Jumat, 23 Okt 2026 21:24 WIB

Tolak Aksi Cabut RUU HIP, GM FKPPI: Pancasila Sudah Final, Segera Sahkan RUU PIP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Jul 2020 17:13 WIB
Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto
Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto

Surabaya (selalu.id) - Pengurus Daerah (PD) XIII Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jatim menegaskan tidak ada dukungan pada aksi tolak atau cabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), termasuk adanya kabar aksi di Kediri.

"Kami telah mendapatkan laporan, tentang adanya logo GM FKPPI terpasang di beberapa pengumuman ajakan aksi tolak RUU HIP. Dengan ini kami pastikan bahwa GM FKPPI dimanapun tidak mendukung aksi tersebut," tegas Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Sikap tegas GM FKPPI Jatim, lanjut Agoes, adalah mendukung dan mendorong agar RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) segera dibahas dan disahkan, dan tidak melanjutkan pembahasan RUU HIP.

"Kami mendorong dan mendukung penuh langkah MPR RI yang terus menggagas dan menyosialisasikan adanya RUU PIP, sebagai pedoman dasar hukum pengamalan dan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila disegala aspek," katanya.

Untuk itu, kata Agoes, jika saat ini masih saja ada aksi penolakan terhadap RUU HIP hal itu sudah tidak tepat. Sebab ada upaya mengalihkan perhatian publik dan seluruh komponen bangsa yang saat ini justru fokus mendorong agar RUU PIP segera dibahas.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

Agoes menegaskan, RUU PIP menjadi kebutuhan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Dengan RUU PIP, masyarakat akan terbudaya dan tersistematis dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter dan pertahanan kokoh dalam menjaga NKRI.Agoes menyerukan, agar semua kader GM FKPPI menarik diri dari keterlibatannya di aksi-aksi yang justru kontraproduktif dengan kondisi masyarakat yang kini serba sulit di tengah masa pandemi virus corona atau Covid-19.

"Urusan Pancasila sudah final. Pancasila bukan untuk dikaji lagi, Pancasila kini tinggal diamalkan, dijalankan, dan sekaranglah momentumnya. Mari bersatu, bersama, tinggalkan perbedaan, bersatu padu melawan virus corona. Dengan apa ?, patuh pada protokol kesehatan, bantu distribusi masker, bantu ekonomi lemah, bantu menjaga kampung agar tetap tangguh," tuturnya.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Menurut Agoes, GM FKPPI dimanapun berada, termasuk di Jatim kini sedang getol mendukung pemerintah melakukan penegakan kepatuhan protokol kesehatan. 

"Melawan Covid-19 menjadi momentum kita bersatu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila melalui gotong royong. Aksi kita nyata, lugas di garis depan, solid dan militan menghadapi corona," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.