Selasa, 21 Jul 2026 04:40 WIB

Unusa dan UNICEF Kolaborasi Tekan Angka Stunting

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 27 Mei 2023 12:51 WIB
Kerjasama Unusa dan UNICEF
Kerjasama Unusa dan UNICEF

Selalu.id – Stunting masih menjadi fokus perhatian yang membutuhkan penanganan masif dan menyeluruh. UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) selaku pihak yang konsen dalam bidang tersebut menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menurunkan angka stunting di Jawa Timur.

Tahun 2023 ini, kerjasama dilakukan untuk ketiga kalinya. Untuk menandai kerjasama tahun ketiga itu, Unusa menggelar acara Bersama Mencegah Stunting, menghadirkan beberapa pembicara tingkat Nasional dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan praktisi.

Baca Juga: Stunting Surabaya Diklaim Tinggal 0,59 Persen, Armuji Tetap Minta Maaf ke Warga

Berdasarkan data yang dirilis oleh Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), Target dan Capaian Prevalensi Stunting di Jawa Timur dari tahun 2019 hingga 2021 terus mengalami penurunan. Walaupun belum sampai menyentuh target tahunan, namun tercatat menurun dari 26,86% pada 2019 menjadi 25,64% pada 2020. Kemudian menjadi 23,5% pada tahun 2021. Pada tahun 2022 menjadi 19,2%, angka ini di bawah 20% yang menjadi standar World Health Organization (WHO). Tapi standar WHO kini diubah menjadi di bawah 10%.

Stunting menjadi musuh bersama dan harus ditangani secara bersama-sama karena jika mengandalkan bidang kesehatan hanya berperan 30%, sisanya 70% harus dilakukan oleh semua sektror terkait.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., mengungkapkan bahwa, rasa terima kasihnya karena Unusa dipercaya UNICEF untuk membuat beberapa program dalam menurunkan angka stunting di Jawa Timur. Dasar dipilihnya Unusa oleh UNICEF, bisa jadi karena Unusa yang selalu konsen di bidang kesehatan, khususnya Unusa memiliki Program Studi (Prodi) S1 Gizi dan Prodi Kebidanan yang berpredikat Akreditasi Unggul.

“Terkait dengan Prodi S1 Gizi Unusa sendiri, tahun 2022 meraih akreditasi unggul, sehingga mencatatkannya menjadi Ke-2 PTN/PTS dan Pertama PTS se-Indonesia. Hasil akreditasi ini adalah salah satu bukti kompetensi yang ada di prodi Gizi. Untuk program-program penurunan stunting, Unusa akan selalu berperan aktif dalam hal tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Upaya Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Mojokerto Gandeng FIK Ubaya 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Riset, Teknologi, dan, Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek RI, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., menyampaikan apresiasinya kepada Unusa, karena telah berperan dalam menurunkan angka stunting di Jawa Timur, terlebih Unusa digandeng UNICEF dalam merealisasikan program-programnya. Kegiatan Unusa ini perlu ditiru oleh kampus-kampus lokal (daerah) lainnya.

Sehingga konsep riset dapat dihilirisasi dan dapat dikerjasamakan dengan pihak-pihak terkait maupun perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Kementerian memiliki program yang dapat membantu hilirisasinya, melalui Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), salah satunya fokus penanganan stunting.

“Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) merupakan hasil kolaborasi dalam pelaksanaan tri dharma antara insan akademik dari perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping. Tema utama yang diusung untuk implementasi Kosabangsa tahun 2022 adalah kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan kemandirian kesehatan,” ungkapnya dalam kegiatan Webinar dan Talkshow Gizi dalam upaya mengatasi stunting di Jawa Timur yang diadakan secara Hybrid di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Kamis (25/5).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan Nol Kasus Stunting di 2027, Begini Caranya

Faiz Syuaib menambahkan, selain berfokus pada capaian pengabdian kepada masyarakat yang lebih baik, Kosabangsa juga menggagas kegiatan mentoring dari perguruan tinggi pendamping yang merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul dan atau memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengabdian kepada masyarakat terhadap perguruan tinggi pelaksana sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

“Produk riset, inovasi, dan teknologi tidak akan banyak bermanfaat apabila hanya disimpan di kampus untuk meningkatkan reputasi kampus semata melalui ukuran jumlah publikasi dan inovasi yang dihasilkan, tapi yang jauh lebih penting adalah seberapa banyak manfaat yang dapat diterima masyarakat dari hasil inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tersebut,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.