Selasa, 21 Jul 2026 19:35 WIB

Nasdem Surabaya Daftarkan Banyak Bacaleg Non Muslim: Artinya Capres Diterima Semua Kalangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Mei 2023 16:02 WIB
Pendaftaran Bacaleg Nasdem disambut tari Remo
Pendaftaran Bacaleg Nasdem disambut tari Remo

Selalu.id - Partai Politik dari Nasional Demokrasi (Nasdem) mendaftarkan sebanyak 50 Bakal Calon Legislarif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Kamis (11/5/2023).

Pendaftaran Bacaleg Nasdem ini juga bebarengan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga mendaftar di hari yang sama di jam berbeda.

Partai Nasdem Surabaya terlebih dulu tiba di KPU Surabaya hari ini, pukul 11.00 WIB. Sebelum mendaftar disambut dengan tari remo oleh 5 penari.

Usai melakukan pendaftaran, Ketua Bapilu DPD Nasdem Surabaya, Imam Syafi'i mengatakan sebanyak 50 Bacaleg didaftarkan diantaranya 18 orang perempuan atau sekitar 38 persen dan 16 generasi Z atau 34 persen.

"Salah satunya Gen Z paling termuda umur 22 tahun, kemudian ada yang dari wartawan, seniman, ibu rumah tangga, lawyer, pengusaha, mantan pengurus kampung, tokoh agama baik NU, Muhammdiyah maupun ke masyarakat non muslim," kata Imam kepada awak media.

Imam menyebut bahwa dari puluhan Bacaleg yang didaftarkan kebanyakan dari non muslim.  Sehingga, artinya bahwa Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari Nasdem Anies Baswedan diterima oleh semua kalangan.

"Caleg kita non muslim juga banyak. Artinya Capres kita sudah diterima oleh semua kalangan," tuturnya.

Lebih lanjut Imam menambahkan bahwa Nasdem melakukan pendaftaran Bacaleg serentak. Pihaknya pun memilih tanggal 11 Mei karena sesuai hitungan jawa Kamis Pahing.

"Rencana tanggal 5 akhirnya molor, hingga tanggal 11 dilihat hitungan jawa kamis pahing agak tinggi. Katanya orang jawa gitu, insyalah kita gimana nanti caleg-caleg bisa betul jadi wakil masyrakat," terangnya.

Sementara, Bacaleg Gen Z paling muda di Nasdem yakni Rahadian Binawargan menceritakan bahwa dirinya cukup aktif di organisasi mahasiswa. Bahkan, pernah menjadi aktivis dan inisiator pendiri Aliansi Pelajar Surabaya

"Jadi ketika SMA di Surabaya dulu awalnya di pegang pemkot itu SPP gratis, ketika diahlikan fungsikan kepada Pemprov berbayar. Itu menjadi awal gerakan saya ini mengabdikan diri untuk memberikan manfaat bagi sekitar," ungkap Dian yang baru lulus Wisuda Universitas Airlanggan (Unair) Jurusan Hukum pada Maret 2023 lalu.

Dengan memontum ini, Dian partai Nasdem adalah partai yang tepat untuk mengakomodir keinginan aspirasi para pemuda-pemuda.

"Saya rasa untuk berjuang kita perlu alat, saya rasa partai nasdem partai yang tepat dan mau di akamodir keinginan dan aspirasi oleh teman teman Milineal dan Gen Z," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Tempo, Pemberitaannya Disebut Lukai Kader

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.