Kamis, 23 Jul 2026 11:52 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia di Prigen, 15 Wanita Dipaksa Jadi PSK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Nov 2022 17:15 WIB
Tersangka saat  di Mapolda Jatim
Tersangka saat di Mapolda Jatim

selalu.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menangkap lima tersangka kasus perdagangan manusia atau dalam hal ini anak dibawah umur di Ruko Gempol 9 Avenue Mojorejo dan Perumahan Pesanggrahan, Prigen Pasuruan pada Senin (14/11/2022) lalu.

Kasubdit IV Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Polda Jatim, AKBP Hendra Eko Yulia mengatakan, total sebanyak 19 perempuan menjadi korban Pekerja Seks Komersil (PSK). Diantaranya, 15 perempuan dewasa dan 4 orang anak yang dibawah umur.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

"Korban dipekerjakan sebagai pemandu lagu di ruko sebagian di wisma Pesanggrahan anggrek. Setiap yang berkunjung ke warkop ada yang memboking korban diajak oleh pelangganya di wisma Tretes,"kata AKBP Hendra, saat ungkap kasus rilis, di Humas Polda Jatim, Senin (21/10/22022).

AKBP Hendra menjelaskan, belasan korban itu kebanyakan berasal dari Jawa Timur. Saat ditemukan dari pengakuan korban mereka disekap dalam sebuah ruko dan perumahan.

"Mereka sehari-harinya tidak boleh keluar, hp disita, bisa keluar hanya khusus untuk melayani tamu sebagai PSK di pesanggrahan,"jelasnya.

Lima tersangka yakni berisnial DGP (29) sebagai mucikari atau pemilik wisma dan warkop, RNA (30) pasangannya DGP. Kemudian, A (42) penjaga ruko, CEA (26) kasir Warkop, dan AS (31) sebagai kasir di wisma pesanggrahan.

"Mereka dapat keuntungan satu orang dengan tarif 500-800 ribu. Pelaku mendapatkan 300-400 ribu, sisanya korban,"terangnya.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Lebih lanjut AKBP Hendra menjelaskan, awalnya tersangka menyebarkan informasi melalui Facebook menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu dan di iming-iming digaji Rp 10 juta-25 juta per bulan.

"Kemudian ada 19 korban yang tertarik sehingga terjadilah transaksi perdagangan orang,"tuturnya.

Ia menambahkan, untuk 4 korban dibawah umur saat ini telah diserahkan ke Dinas Soiasl Jawa Timur.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

"19 korban ini berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan kebanyakan di Jawa Timut,"ujarnya.

Atas perbuatannya, lima tersangka ini disangkakan Pasal 2 jo Pasal 17,dan Pasal 10 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan Pasal 2 ayat (1) huruf r No. 8 tahun 2010 tentang tindak pidana Pencucian uang.

Dan ancaman Hukuman paling singkat 3 sampai 15 tahun Penjara dan Denda uang paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.