Selasa, 03 Nov 2026 00:02 WIB

Momen HJKS ke-730, Wali Kota Eri Cahyadi Komitmen Tuntaskan Genangan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Mei 2023 19:30 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

Selalu.id - Kota Surabaya akan memasuki usianya yang ke-730 tahun pada 31 Mei 2023. Di momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkomitmen bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menuntaskan genangan di berbagai titik di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri optimis bisa menuntaskan genangan itu karena pola penanganan yang dilakukan dengan cara gotong royong, yaitu dengan melibatkan pengurus kampung dan masyarakat setempat. Makanya, Wali Kota Eri kini membuat WhatsApp Grup Forum Komunikasi (WAG Forkom) RT/RW, LPMK di 31 kecamatan se Kota Surabaya.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

“Jadi, warga bisa menyampaikan langsung kalau ada genangan, ada warga miskin, pengangguran dan sebagainya di wilayahnya masing-masing melalui WAG Forkom itu," kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Pola penanganan gotong-royong seperti ini sebelumnya sudah dicontohkan Wali Kota Eri di wilayah RW XI, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir Surabaya pada Sabtu (13/5/2023). Saat itu, Wali Kota Eri mengumpulkan seluruh lurah, camat hingga Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Mereka lantas duduk bersama berdiskusi dengan pengurus kampung dan tokoh masyarakat setempat untuk memetakan persoalan di wilayah RW XI, Kelurahan Wonokusumo. Salah satu persoalan yang dibahas saat itu adalah genangan yang masih melanda di empat lokasi wilayah RW XI, Kelurahan Wonokusumo.

"Kalau zamannya (wali kota) Pak Bambang DH ada genangan 1 jam surut, zaman Bu Risma (Tri Rismaharini) dari 1 jam surut menjadi 30 menit. Maka saya inginnya kalau hujan turun, tidak ada genangan di kampung-kampung Surabaya," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota Eri menerapkan kontrak kinerja kepada setiap pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya, mulai dari lurah, camat hingga kepala dinas. Mereka melakukan tanda tangan bersama pengurus RW berkaitan dengan target penyelesaian persoalan genangan tersebut.

"Seperti di wilayah RW XI Wonokusumo ini, masih ada empat lokasi genangan. Maka empat lokasi genangan ini harus segera diselesaikan di tahun 2023," tegasnya.

Melalui pola tersebut, Wali Kota Eri menyatakan ingin mengajarkan lurah dan camat cara menyelesaikan masalah. Sehingga pejabat tak harus duduk bekerja di kantor namun bisa terjun ke lapangan untuk berdiskusi berbagai permasalahan bersama warganya.

"Karena lurah dan camat harus tahu di setiap RW ada berapa titik penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih gelap, berapa titik genangan, berapa orang miskin, berapa stunting," ujarnya.

Dengan pola penyelesaian masalah seperti ini, Wali Kota Eri mengharapkan ada kedekatan antara lurah dan camat dengan pengurus RT/RW, LPMK hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Karena itu, ia mengambil contoh di wilayah RW XI, Kelurahan Wonokusumo untuk kemudian diterapkan ke seluruh wilayah Rukun Warga di Kota Surabaya.

"Jadi lurah itu harus bertemu dengan RW-nya. (Misal) ngopi bareng, tidak hanya duduk di kantor. Nah, maksud saya kerja tidak di kantor itu ya begini, ngopi (diskusi bersama warga). Kalau pagi RT/RW tidak ada, maka malam bisa datang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Eko Yuli Prasetya menjelaskan strategi Pemkot Surabaya dalam menangani genangan di tahun 2023 ini.

Eko menyampaikan, pemkot akan melakukan pembangunan rumah pompa baru dan upgrade kapasitasnya, pembangunan saluran dan pemeliharaan saluran.

Khusus untuk rumah pompa baru, tahun ini pemkot akan melakukan pembangunan di Rumah Pompa Wonorejo 1, Rumah Pompa Undaan, Rumah Pompa Merr, Rumah Pompa Kebraon, Rumah Pompa Gersikan, Rumah Pompa Bulak, Rumah Pompa Bozem Aquatik. Total ada 7 rumah pompa baru yang akan dibangun tahun 2023 ini.

“Kita juga akan upgrade kapasitas pompanya, sehingga daya tampungnya lebih besar, dan ini dilakukan di Rumah Pompa Gadukan, Rumah Pompa Kedurus, dan Rumah Pompa Wiyung,” kata Eko.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan mengoptimalkan 33 titik saluran yang merupakan sistem drainase utama di Kota Surabaya. Saluran ini akan dioptimalkan dan dibesarkan kapasitasnya, mulai dari 1,5 meter ke 2 meter.

“Bahkan, kami juga akan melakukan pembangunan saluran-saluran di perkampungan warga. Kita akan menambah kapasitas saluran tersebut. Tahun ini ada sebanyak 265 titik yang tersebar di berbagai perkampungan warga seluruh Surabaya. Data ini berasal dari musrembang dan aspirasi dari warga,” tegasnya.

Di samping itu, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pemeliharaan saluran di berbagai penjuru kota. Pemeliharaan itu akan dilakukan dengan cara pengerukan rutin, apalagi saat ini pemkot sudah bersiap menghadapi musim hujan, sehingga pengerukan itu lebih diintensifkan.

“Saluran-saluran besar dan juga bozem-bozem terus kita keruk supaya nanti ketika musim hujan siap menampung banyak air,” kata dia.

Eko optimis dengan berbagai program itu akan bisa mengentas titik-titik genangan di Kota Surabaya. Meski begitu, ia juga menyadari bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian, ia mengakui butuh partisipasi dari masyarakat untuk bersama-sama peduli kepada lingkungannya masing-masing.

“Kami sadar tidak bisa memonitor seluruh wilayah di Surabaya, maka kami butuh informasi dan laporan dari warga. Kalau sudah ada laporan, pasti akan langsung kami tindaklanjuti. Kami juga butuh partisipasi dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menutup saluran yang ada. Kalau kita bersama-sama dan bergotong royong seperti yang diajarkan Pak Wali, saya yakin kita bisa mengatasi genangan ini bersama-sama,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat