Rabu, 19 Agu 2026 07:08 WIB

THR untuk Honorer, DPRD Minta Pemkot Tak Kasih Harapan Kosong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Apr 2023 17:39 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i

Selalu.id - DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota untuk tidak memberi harapan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada tenaga kontrak atau Honorer. Lantaran Pemkot Surabaya sebelumnya menyebut akan mengupayakan THR untuk Honorer. Namun hal tersebut masih menunggu tentang Peraturan Wali Kota (Perwali).

"Ya, kemarin kan ada berita, statement dari kepala Badan Kepegawaian dan Kepegawaian (BKPSDM) Surabaya bahwa ada wacana Pemerintah Kota memberikan THR bagi tenaga outsourcing di Surabaya," kata Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga: Disbudpar Jatim Tegaskan THR 2026 untuk PPPK Paruh Waktu Sudah Tersalurkan Semua

Imam menjelaskan tenaga honorer di Surabaya sangat banyak yakni berjumlah 25 ribu orang. Pihaknya berharap Pemkot harus merealisasikan dan tidak hanya wacana saja.

"Minimal harus direalisasikan, jangan menunggu perwali saja. Perwali gampang, tidak sampai seminggu bisa selesai," ujarnya.

Mengingat sudah hari ke sembilan menjelang hari lebaran 2023, Imam meminta perwali tersebut segera dikeluarkan. Menurutnya, hal sangat penting sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya kepada tenaga honorer.

"Kalau tahun sebelumnya mereka tidak dapat THR, tapi kan gajinya belum dipotong, kalau sekarang ini kan kalau gajinya sudah dipotong, ya anggap saja ini adalah supaya lebarannya itu bisa lebih berarti bagi mereka," ungkapnya.

Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa gaji honorer masih di bawah UMK, telah dipotong. Apalagi, Badan Pendapatan Daerah tercatat triwulan pertama dalam tiga bulan jumlahnya sangat baik, yakni sekitar Rp 845 Milyar.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Pastikan PNS hingga PPPK Terima THR 2026

"Itu lebih baik dari tahun sebelumnya year on yearnya lebih baik sekitar 42 milyar. Inikan artinya lebih baik secara keuangan dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

"Bahkan total dari seluruh pendapatan untuk triwulan ini bisa 1 triliun. Itu menurut saya, kenapa nggak diberikan THR," imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya bersungguh-sungguh itikad baik untuk memberikan. "Sepanjang tidak ada larangan, kenapa tidak dijalankan saja, misalnya toh pendapatannya sudah baik dibandingkan tahun sebelumnya," terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa Tunjungan Hari Raya (THR) untuk tenaga kontrak atau Honorer tidak wajib diberikan.

Baca Juga: THR Wajib Dibayar, DPRD Surabaya Ingatkan Pelaku Usaha Siapkan Tabungan Sejak Awal

Tetapi Pemerintah Kota akan mengupayakan pengganti THR untuk para Honorer. Namun, Eri tidak menjanjikan THR tersebut bisa cair. Lantaran masih menghitung besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Nanti kita coba berhitung. Kita kan harus berbagi semuanya, doakan PADnya mugo mugo gede,"ujarnya.

Hal itu sesuaikan dengan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan memaksimalkan PAD terutama mengutamakan THR ASN dan PPPK. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Seorang Ibu Rela jadi Pengantin Iblis Demi Sembuhkan Anaknya yang Cacat

Keputusan Ranti, menyelamatkan nyawa anaknya, Nina, membuahkan keajaiban; sang buah hati sembuh secara misterius setelah melakukan pernikahan dengan iblis.

Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan, pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Sebagai informasi, Gus Muhdlor merupakan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024 yang dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara pada Desember 2024 lalu.

Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Hasil dari proses perdamaian ini bakal menentukan apakah persidangan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara atau diselesaikan secara damai.

Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal hingga meningkatkan kualitas pelayanan pada warga Surabaya.

Penanganan Karhutla Bromo Selesai, Posko Darurat Ditutup

Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih terhadap semua instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.