Selasa, 08 Sep 2026 11:10 WIB

Waspada! Puluhan Anak di Jatim Terkena Penyakit Ginjal Akut, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 08:37 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Sebanyak 24 anak di Jawa Timur (Jatim) mengalami penyakit gangguan ginjal akut misterius. Bahkan, Jatim menjadi urutan ketiga di Indonesia termasuk wilayah terbanyak yang terkena penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Berdasar catatan IDAI, sebanyak 192 anak di Indonesia dirawat akibat penyakit gagal ginjal akut ini.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso menjabarkan, dari 20 Provinsi yang terbanyak kasus anak yang mengalami gagal ginjal akut misterius itu yakni, DKI Jakarta 50 kasus, Jawa Barat dan Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, dan Aceh 18 kasus.

"Itu yang banyak yang (Provinsi) lainnya hanya satu, dua (kasus),"kata Piprim, saat Konferensi Pers melalui Zoom, Selasa (18/10/2022).

Piprim menjelaskan, data yang disampaikan tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Oktober 2022 ini.

Namun, lanjutnya, memang dalam dua bulan terakhir Agustus dan Oktober mengalami kenaikan kasus.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

IDAI saat ini pun belum bisa menyebutkan penyebab utama kenaikan kasus tersebut. Bahkan, kasus penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Namun, Piprim menilai dari beberapa kasus yang ditemukan timbul kecurigaan kandungan obat yang di konsumsi pada anak-anak.

"Tapi mengenai hal itu masih kecurigaan belum bisa dipastikan, harus ada penelitian lebih lanjut terkait hal itu," katanya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Lebih lanjut Piprim menjelaskan, IDAI merekomendasikan untuk tidak mengkonsumsi paracetamol sirup sementara. Pasalnya, berapa kasus ditemukan pada anak yang meninggal setelah mememinum obat tersebut.

Rekomendasi tersebut guna sebagai bentuk kewaspadaan dini dari penyakit ini. Namun, pihaknya menyebut bahwa hal itu bukan larangan atau perintah untuk menghentikan peredaran obat.

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.