Senin, 02 Nov 2026 14:15 WIB

Pemkot Surabaya Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Des 2022 15:33 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima penghargaan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima penghargaan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat sejarah sebagai pemerintah kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil mencapai peringkat A (Sangat Baik) untuk penilaian Indeks Reformasi Birokrasi. Surabaya sukses meningkatkan kategori indeks Reformasi Birokrasi dari BB menjadi A.

Kinerja tersebut disampaikan di sela-sela pengarahan Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin terkait reformasi birokrasi tematik pada Senin (5/12/2022), dan secara resmi diserahkan hasil penilaiannya pada acara Penganugerahan Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi 2022 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Selasa (6/12/2022).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember


"Capaian ini tentu menjadi tanggung jawab bagi kita semua, bahwa kerja-kerja reformasi birokrasi yang berdampak bagi warga tidak boleh terputus. Capaian ini harus membuat kita terpacu bekerja lebih keras lagi, bukan malah berpuas diri," ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Indeks Reformasi Birokrasi sendiri adalah skor pengukuran capaian reformasi birokrasi dengan sekitar 132 komponen, mulai dari manajemen perubahan di lingkungan organisasi, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga nilai persepsi korupsi yang melibatkan survei eksternal.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, reformasi birokrasi adalah instrumen hulu untuk menyelesaikan berbagai problem masyarakat. Di Surabaya, lanjut Wali Kota Eri Surabaya, reformasi birokrasi dimaknai bukan sekadar persoalan administrasi belaka, tetapi harus membawa dampak pada kesejahteraan dan kepuasan masyarakat.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, setiap kerja birokrasi harus berdampak. Nggak boleh pemkot itu seolah sibuk sendiri tapi nggak ada dampaknya di masyarakat. Maka sekarang di seluruh jajaran Pemkot Surabaya kita ukur semua programnya dengan target yang jelas. Stunting, kemiskinan, pengangguran, bahkan sampai SOP antrean rumah sakit kita bikin target jelas,” papar Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi lantas mencontohkan sejumlah program kerja kerakyatan yang lahir dari reformasi birokrasi. Di antaranya 'Rumah Padat Karya' yang memanfaatkan aset menganggur Pemkot Surabaya untuk digunakan sebagai rumah usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dalam bentuk kafe, barbershop, laundry, tempat cuci motor-mobil, lahan pertanian-perikanan perkotaan, destinasi wisata, pusat produksi kue, dan sebagainya. Program itu telah menyerap ribuan tenaga kerja dari kalangan MBR.

"Dengan reformasi birokrasi, yang kemudian melahirkan program inovasi seperti Rumah Padat Karya, Surabaya berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara signifikan sebanyak 2,06 persen dari 9,68 persen pada Agustus 2022 menjadi 7,62 persen per Agustus 2022. Persentase penduduk miskin juga berhasil kita turunkan menjadi 4,72 persen. Ini semua akan terus kita tangani melalui kerja birokrasi yang berdampak," papar Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surabaya juga sukses menaikkan peringkat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari peringkat BB (Baik) menjadi A (Sangat Baik). Ini merupakan pertama kalinya Pemkot Surabaya meraih predikat A untuk SAKIP, yang dinilai dari sekitar 120 indikator yang menghitung akuntabilitas kinerja birokrasi secara rigid dan terukur.

"Untuk akuntabilitas kinerja, kita memang lakukan beberapa pembenahan secara terus menerus. Bagaimana pohon kinerja atau Cascading kita bikin rinci mendetailkan kinerja dan indikator kinerja. Siapa mengerjakan apa di birokrasi menjadi jelas. Jadi tidak tumpang tindih, tetapi kolaboratif agar dampak program di masyarakat lebih terasa," pungkas Wali Kota Eri Cahyadi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Surat telegram itu ditandatangani Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.