Selasa, 21 Jul 2026 11:01 WIB

Pakar Unair Beberkan Potensi Masalah Kependudukan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Nov 2022 17:22 WIB
Ilustrasi kepadatan penduduk dunia
Ilustrasi kepadatan penduduk dunia

selalu.id - Peneliti demografi dan kependudukan asal Univeristas Airlangga (Unair), Dr Lutfi Agus Salim menyebut bahwa dunia berpotensi mengalami masalah kependudukan. Tercatat jumlah manusia saat ini mencapai 8 miliar orang.

Dr Lutfi menjelaskan, masalah kependudukan menjadi masalah yang kerap terjadi di berbagai negara, yakni seperti tidak meratanya fasilitas kesehatan, tidak meratanya proses pembangunan, dan lainnya.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Menurutnya, pembangunan Berwawasan Kependudukan Penduduk dunia yang semakin bertambah, menunjukkan bahwa betapa pentingnya masalah penduduk dalam pembangunan nasional.

"Penduduk adalah titik sentral pembangunan karena pembangunan dilakukan oleh penduduk dan juga diperuntukan bagi kesejahteraan penduduk," jelas Lutfi, melalui keterangan rilisnya, Minggu (20/11/2022).

Namun apa yang harus diperhatikan konsep tentang pembangunan yang berwawasan kependudukan. Pertama, pembangunan harus memihak kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak.

"Pembangunan haruslah disesuaikan dengan potensi dan kondisi penduduk, memberikan kesempatan penduduk untuk berpartisipasi dan tidak ada diskriminasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," tutur Lutfi yang juga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair.

Kedua, pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kemajuan bangsa di masa depan. Ketiga, pembangunan yang berwawasan kependudukan harus pembangunan yang berkelanjutan.

"Pembangunan yang tidak hanya dapat dinikmati saat ini tapi juga bisa dinikmati oleh anak, cucu di generasi mendatang," terangnya.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Kemudian keempat, kebijakan pembangunan yang mengacu pada perubahan kependudukan yang ada.

Kelima, dr Lutfi menyebut kebijakan pembangunan yang bisa mengarahkan kepada tercapainya situasi kependudukan yang diharapkan.

Lebih lanjut Lutfi menjelaskan, Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2010-2035 ada lima aspek kondisi kependudukan yang diharapkan.

Lima aspek tersebut yakni, segi pengendalian penduduk, diharapkan jumlah penduduk Indonesia menjadi proporsional dengan keberadaan dan kecukupan lahan serta fasilitas pelayanan yang tersedia.

"Guna mencapai hal itu pemerintah sudah menetapkan program pengendalian kualitas penduduk melalui program Penduduk Tumbuh Seimbang," terang Lutfi.

Baca Juga: Tinggal 0,32 Persen Lagi, Perekaman KTP-el Surabaya Nyaris 100 Persen

Kemudian, segi peningkatan kualitas penduduk juga diharapkan, kondisi yang diinginkan adalah penduduk Indonesia menjadi sehat, cerdas, bertaqwa, dan mempunyai daya saing dengan bangsa lain.

Selanjutnya, segi pembangunan, diharapkan dapat terwujud keluarga yang berkualitas melalui perwujudan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

Lalu, segi persebaran penduduk diharapkan terjadi persebaran yang merata sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan.

"Artinya kita harus dapat menata keberadaan penduduk melalui perpindahan penduduk dari Pulau Jawa, melalui pengembangan pusat pertumbuhan di luar Jawa," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.