.

"Tapi saya tergantung yang menugaskan. Lah kalau aku pengen mencalonkan tapi gak ada yang menugaskan, lah yoopo (bagaimana)," jelasnya.

Jika penugasan oleh partai kembali menjadi Wali Kota, Eri mengaku siap memberikan yang terbaik untuk warga Surabaya. Ditambah lagi, dirinya menyebut belum memberikan apa-apa dalam waktu satu tahun ke belakang.

"Meskipun kemiskinan turun, pengangguran turun, angka ekonomi naik. Masih jauh dari apa yang saya inginkan. Kedua saya ingin menjadikan Surabaya kota yang guyub rukun," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.