Jumat, 23 Okt 2026 21:46 WIB

Waspada! Puluhan Anak di Jatim Terkena Penyakit Ginjal Akut, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 08:37 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Sebanyak 24 anak di Jawa Timur (Jatim) mengalami penyakit gangguan ginjal akut misterius. Bahkan, Jatim menjadi urutan ketiga di Indonesia termasuk wilayah terbanyak yang terkena penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Berdasar catatan IDAI, sebanyak 192 anak di Indonesia dirawat akibat penyakit gagal ginjal akut ini.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso menjabarkan, dari 20 Provinsi yang terbanyak kasus anak yang mengalami gagal ginjal akut misterius itu yakni, DKI Jakarta 50 kasus, Jawa Barat dan Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, dan Aceh 18 kasus.

"Itu yang banyak yang (Provinsi) lainnya hanya satu, dua (kasus),"kata Piprim, saat Konferensi Pers melalui Zoom, Selasa (18/10/2022).

Piprim menjelaskan, data yang disampaikan tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga Oktober 2022 ini.

Namun, lanjutnya, memang dalam dua bulan terakhir Agustus dan Oktober mengalami kenaikan kasus.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

IDAI saat ini pun belum bisa menyebutkan penyebab utama kenaikan kasus tersebut. Bahkan, kasus penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Namun, Piprim menilai dari beberapa kasus yang ditemukan timbul kecurigaan kandungan obat yang di konsumsi pada anak-anak.

"Tapi mengenai hal itu masih kecurigaan belum bisa dipastikan, harus ada penelitian lebih lanjut terkait hal itu," katanya.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Lebih lanjut Piprim menjelaskan, IDAI merekomendasikan untuk tidak mengkonsumsi paracetamol sirup sementara. Pasalnya, berapa kasus ditemukan pada anak yang meninggal setelah mememinum obat tersebut.

Rekomendasi tersebut guna sebagai bentuk kewaspadaan dini dari penyakit ini. Namun, pihaknya menyebut bahwa hal itu bukan larangan atau perintah untuk menghentikan peredaran obat.

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).