Sabtu, 05 Sep 2026 09:52 WIB

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 06 Jun 2026 14:44 WIB
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo. (Ariyanto/selalu.id) 
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo. (Ariyanto/selalu.id) 

selalu.id - Krisis kekurangan kepala sekolah yang selama beberapa tahun terakhir membayangi dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo mulai berangsur teratasi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mengisi sebagian besar jabatan kepala sekolah yang kosong, terutama pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang kini seluruh kebutuhannya telah terpenuhi.

Namun, persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai. Dari total kebutuhan 172 kepala sekolah dasar (SD) negeri, baru 111 jabatan yang berhasil terisi. Artinya, masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Netty Lastiningsih, mengungkapkan keterbatasan jumlah calon menjadi penyebab belum terpenuhinya seluruh kebutuhan kepala sekolah di tingkat SD.

“Untuk jenjang SD, kebutuhan kepala sekolah sebenarnya mencapai 172 orang. Namun, jumlah calon yang tersedia dan memenuhi syarat hanya 111 orang, sehingga masih terdapat 61 jabatan kepala sekolah yang belum dapat terisi," ujar Netty,Jumat (5/6/2026).

Kondisi tersebut merupakan dampak dari tingginya angka pensiun kepala sekolah dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, ratusan jabatan strategis di lingkungan sekolah sempat mengalami kekosongan dan harus diisi sementara oleh pelaksana tugas agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sidoarjo menjalankan proses seleksi kepala sekolah yang melibatkan Tim Penilai Kinerja (TPK) ASN yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati.

Seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga wawancara, dilakukan untuk memastikan calon yang terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi manajerial, dan integritas yang memadai.

Netty menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung sesuai prinsip meritokrasi tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

Baca Juga: Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

"Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara terbuka dan profesional, tanpa adanya praktik titipan maupun transaksi jabatan," tegasnya.

Selain mempertimbangkan kemampuan calon kepala sekolah, Dikbud juga berupaya menempatkan pejabat yang terpilih sedekat mungkin dengan domisili masing-masing. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan efektivitas kerja sekaligus menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan keluarga.

Meski demikian, penempatan tidak sepenuhnya dapat mengikuti lokasi tempat tinggal calon kepala sekolah. Kebutuhan sekolah dan pemerataan tenaga kependidikan di berbagai wilayah tetap menjadi pertimbangan utama.

“Kami berusaha semaksimal mungkin menempatkan kepala sekolah dekat dengan tempat tinggalnya. Namun, kebutuhan sekolah dan sebaran wilayah juga menjadi pertimbangan sehingga tidak semuanya bisa diakomodasi sesuai domisili,” ujarnya.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Dalam pelaksanaannya, rekrutmen kepala sekolah dilakukan melalui dua mekanisme. Jalur pertama merupakan jalur reguler yang mengacu pada program Kementerian Pendidikan melalui tahapan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) beserta pendidikan dan pelatihannya. Sementara jalur kedua ditempuh melalui mekanisme nonreguler sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini seluruh tahapan seleksi substantif telah selesai dilaksanakan. Dikbud Sidoarjo kini memasuki tahap finalisasi penempatan kepala sekolah baru.

Tahapan berikutnya adalah pelantikan dan pengukuhan resmi para kepala sekolah yang telah dinyatakan lolos. Setelah itu, seluruh data akan diintegrasikan ke dalam aplikasi KSPS-TK (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah-Tenaga Kependidikan).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.