Kamis, 03 Sep 2026 12:30 WIB

Upaya Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Mojokerto Gandeng FIK Ubaya 

KKN FK Ubaya Tahun 2026 di Desa Ketapanrame Mojokerto
KKN FK Ubaya Tahun 2026 di Desa Ketapanrame Mojokerto

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya percepatan penurunan stunting bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) lewat kegiatan kuliah kerja nyata tahun 2026.

KKN FK Ubaya Tahun 2026 mengusung tema 'Membangun Desa Sehat melalui Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting' dan akan berlangsung mulai 5 Januari hingga 31 Januari 2026 di lima desa di Kecamatan Trawas, yakni Desa Ketapanrame, Tamiajeng, Duyung, Kedungudi, dan Selotapak.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Bupati Albarraa mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan stunting.

"Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra.

Gus Barra menyampaikan, stunting merupakan permasalahan strategis nasional yang memerlukan penanganan secara konvergen dan terintegrasi. Pemkab Mojokerto terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat intervensi spesifik dan sensitif di tingkat desa.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 15,3 persen, sementara di Provinsi Jawa Timur sebesar 14,7 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan peran semua pihak dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

Dalam pelaksanaan KKN ini, sebanyak 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, termasuk dua mahasiswa asing dari Australia dan Belanda, diterjunkan langsung ke tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung edukasi masyarakat terkait gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, penguatan peran posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menekankan pentingnya keselarasan program KKN dengan kebijakan dan program pemerintah daerah maupun pemerintah desa, agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap program-program KKN yang dilaksanakan dapat mendukung dan memperkuat program pemerintah daerah, serta dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir,” imbuhnya.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Pemkab Mojokerto, lanjut Bupati, senantiasa terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghadirkan inovasi dan pendekatan edukatif yang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

"Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya ini, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong terwujudnya desa sehat dan generasi Mojokerto yang berkualitas," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.