Minggu, 08 Nov 2026 00:18 WIB

Bersama Kemensos, Wanita Suku Anak Dalam ini Bertekad Raih Masa Depan Cerah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Jan 2023 21:33 WIB
Mila saat menjalani pelatihan di Sentra Budi Perkasa di Palembang.
Mila saat menjalani pelatihan di Sentra Budi Perkasa di Palembang.

selalu.id - Mila Karmila melangkah mantap meninggalkan kampungnya di kawasan hutan karet di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Perempuan Suku Anak Dalam (SAD) ini, bersiap menempuh tantangan baru.

Perempuan kelahiran 10 Maret 2001, itu berkesempatan menjalani pelatihan di Sentra Budi Perkasa di Palembang. Ada dua orang warga SAD yang ikut berangkat dari kampungnya, di Kampung Simerantian, Desa Suosuo, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Sebanyak 5 lagi warga SAD dari daerah lain, sehingga total ada 7 warga SAD yang berangkat menuju Palembang.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Pada bulan Juli 2022, 7 warga SAD tersebut menjalani pelatihan di Sentra Budi Perkasa di Palembang.

"Selama 6 bulan kami menjalani pelatihan menjahit. Pertama-tama diajari menjahit dengan bahan kertas. Setelah bisa belajar menjahit dengan kain sungguhan," kata Mila.

Ia dan anak-anak SAD lainnya menjalani rutinitas di sentra. Pagi setelah sarapan, mereka dan penerima manfaat (PM) lainnya menerima bimbingan mental (bintal). Para PM diberikan motivasi dan semangat.

"Saya memulai sesi pelatihan pada jam 09.00 sampai jam 12.00. Setelah itu, saya juga membantu di SKA," katanya.

Sentra Budi Perkasa di Palembang juga mengembangkan Sentra Kreasi Atensi (SKA) berupa kafe yang menjual aneka minuman dan makanan ringan. Mila sudah terampil menyediakan mie telor atau membantu menyiapkan minuman kopi, teh, dan lainnya.

"Selain membantu menyiapkan makanan ringan dan minuman, saya juga membantu melayani dan mencatat transaksi pembayaran di meja kasir," kata anak sulung dari 6 bersaudara ini.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Mila masih bertahan di Sentra Budi Perkasa, meskipun rekan-rekannya dari SAD sudah kembali ke kampung halamannya.

"Mila mengaku masih betah di sini dan ingin mendapatkan bimbingan lebih lanjut. Dia mau sekolah lagi katanya. Kami dari sentra siap membantu," kata Kepala Sentra Wahyu Dewanto.

Mila mengaku banyak mendapatkan hal positif selama berada di sentra. Jelas ia kini sudah terampil menjahit kemeja dan kebaya. Di luar itu, ia merasakan kehangatan, keramahan dan kerja sama yang baik, dari pimpinan sentra dan jajaran serta para pendamping selama mendapatkan bimbingan dan pelatihan.

"Selama menjalani pembinaan di Sentra, saya merasa mendapatkan semangat dan lebih giat memperbaiki diri. Saya berharap, lebih banyak teman-teman saya dari SAD mendapatkan kesempatan seperti saya," katanya.

Baca Juga: BSU 2026 Sudah Turun, Ini Cara Cek dan Mencairkannya

Mila anak sulung dari enam bersaudara. Di kampung, Mila dan adik-adiknya membantu Suryati (40) - ibunya, menyadap getah karet. Sejak suaminya Jaini (ayah Mila) meninggal, Suryati berjuang sendiri menghidupi anak-anaknya.

Panen seminggu sekali keluarga ini mendapatkan 60 kg getah karet dengan harga Rp15.000/kg. Adik-adik Mila hanya lulus SMP dan sebagian menikah muda.

"Saya ingin terus maju dan mengajak saudara saya meraih masa depan lebih baik," katanya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.