Rabu, 22 Jul 2026 09:14 WIB

Miris! Keluarga di Surabaya ini Hidup Tanpa Listrik Selama 25 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Des 2022 21:03 WIB
Kondisi rumah tanpa penerangan di Surabaya
Kondisi rumah tanpa penerangan di Surabaya

selalu.id - Satu Keluarga di Surabaya hidup di rumah yang berdiri di atas selokan tanpa ada aliran listrik selama 25 tahun. Rumah keluarga Kusairi (57) tersebut berasal di Jalan Juwingan.

Kusairi tinggal dalam kegelapan bersama istrinya Titin Asrofin (60), anak dan dua cucunya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Selalu.id mengunjungi rumah keluarga Kusairi dan mendapati suasana yang menyedihkan. Keluarga yang hidup di Kota Surabaya ini menempati bangunan ruma semi permanen yang repot yang berdiri di atas selokan. Rumah tersebut dilapisi kayu triplek yang disangga bambu dan kayu yang terlihat lapuk.

Nur Fitri (27), anak Kusairi bercerita, ia bersama keluarganya terdiri 5 orang tinggal di rumah tak layak tersebut hampir 25 tahun lamanya. Nur mengaku Ingin mendapat bantuan seperti yang diberitakan media. Nur mencontohkan satu keluarga di Jalan Gubeng Kertajaya yang bernasib sama dengan keluarganya hidup tanpa listrik.

"Saya lihat pemberitaan 4 tahun tanpa listrik (dapat bantuan). Saya lama ya 20 tahun lebih lihat orang tua saya seperti ini. Saya sebagai anak nasibnya kurang mujur ya. Saya ngechat (DM) seperti ini di Instgaram,"kata, Nur Kepada selalu.id.

Nur mengaku, tempat tinggal mereka yang di atas selokan itu milik orang lain. Ia bersama keluarganya membayar sewa tanah satu juta per tahun.

Tak tahan merasakan kondisi keluarganya, Nur bercerita dengan isak tangis dan mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Padahal, Pemerintah Kota Surabaya saat ini gencar memberi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada warga miskin.

Bahkan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebutkan sebanyak 900 Unit Rutilahu hingga akhir tahun ini diperbaiki dengan program Dandan Omah.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Sudah lapor ke RT, tapi jawabannya gak bisa bantu apa-apa hanya mendata. Ya saya kemarin gak dapat gapapa, ya mungkin ibu saya lah. Kayak PKH, lah buat apa ibu saya di data PKH tapi gak dapat,"ungkap Nur.

Untuk menerangi rumahnya, Nur memanfaatkan lampu seadanya dengan bantuan penyimpan energi (power bank) yang dicahrge dari tempat kerjanya.

"Kalau nggak nge-charge ya cuma mungkin hanya satu saja penerangan, itu pun nggak lama ya," tuturnya.

Untuk memasak, ibunya Tin (60) hanya memakai kayu bakar. Ia berharap mendapat bantuan yang layak, misal kompor untuk memasak.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Ibu saya dpat bantuan yang layak lah, atau mungkin kompor. Karena kan cari kayu juga susah. Mungkin orang-orang kalau bongkaran saya ikut,kalau dikasih amblin buat ibumu,"jelasnya.

Perempuan yang sudah berpisah dengan suaminya tersebut, menempati gubuk reyot itu sejak kecil. Ia bekerja serabutan. Sedangkan, bapaknya kerja di bengkel sepeda atau perbaikan barang rombeng. Sementara ibunya hanya di rumah tidak bekerja.

"Ibu tidak bekerja ya karena udah tua, karena pendengeran kurang bagus dan penglihatannya,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.