Kamis, 22 Okt 2026 13:57 WIB

Pendaftaran Pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Diwarnai Aksi Saling Dorong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Sep 2020 21:23 WIB
Pendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman saat daftar di KPU Surabaya
Pendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman saat daftar di KPU Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Proses pendaftaran pasangan Calon Wali Kita dan Wakil Wali Kota Machfud Arifin-Mujiaman berdesakan dan abai terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Mereka mengabaikan imbauan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, agar tidak melibatkan massa banyak saat mendaftar ke KPU.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Ribuan massa duet Machfud-Mujiaman tiba di kantor KPU Kota Surabaya, Jalan Adityawarman, pukul 16.30 WIB. Mereka merupakan massa dari delapan partai politik (parpol) pengusung Machfud-Mujiaman, yakni PKB, Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, dan PPP.

Selain berkerumun tanpa menjaga jarak atau physical distancing, sebagian mereka tak memakai masker. Padahal, petugas keamanan terus mengingatkan kepada massa agar tetap menjaga jarak dan menggunakan masker dengan baik. 

"Massa pendukung tolong jaga jarak, jangan berkerumun. Kami minta tolong pakai masker yang baik, pakai masker di atas hidung," teriak salah satu petugas penjaga keamanan dari kepolisian.

Namun sayang, mereka tak peduli imbauan tersebut. Bahkan, rombongan dibelakang paslon sempat memaksa masuk dan menerobos petugas penjaga. Tak ayal, Satgas internal tim Paslon pun kewalahan saat mencoba berusaha menghadang. 

"Massa pendukung yang sabar, jangan ikut masuk ke kantor KPU Surabaya," teriak petugas penjaga itu.

Dikonfirmasi perihal tersebut, pengurus DPD II Partai Golkar salah satu partai pengusung Machfu-Mujiaman, Arif Fathoni, mengaku telah meminta massa pendukung tidak ikut mengantarkan Machfud-Mujiaman mendaftar ke KPU. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan massa, guna mencegah penularan covid-19. 

"Rapat terakhir memang karena ini masa pandemi, kita ingatkan pendukung agar tidak mengantarkan menggerakan kader dalam jumlah banyak," kata Toni.

Toni enggan duet Machfud-Mujiaman dituding abaikan protokol kesehatan. Sebab, kata dia, pihaknya telah mewanti-wanti dan mengingatkan relawan dan simpatisan, untuk tidak ikut datang ke KPU. 

"Kita dari awal sudah mewanti-wanti untuk tidak ada arak-arakan, kalaupun ada yang mengantar hanya 50 orang dengan tetap menjaga protokol kesehatan ketat," kata Toni.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengimbau kepada seluruh bakal calon kepala daerah, agar tidak membawa massa besar saat mendaftar ke KPU. Tujuannya agar tidak terjadi penularan covid-19, sehingga muncul klaster baru.

"Risiko penularan menjadi sangat besar, jika massa tumpah ruah saat pendaftaran, karena dorongan semangat untuk menyukseskan. Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, kami imbau tak melibatkan massa besar," kata Khofifah. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.