Selasa, 03 Feb 2026 19:00 WIB

Waspada! Puluhan Anak di Jatim Terkena Penyakit Ginjal Akut, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 08:37 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Sebanyak 24 anak di Jawa Timur (Jatim) mengalami penyakit gangguan ginjal akut misterius. Bahkan, Jatim menjadi urutan ketiga di Indonesia termasuk wilayah terbanyak yang terkena penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Berdasar catatan IDAI, sebanyak 192 anak di Indonesia dirawat akibat penyakit gagal ginjal akut ini.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso menjabarkan, dari 20 Provinsi yang terbanyak kasus anak yang mengalami gagal ginjal akut misterius itu yakni, DKI Jakarta 50 kasus, Jawa Barat dan Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, dan Aceh 18 kasus.

"Itu yang banyak yang (Provinsi) lainnya hanya satu, dua (kasus),"kata Piprim, saat Konferensi Pers melalui Zoom, Selasa (18/10/2022).

Piprim menjelaskan, data yang disampaikan tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Oktober 2022 ini.

Namun, lanjutnya, memang dalam dua bulan terakhir Agustus dan Oktober mengalami kenaikan kasus.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

IDAI saat ini pun belum bisa menyebutkan penyebab utama kenaikan kasus tersebut. Bahkan, kasus penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Namun, Piprim menilai dari beberapa kasus yang ditemukan timbul kecurigaan kandungan obat yang di konsumsi pada anak-anak.

"Tapi mengenai hal itu masih kecurigaan belum bisa dipastikan, harus ada penelitian lebih lanjut terkait hal itu," katanya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut Piprim menjelaskan, IDAI merekomendasikan untuk tidak mengkonsumsi paracetamol sirup sementara. Pasalnya, berapa kasus ditemukan pada anak yang meninggal setelah mememinum obat tersebut.

Rekomendasi tersebut guna sebagai bentuk kewaspadaan dini dari penyakit ini. Namun, pihaknya menyebut bahwa hal itu bukan larangan atau perintah untuk menghentikan peredaran obat.

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.