Kamis, 04 Jun 2026 07:42 WIB

Catat! Tilang Manual Akan Diberlakukan Mulai Besok di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Feb 2023 16:33 WIB
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz

selalu.id - Tilang manual di Surabaya akan kembali diterapkan bersaman dengan Operasi Keselamatan Semeru 2023, mulai Selasa (7/3/2023) besok.

Operasi Keselamatan Semeru 2023 dan tilang manual tersebut akan digelar mulai tanggal 7 hingga 20 Februari mendatang. Polrestabes Surabaya menggerakkan sebanyak 624 personel.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Ketambahan dari KP3 juga mungkin lebih (personelnya) ada sekitar 1000 untuk kegiatan operasi keselamatan,"kata Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Moch Nur Asiz, Senin (7/2/2023).

Aziz mengatakan, kegiatan operasi ini akan lebih banyak melakukan imbauan, kemudian tindakan preventif, 40 preemtif serta tindakan hukum.

"Ada tilang manual, ada ETLE, ada teguran. Knalpot brong, tidak pakai helem kita amankan," ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arief Fazlurrahman mengatakan, penerapan tilang manual dilaksanakan kembali karena turunnya kepatuhan berlalu lintas dan Disiplin lalu lintas. Hal ini berdampak pada angka kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Bulan Januari 2022 kita bandingkan dengan Januari 2023, angka kecelakaan meningkat secara kuantitas, begitu juga fatalitas. Bulan Januari 2023 lalu, korban meninggal 19 orang, pada Januari 2022 hanya 15 orang," tutur dia.

Dalam Operasi Semeru 2023 ini, pihaknya juga tetap menerapkan penindakan dengan ETLE. Namun, jika satu area operasi tidak dilengkapi ETLE, pihaknya akan melakukan tilang manual.

"Khususnya penindakan keselamatan, dengan ETLE yang kita miliki ada 59 ETLE statis, ditambah 5 ETLE mobile dan satu mobil Incar kita optimalkan, kemudian teguran baik tertulis maupun lisan, namun apabila kita temui pelanggan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, kemudian di lokasi tersebut tidak terdapat ETLE, maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan tilang manual," jelas dia.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Penindakan tilang manual dikhususkan bagi kendaraan yang tidak TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Kendaraan tersebut merupakan indikasi awal kendaraan tidak ingin diidentifikasi oleh ETLE.

"Terlebih kendaraan tersebut adalah kendaraan pelaku kejahatan atau hasil kejahatan, oleh karena itu kita tindak tegas," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.