Jumat, 05 Jun 2026 05:16 WIB

Ngeri! Wikipedia Muat Tulisan Negatif Soal Wawali Surabaya Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Mar 2023 21:48 WIB
Tampilan halaman prof Armuji di Wikipedia
Tampilan halaman prof Armuji di Wikipedia

selalu.id - Biografi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di laman Wikipedia bertuliskan narasi negatif. Diketahui tulisan tersebut diubah oleh pengedit bernama Skriath, sejak 28 Februari 2023 lalu.

Terlihat dari riwayat halaman Wikipedia tentang Armuji diedit empat hari yang lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Tulisan negatif tersebut menyindir konten-konten Armuji terutama channel Youtubenya.

Baca Juga: Capaian Satu Tahun Eri-Armuji Pimpin Surabaya

Biografi Wikipedia Armuji tersebut bertuliskan "Ir. H. Armuji, M.H. (lahir 8 Juni 1965) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya sejak 26 Februari 2021 dan mempunyai channel YouTube yang sering memberikan judul click-bait yang merugikan beberapa pihak,".

Tak hanya itu, pengedit Skriath juga mengubah tentang Armuji dengan kalimat-kalimat buruk tentang mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya saat ini, Eri Cahyadi.

Berikut isi tulisan kalimat buruk tentang Armuji yang teetulis di Wikipedia:

Armuji sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 dari Fraksi PDIP setelah menjadi anggota DPRD Kota Surabaya antara 1999 hingga 2019 dengan dua kali menjadi ketuanya.

Baca Juga: Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

Sebelum menjabat sebagai Wakil Walikota Kota Surabaya dan anggota DPRD Surabaya, Armuji dikenal sebagai tokoh preman yang disegani di Surabaya. Dengan naiknya jumlah suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tanpa disertai jumlah kader yang mumpuni membuat Armuji dapat terpilih sebagai anggota dewan dari partai tersebut.

Jabatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Armuji untuk memupuk kekayaan melalui jaringan orang-orang kepercayaannya untuk mengutip sejumlah uang ditiap proyek-proyek yang berjalan di kota Surabaya.

Modal uang tersebut yang dapat menjalankan operasional partai PDI Perjuangan, dan menjadi bekal untuk mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Kota Surabaya. Meski merupakan wakil dari Walikota Surabaya, Armuji sangat membenci Walikota Kota Surabaya Sebelumnya.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

Kebencian tersebut berlandasan karena ibu Risma sebagai Walikota sebelumnya tidak banyak memberikan sumbangsih dana untuk partai PDI Perjuangan, ditambahi Risma menolak menjagokan Armuji sebagai Calon Walikota dan menunjuk Eri sebagai suksesornya.

Hal itu yang menyebabkan Armuji hanya mendapat jatah Calon Wakil Walikota, meskipun sebenarnya dia menaruh dendam namun dibutakan hasrat dia berharap dapat menjatuhkan Eri di kemudian hari. (Ade)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.