Pemkot Surabaya Kembangkan Spot Wisata Baru untuk Dongkrak Wisatawan, Begini Bentuknya
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 09 Apr 2023 12:51 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya mencatat sebanyak 15 ribu wisatawan berkunjung ke Surabaya pada 2022..
"Trennya ada kenaikan, kami kemarin di 2022 sekitar 15 ribu dan wisma sekitar 600 wisatawan. Jadi sisanya domestik, mudahan bisa naik tahun ini ,"kata Kepala Disbudporapar Surabaya, Wiwiek Widayati, Minggu (9/4/2023).
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Tercatat satu kapal pesiar yang memuat ratusan wisatawan mancanegara (wisman) bersandar di Surabaya pada Sabtu (8/4/2023) kemarin. Hal ini dimanfaatkan untuk mempamerkan wisata yang ada di kota Pahlawan.
"Sabtu tanggal 8 (April) kemarin ada 780 sekian penumpang kapal pesiar dan salah satunya masuk ke Kya-Kya. Mereka masuk ke Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB," ujarnya.
Wiwiek menjelaskan bahwa Surabaya memang tidak memiliki wisata alam, sehingga pemkot akan fokus mengembangkan wisata living heritage salah satunya di kawasan Kya-Kya, Kembang Jepun.
"Jadi kehidupan masyarakat, spot yang sudah memiliki story. Pengembangan ini kan tidak bisa dipisahkan dari Jalan Karet, kemudian dengan tempat peribadatan Hon An Kiong. Ada biro perjalanan yang meminta untuk ada paket ke sana, termasuk Kya-Kya," ujarnya.
Kemudian lokasi wisata lain yang tengah dilakukan pengembangan, yakni Susur Sungai Kalimas. Namun, Wiwiek tak menyebut detail pengerjaannya. Nantinya Kya-Kya dan Susur Sungai Kalimas kini mulai menarik perhatian dari biro perjalan pariwisata.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Alhamdullilah ada biro perjalanan yang meminta untuk ada paket ke sana (Susur Sungai Kalimas), termasuk Kya-Kya," ucap dia.
Lebih lanjut Wiwiek menyampaikan, Pemkot Surabaya saat ini juga tengah melakukan pengembangan kawasan pariwisata di Kampung Peneleh, guna untuk menghubungkan antar spot wisata di sana.
"Di sana (Kampung Peneleh) sudah ada spot wisata tinggal dikoneksikan, ada rumah lahir Bung Karno, Museum Tjokroaminoto, lodji Makam Peneleh, pasti disambung," kata Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati kepada wartawan, Kamis.
Wiwiek mengaku lokasi pariwisata di Kampung Peneleh tak mengambil konsep wisata malam, sebab kunjungan wisatawan juga banyak muncul saat pagi dan siang hari.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Kami sekarang mencoba menyelesaikan (pengerjaan) di Kampung Peneleh. Konsepnya kami tidak bicara malam, karena saat pagi, siang juga (dikunjungi wisatawan)," ucapnya.
Menurutnya, ketika seluruh lokasi wisata di Kampung Peneleh selesai dikerjakan, hal itu bisa menambah opsi destinasi pariwisata di Kota Surabaya."Kami jalan terus dan tahun 2023 (potensi wisata) harus dioptimalkan," ujarnya.
Ia berharap upaya pengembangan itu bisa mengerek jumlah kedatangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk menjajal sejumlah destinasi pariwisata di Kota Surabaya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi