Jumat, 05 Jun 2026 01:12 WIB

Pakar Unair Beberkan Potensi Masalah Kependudukan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Nov 2022 17:22 WIB
Ilustrasi kepadatan penduduk dunia
Ilustrasi kepadatan penduduk dunia

selalu.id - Peneliti demografi dan kependudukan asal Univeristas Airlangga (Unair), Dr Lutfi Agus Salim menyebut bahwa dunia berpotensi mengalami masalah kependudukan. Tercatat jumlah manusia saat ini mencapai 8 miliar orang.

Dr Lutfi menjelaskan, masalah kependudukan menjadi masalah yang kerap terjadi di berbagai negara, yakni seperti tidak meratanya fasilitas kesehatan, tidak meratanya proses pembangunan, dan lainnya.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Menurutnya, pembangunan Berwawasan Kependudukan Penduduk dunia yang semakin bertambah, menunjukkan bahwa betapa pentingnya masalah penduduk dalam pembangunan nasional.

"Penduduk adalah titik sentral pembangunan karena pembangunan dilakukan oleh penduduk dan juga diperuntukan bagi kesejahteraan penduduk," jelas Lutfi, melalui keterangan rilisnya, Minggu (20/11/2022).

Namun apa yang harus diperhatikan konsep tentang pembangunan yang berwawasan kependudukan. Pertama, pembangunan harus memihak kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak.

"Pembangunan haruslah disesuaikan dengan potensi dan kondisi penduduk, memberikan kesempatan penduduk untuk berpartisipasi dan tidak ada diskriminasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," tutur Lutfi yang juga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair.

Kedua, pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kemajuan bangsa di masa depan. Ketiga, pembangunan yang berwawasan kependudukan harus pembangunan yang berkelanjutan.

"Pembangunan yang tidak hanya dapat dinikmati saat ini tapi juga bisa dinikmati oleh anak, cucu di generasi mendatang," terangnya.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Kemudian keempat, kebijakan pembangunan yang mengacu pada perubahan kependudukan yang ada.

Kelima, dr Lutfi menyebut kebijakan pembangunan yang bisa mengarahkan kepada tercapainya situasi kependudukan yang diharapkan.

Lebih lanjut Lutfi menjelaskan, Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2010-2035 ada lima aspek kondisi kependudukan yang diharapkan.

Lima aspek tersebut yakni, segi pengendalian penduduk, diharapkan jumlah penduduk Indonesia menjadi proporsional dengan keberadaan dan kecukupan lahan serta fasilitas pelayanan yang tersedia.

"Guna mencapai hal itu pemerintah sudah menetapkan program pengendalian kualitas penduduk melalui program Penduduk Tumbuh Seimbang," terang Lutfi.

Baca Juga: Unair Umumkan Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Berikut Jumlah Siswa yang Lolos

Kemudian, segi peningkatan kualitas penduduk juga diharapkan, kondisi yang diinginkan adalah penduduk Indonesia menjadi sehat, cerdas, bertaqwa, dan mempunyai daya saing dengan bangsa lain.

Selanjutnya, segi pembangunan, diharapkan dapat terwujud keluarga yang berkualitas melalui perwujudan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

Lalu, segi persebaran penduduk diharapkan terjadi persebaran yang merata sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan.

"Artinya kita harus dapat menata keberadaan penduduk melalui perpindahan penduduk dari Pulau Jawa, melalui pengembangan pusat pertumbuhan di luar Jawa," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.