Minggu, 06 Sep 2026 22:06 WIB

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 06 Jun 2026 15:26 WIB
Polres Pasuruan saat Pengungkapan kasus penembakan di Tretes di depan awak media. (dok:Humas.Polres Pasuruan) 
Polres Pasuruan saat Pengungkapan kasus penembakan di Tretes di depan awak media. (dok:Humas.Polres Pasuruan) 

selalu.id - Setelah buron sebulan lebih, tersangka pelaku penembakan di kawasan wisata Tretes Prigen Pasuruan, akhirnya dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan. Pelaku yang sempat melarikan diri usai kejadian itu, kini telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus penganiayaan berat tersebut terjadi di kawasan Wisma Senopati, Kecamatan Prigen, pada 15 April 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka berinisial SZPJ (33), seorang wiraswasta asal Desa Menturus, Kabupaten Ponorogo, pada 26 Mei 2026.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan keterangan para saksi serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik selama proses penyelidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa bermula ketika korban yang merupakan pramujasa, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu terkait pelayanan anak buah tersangka yang dinilai kurang memuaskan terhadap tamu korban. Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada cekcok yang memanas hingga terjadi aksi penembakan.

"Tersangka menembakkan airsoft gun jenis Glock 19 warna hitam yang berisi tujuh butir gotri kaliber 4,5 milimeter ke arah korban," ujar AKBP Harto Agung Cahyono di Mapolres Pasuruan, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka di bagian perut, dada, bahu, dan pipi kiri. Bahkan hingga kini masih terdapat gotri yang bersarang di bagian pipi kiri korban sehingga harus menjalani tindakan operasi untuk mengeluarkannya.

Menurut kepolisian, motif kejadian dipicu persoalan pribadi yang berkembang menjadi pertengkaran antara korban dan tersangka. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa flashdisk berisi rekaman CCTV yang merekam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Sementara itu, senjata airsoft gun yang digunakan pelaku masih dalam proses pencarian. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang tersebut telah dibuang ke aliran Sungai Brantas di wilayah Kota Mojokerto beberapa hari setelah kejadian.

Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Pasuruan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih terus melengkapi berkas perkara sekaligus menelusuri keberadaan airsoft gun yang digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.