Selasa, 20 Okt 2026 10:02 WIB

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 04 Sep 2026 14:04 WIB
Hearing kasus keracunan MBG massal yang digelar di DPRD Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu id).
Hearing kasus keracunan MBG massal yang digelar di DPRD Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu id).

selalu.id - Hearing yang digelar DPRD Sidoarjo untuk membedah kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, berujung buntu pada Kamis (3/9/2026).

Rapat yang dipimpin pimpinan dewan tersebut gagal menghasilkan jawaban utuh lantaran dua pihak kunci justru mangkir.

Baca Juga: Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Badan Gizi Nasional (BGN) Sidoarjo dan Korwil pengelola SPPG, pihak yang dinilai paling bertanggung jawab atas pelaksanaan program, tidak hadir dalam rapat evaluasi tersebut.

"Rapat setelah ada kejadian keracunan Kalitengah Tanggulangin ini untuk mencari akar persoalan, mencari rekomendasi, dan solusi. Namun kalau BGN dan pengelola SPPG tidak hadir, kami tidak bisa mendapatkan penjelasan secara utuh," tegas pimpinan rapat, Dhamroni.

Padahal, skala dampak kejadian pada 1 September 2026 itu terus membesar. Hingga Kamis siang pukul 13.00 WIB, jumlah korban terdampak dilaporkan telah melonjak hingga mencapai 730 orang.

Korban menyasar berbagai lapisan, mulai dari santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, siswa, guru, orang tua murid di sejumlah SDN Desa Kalitengah, hingga anak-anak TK dan PAUD.

Meski pihak BGN dan SPPG absen, Pemkab Sidoarjo yang diwakili Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) hadir memaparkan kronologi dan temuan riil di lapangan.

Sekretaris Dinkes Sidoarjo, Hinu Tri Sulistijorini, memastikan penanganan medis telah dilakukan secara cepat melalui Puskesmas Tanggulangin dan rujukan ke beberapa rumah sakit. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Jadi sampai saat ini dipastikan tidak ada korban meninggal dunia," jelas Hinu.

Namun, hasil investigasi Dinkes terhadap proses penyelenggaraan makanan di SPPG Kalitengah justru mengungkap temuan mengkhawatirkan.

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo, Danang Abdul Ghani, membeberkan setidaknya ada 35 catatan pelanggaran dan persoalan teknis di dapur penyedia tersebut.

Pelanggaran tersebut mencakup sanitasi fasilitas, ketersediaan air, kebersihan area, perawatan AC, tempat sampah, hingga metode pencucian ompreng makanan yang hanya menggunakan air dalam bak, bukan air mengalir.

Selain itu, jeda waktu antara proses masak yang dimulai pukul 12 malam dengan waktu konsumsi dinilai terlalu jauh dan melampaui batas standar aman.

Besarnya beban produksi SPPG Kalitengah yang harus melayani 18 sekolah dengan total 2.800 porsi per hari menuai kritik keras dari pimpinan dan anggota dewan yang hadir, seperti Bambang Pujianto (Ketua Komisi B), Kusumo Adi Nugroho, dan H. Usman (Komisi D).

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, menilai skema operasional dapur MBG saat ini sangat berisiko membahayakan keselamatan penerima manfaat.

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

"Satu dapur melayani 18 sekolah dengan total 2.800 menyiapkan ompreng, dimasak mulai jam 12 malam, ini sangat berisiko. Masak untuk 2.800 porsi setiap hari itu berat," sebutnya.

Usman bahkan meragukan kelayakan ratusan SPPG lain yang beroperasi di Sidoarjo. Dari total sekitar 170 SPPG yang ada, ia memperkirakan hanya ada sekitar 10 SPPG yang benar-benar memenuhi standar operasional higienis.

Usman pun mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Akibat tidak hadirnya BGN Sidoarjo dan Korwil pengelola SPPG, DPRD Sidoarjo memutuskan untuk menghentikan hearing dan menjadwalkan rapat pemanggilan ulang pada Senin, 7 September 2026 mendatang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.