Selasa, 21 Jul 2026 16:39 WIB

LBH Protes Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Dilakukan di Mapolda Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Okt 2022 10:04 WIB
Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim
Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim

selalu.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang mengkritisi rekonstruksi tragedi Kanjuruhan yang dilakukan polisi bersama Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di Mapolda Jatim.

Koordinator LBH pos Malang, Daniel Siagan mengatakan, seharusnya rekonstruksi tersebut dilakukan di Stadion Kanjuruhan. Bukan secara tertutup di Mapolda Jatim.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

"Rekonstruksi kejadian seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel dan dilakukan secara terbuka di Stadion Kanjuruhan, bukan secara tertutup di Polda Jatim karena akan menimbulkan keraguan terkait transparansi hasil rekonstruksi"kata Daniel, melalui keterangan rilisnya, Rabu (19/10/2022).

LBH menilai bahwa keterlibatan Publik harus menjadi prioritas utama dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan. Apalagi, rekonstruksi itu minim keterlibatan korban.

"Seharusnya keterlibatan publik dalam pemantauan rekonstruksi ini harus dilakukan terkhusus pihak saksi korban, hal itu sangat penting untuk menjamin Keadilan bagi korban serta agar fakta yang direkonstruksi secara terang-benderang dan tidak dikaburkan,"ungkapnya.

Sebab itu, Daniel menegaskan, untuk Komnas HAM, TGIPF dan Polri harus menyelidiki dan mendalami dugaan keterlibatan aktor lain.

Selain aktor lapangan, lanjutnya, aktor yang dijadikan tersangka dalam tragedi kanjuruhan dalam kerangka pertanggungjawaban komando.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

"Maka proses penuntasan tragedi ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memperjelas dugaan Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan,"tutupnya.

Sebelumnya, Penyidik gabungan Polri bersama TGIPF melakukan rekontruksi untuk tiga tersangka yakni anggota polisi di Mapolda Jatim, Rabu (19/10/2022).

Kabid Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan penyidik dari rekomendasi dari TGIPF dan kali ini masih fokus dari tiga tersangka dari anggota polisi.

Baca Juga: Komitmen Polda dan Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Semangat Jogo Jatim

Tiga tersangka tersebut yakni, Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi

"Rekontruksi fokus tiga tersangka yakni atas nama WS, BS, H. terkait pasal persangkaan 359 dan atau 360 KHUP,"kata Dedi, di Mapolda Jatim.

Kemudian, penyidik juga menghadirkan 54 orang saksi sekaligus peran pengganti. Dalam rekonstruksi tersebut juga dilakukan sebanyak 30 adegan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.