Jumat, 04 Sep 2026 18:49 WIB

Catat! Tilang Manual Akan Diberlakukan Mulai Besok di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Feb 2023 16:33 WIB
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz

selalu.id - Tilang manual di Surabaya akan kembali diterapkan bersaman dengan Operasi Keselamatan Semeru 2023, mulai Selasa (7/3/2023) besok.

Operasi Keselamatan Semeru 2023 dan tilang manual tersebut akan digelar mulai tanggal 7 hingga 20 Februari mendatang. Polrestabes Surabaya menggerakkan sebanyak 624 personel.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Ketambahan dari KP3 juga mungkin lebih (personelnya) ada sekitar 1000 untuk kegiatan operasi keselamatan,"kata Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz, Senin (7/2/2023).

Aziz mengatakan, kegiatan operasi ini akan lebih banyak melakukan imbauan, kemudian tindakan preventif, 40 preemtif serta tindakan hukum.

"Ada tilang manual, ada ETLE, ada teguran. Knalpot brong, tidak pakai helem kita amankan," ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arief Fazlurrahman mengatakan, penerapan tilang manual dilaksanakan kembali karena turunnya kepatuhan berlalu lintas dan Disiplin lalu lintas. Hal ini berdampak pada angka kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

"Bulan Januari 2022 kita bandingkan dengan Januari 2023, angka kecelakaan meningkat secara kuantitas, begitu juga fatalitas. Bulan Januari 2023 lalu, korban meninggal 19 orang, pada Januari 2022 hanya 15 orang," tutur dia.

Dalam Operasi Semeru 2023 ini, pihaknya juga tetap menerapkan penindakan dengan ETLE. Namun, jika satu area operasi tidak dilengkapi ETLE, pihaknya akan melakukan tilang manual.

"Khususnya penindakan keselamatan, dengan ETLE yang kita miliki ada 59 ETLE statis, ditambah 5 ETLE mobile dan satu mobil Incar kita optimalkan, kemudian teguran baik tertulis maupun lisan, namun apabila kita temui pelanggan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, kemudian di lokasi tersebut tidak terdapat ETLE, maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan tilang manual," jelas dia.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Penindakan tilang manual dikhususkan bagi kendaraan yang tidak TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Kendaraan tersebut merupakan indikasi awal kendaraan tidak ingin diidentifikasi oleh ETLE.

"Terlebih kendaraan tersebut adalah kendaraan pelaku kejahatan atau hasil kejahatan, oleh karena itu kita tindak tegas," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.