Kamis, 17 Sep 2026 02:54 WIB

Miris! Keluarga di Surabaya ini Hidup Tanpa Listrik Selama 25 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Des 2022 21:03 WIB
Kondisi rumah tanpa penerangan di Surabaya
Kondisi rumah tanpa penerangan di Surabaya

selalu.id - Satu Keluarga di Surabaya hidup di rumah yang berdiri di atas selokan tanpa ada aliran listrik selama 25 tahun. Rumah keluarga Kusairi (57) tersebut berasal di Jalan Juwingan.

Kusairi tinggal dalam kegelapan bersama istrinya Titin Asrofin (60), anak dan dua cucunya.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Selalu.id mengunjungi rumah keluarga Kusairi dan mendapati suasana yang menyedihkan. Keluarga yang hidup di Kota Surabaya ini menempati bangunan ruma semi permanen yang repot yang berdiri di atas selokan. Rumah tersebut dilapisi kayu triplek yang disangga bambu dan kayu yang terlihat lapuk.

Nur Fitri (27), anak Kusairi bercerita, ia bersama keluarganya terdiri 5 orang tinggal di rumah tak layak tersebut hampir 25 tahun lamanya. Nur mengaku Ingin mendapat bantuan seperti yang diberitakan media. Nur mencontohkan satu keluarga di Jalan Gubeng Kertajaya yang bernasib sama dengan keluarganya hidup tanpa listrik.

"Saya lihat pemberitaan 4 tahun tanpa listrik (dapat bantuan). Saya lama ya 20 tahun lebih lihat orang tua saya seperti ini. Saya sebagai anak nasibnya kurang mujur ya. Saya ngechat (DM) seperti ini di Instgaram,"kata, Nur Kepada selalu.id.

Nur mengaku, tempat tinggal mereka yang di atas selokan itu milik orang lain. Ia bersama keluarganya membayar sewa tanah satu juta per tahun.

Tak tahan merasakan kondisi keluarganya, Nur bercerita dengan isak tangis dan mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Padahal, Pemerintah Kota Surabaya saat ini gencar memberi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada warga miskin.

Bahkan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebutkan sebanyak 900 Unit Rutilahu hingga akhir tahun ini diperbaiki dengan program Dandan Omah.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

"Sudah lapor ke RT, tapi jawabannya gak bisa bantu apa-apa hanya mendata. Ya saya kemarin gak dapat gapapa, ya mungkin ibu saya lah. Kayak PKH, lah buat apa ibu saya di data PKH tapi gak dapat,"ungkap Nur.

Untuk menerangi rumahnya, Nur memanfaatkan lampu seadanya dengan bantuan penyimpan energi (power bank) yang dicahrge dari tempat kerjanya.

"Kalau nggak nge-charge ya cuma mungkin hanya satu saja penerangan, itu pun nggak lama ya," tuturnya.

Untuk memasak, ibunya Tin (60) hanya memakai kayu bakar. Ia berharap mendapat bantuan yang layak, misal kompor untuk memasak.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Ibu saya dpat bantuan yang layak lah, atau mungkin kompor. Karena kan cari kayu juga susah. Mungkin orang-orang kalau bongkaran saya ikut,kalau dikasih amblin buat ibumu,"jelasnya.

Perempuan yang sudah berpisah dengan suaminya tersebut, menempati gubuk reyot itu sejak kecil. Ia bekerja serabutan. Sedangkan, bapaknya kerja di bengkel sepeda atau perbaikan barang rombeng. Sementara ibunya hanya di rumah tidak bekerja.

"Ibu tidak bekerja ya karena udah tua, karena pendengeran kurang bagus dan penglihatannya,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.