Selasa, 03 Feb 2026 10:25 WIB

[OPINI]

Peningkatan Kualitas SDM Modal Utama dalam Organisasi Lembaga Pendidikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Mei 2023 15:59 WIB
J.SUBEKTI, S.H., M.M, Ketua Yayasan Peguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya
J.SUBEKTI, S.H., M.M, Ketua Yayasan Peguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya

Selalu.id - Era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi suatu keharusan bagi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar dan mengembangkan karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan sesuai kebutuhan. Perlunya dilakukan manajemen SDM pada lembaga pendidikan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.


Keberadaan sumber daya alam yang melimpah tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak didukung oleh peran SDM yang sesuai. Sekalipun teknologi dan mesin canggih dapat memberikan efisiensi dan kemajuan dalam produksi, penting bagi organisasi untuk memiliki SDM yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang sesuai. Artinya, manusia memainkan peran penting sebagai pengelola organisasi dalam menghadapi tantangan khususnya pada organisasi lembaga pendidikan dalam menciptakan perubahan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memajukan lembaga pendidikan secara keseluruhan.

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan


Pengembangan SDM bukan hanya sekedar memberikan pelatihan dan pengajaran, namun juga melibatkan proses pengenalan, pemahaman, dan penerapan nilai-nilai organisasi. Manajemen pengembangan SDM dalam lembaga pendidikan ditujukan untuk memastikan keberhasilan dan kemajuan lembaga tersebut. Dalam konteks ini, pengembangan SDM berfokus pada upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi para tenaga kependidikan.


Sebagai lembaga pendidikan, membutuhkan figur yang tepat pada tempat yang tepat. Demi menciptakan SDM yang memiliki visi dan misi sesuai dengan lembaga pendidikan, memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi, salah satu aspek yang perlu ditunjang adalah dengan adanya mapping tenaga kependidikan. Mapping tenaga kependidikan merupakan langkah awal dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan. Dengan melakukan mapping, lembaga pendidikan dapat menjaga keutuhan keutuhan SDM yang tepat dengan menempatkan jobdesk dan keterampilan yang sesuai.


Mapping tenaga kependidikan melibatkan identifikasi dan analisis terhadap kualifikasi, keterampilan, kompetensi, dan pengalaman kerja setiap individu di dalam lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan wajib menempatkan posisi sesuai dengan keahilan, pengalaman, dan minat individu. Pengalaman seseorang dalam suatu organisasi melibatkan unsur-unsur modal yang berperan dalam pekerjaan mereka. Unsur-unsur modal dalam konteks ini antara lain unsur teknologi, unsur manajemen dan peraturan- peraturan terkait sumber daya manusia.
1. Unsur teknologi

Kemajuan teknologi memberikan akses ke alat dan sistem yang membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas kerja. Penerapan teknologi yang tepat dapat membantu tenaga kerja dalam melaksanakan tugas-tugas mereka dengan lebih baik, mengurangi beban kerja yang tidak perlu, dan meningkatkan efektivitas kerja secara keseluruhan.

Baca Juga: Ketika Candaan Menjadi Kekerasan: Literasi Komunikasi untuk Menghentikan Bullying

2. Unsur Manajemen
Manajemen yang efektif mencakup kepemimpinan yang kuat, pengorganisasian yang baik, pengawasan yang adil, dan pengembangan karyawan. Manajemen yang baik juga membantu menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Peraturan-peraturan terkait Sumber Daya Manusia
Peraturan-peraturan terkait SDM, seperti peraturan-peraturan yang transparan, adil, dan konsisten membantu menciptakan lingkungan kerja yang stabil, menyediakan jaminan hak-hak karyawan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu. Implementasi peraturan- peraturan yang baik juga membantu dalam pengembangan karier, peningkatan keterampilan, dan pengakuan atas prestasi kerja.

Baca Juga: Redaksi selalu.id dan Wawali Armuji

Ketika organisasi memiliki peraturan-peraturan yang jelas dan tegas penting untuk mentaati dan mengerjakan peraturan tersebut secara konsisten untuk memastikan keadilan, keamanan, dan keberlanjutan operasional organisasi. Adanya peraturan-peraturan yang rumit dan rigid dalam organisasi juga memerlukan konsistensi dalam penerapannya. Konsistensi yang dipegang dan didukung oleh SDM memiliki dampak positif pada kemajuan organisasi dalam menerapkan nilai-nilai, praktik, dan kebijakan organisasi, membantu membangun budaya yang kuat, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membangun kepercayaan dan reputasi organisasi, serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan.


Demi mencapai tujuan lembaga pendidikan yang baik, penting bagi SDM di dalamnya untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang asas perjuangan organisasi, mendapatkan pelatihan dan pembinaan yang tepat, menerima pengakuan dan penghargaan, serta melalui evaluasi kinerja yang teratur. Dalam menghadapi kehidupan yang serba tidak pasti, generasi milenial memiliki potensi besar untuk menjadi harapan organisasi. Bagaimana sumber daya manusia di dalamnya mampu konsisten, patuh terhadap kesepakatan, dan asas perjuangan organisasi, keterbukaan terhadap perubahan, kreativitas, kolaborasi, fokus pada tujuan yang bermakna, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan dapat memberikan kontribusi berharga dalam menghadapi tantangan dan mencapai keberhasilan organisasi. 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.