Senin, 19 Okt 2026 19:21 WIB

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 04 Sep 2026 13:40 WIB
Rapid asesmen jiwa yang digelar Dinkes Sidoarjo pada para santri korban keracunan MBG. (Dok. Dinkes Sidoarjo).
Rapid asesmen jiwa yang digelar Dinkes Sidoarjo pada para santri korban keracunan MBG. (Dok. Dinkes Sidoarjo).

selalu.id - Penanganan pascainsiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Sidoarjo, tidak berhenti pada pemulihan fisik semata.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo kini resmi menerjunkan tim untuk menyasar kesehatan mental para santri.

Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Sebanyak 59 santri menjalani rapid asesmen kesehatan jiwa pada Kamis (3/9/2026). Langkah cepat ini melibatkan Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Tanggulangin dan Tim Puskesmas Jabon.

Pemeriksaan psikologis tersebut dilakukan pascainsiden dugaan keracunan usai menyantap hidangan MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa langkah ini krusial untuk memetakan kondisi trauma serta menentukan bentuk pendampingan yang dibutuhkan para santri.

"Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui rapid asesmen ini, kami mendeteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut," tegasnya.

Baca Juga: Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

Lakhsmie menilai, pengalaman mengalami kedaruratan medis hingga harus mendapat perawatan rumah sakit berpotensi meninggalkan dampak psikologis traumatik. Pemulihan fisik dianggap belum cukup tanpa dibarengi rasa aman secara mental.

Pendampingan pun digelar secara humanis. Para santri diberikan ruang aman untuk mengekspresikan trauma maupun kecemasan yang dirasakan usai insiden tersebut.

"Anak-anak perlu mendapat rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini. Jika dari hasil asesmen ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya," jelasnya.

Baca Juga: 15 Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Mojokerto

Asesmen digelar paralel di dua lokasi penampungan santri, yakni Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, serta di kawasan Balongdowo, Kecamatan Candi.

Pembagian wilayah ini menyesuaikan domisili tempat tinggal santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Mambaul Hikam Putat.

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban benar-benar pulih.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.