Sabtu, 06 Jun 2026 06:13 WIB

Tolak Aksi Cabut RUU HIP, GM FKPPI: Pancasila Sudah Final, Segera Sahkan RUU PIP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Jul 2020 17:13 WIB
Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto
Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto

Surabaya (selalu.id) - Pengurus Daerah (PD) XIII Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jatim menegaskan tidak ada dukungan pada aksi tolak atau cabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), termasuk adanya kabar aksi di Kediri.

"Kami telah mendapatkan laporan, tentang adanya logo GM FKPPI terpasang di beberapa pengumuman ajakan aksi tolak RUU HIP. Dengan ini kami pastikan bahwa GM FKPPI dimanapun tidak mendukung aksi tersebut," tegas Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim, Ir R Agoes Soerjanto, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Sikap tegas GM FKPPI Jatim, lanjut Agoes, adalah mendukung dan mendorong agar RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) segera dibahas dan disahkan, dan tidak melanjutkan pembahasan RUU HIP.

"Kami mendorong dan mendukung penuh langkah MPR RI yang terus menggagas dan menyosialisasikan adanya RUU PIP, sebagai pedoman dasar hukum pengamalan dan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila disegala aspek," katanya.

Untuk itu, kata Agoes, jika saat ini masih saja ada aksi penolakan terhadap RUU HIP hal itu sudah tidak tepat. Sebab ada upaya mengalihkan perhatian publik dan seluruh komponen bangsa yang saat ini justru fokus mendorong agar RUU PIP segera dibahas.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

Agoes menegaskan, RUU PIP menjadi kebutuhan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Dengan RUU PIP, masyarakat akan terbudaya dan tersistematis dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter dan pertahanan kokoh dalam menjaga NKRI.Agoes menyerukan, agar semua kader GM FKPPI menarik diri dari keterlibatannya di aksi-aksi yang justru kontraproduktif dengan kondisi masyarakat yang kini serba sulit di tengah masa pandemi virus corona atau Covid-19.

"Urusan Pancasila sudah final. Pancasila bukan untuk dikaji lagi, Pancasila kini tinggal diamalkan, dijalankan, dan sekaranglah momentumnya. Mari bersatu, bersama, tinggalkan perbedaan, bersatu padu melawan virus corona. Dengan apa ?, patuh pada protokol kesehatan, bantu distribusi masker, bantu ekonomi lemah, bantu menjaga kampung agar tetap tangguh," tuturnya.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Menurut Agoes, GM FKPPI dimanapun berada, termasuk di Jatim kini sedang getol mendukung pemerintah melakukan penegakan kepatuhan protokol kesehatan. 

"Melawan Covid-19 menjadi momentum kita bersatu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila melalui gotong royong. Aksi kita nyata, lugas di garis depan, solid dan militan menghadapi corona," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.