Selasa, 21 Jul 2026 21:09 WIB

Diisi Kuliah Umum Konsul Jenderal Jepang, Unusa Kukuhkan 1.810 Mahasiswa Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Sep 2022 10:58 WIB
Pengukuhan mahasiswa Unusa tahun pelajaran 2022-2023 di Surabaya
Pengukuhan mahasiswa Unusa tahun pelajaran 2022-2023 di Surabaya

selalu.id - Sebanyak 1.810 mahasiswa baru dari 20 Program Studi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tahun pelajaran 2022-2023 dikukuhkan pada Senin (12/9/2022).

Acara pengukuhan digelar dalam sidang senat terbuka dan diisi kuliah perdana oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Konsul Jenderal Jepang yang fasih berbahasa Indonesia ini menyampaikan makalah berjudul
"Recovery Ekonomi Bidang Pendidikan dan Kesehatan Pasca Pandemi Covid".

Dalam sambutan pengukuhannya, Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie mengatakan, karena pandemi, selama dua tahun pengukuhan dan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) dilakukan secara online, tahun ini dilakukan secara hybrid.

"Ada yang online dan ada yang offline. Tetapi sebagian besar perkuliahan untuk tahun ajaran baru ini dilakukan secara offline. Untuk ini, Unusa telah mempersiapkan segala sesuatunya secara baik," katanya.

Meski begitu, kata Rektor menambahkan, karena sejak tahun 2017 Unusa telah membekali para mahasiswanya dengan perangkat tablet pembelajaran yang diberi nama e-sorogan, maka kegiatan perkuliahan selama dua tahun lalu, selama pandemi, tidak menemui kendala ang berarti, termasuk praktikum mahasiswa yang kini dikembangkan dengan virtual reality.

"Kami bersyukur dengan pengalaman mengembangkan pratikum berbasis virtual reality kini Unusa bersama-sama Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Pemerintah Amerika Serikat, dipercaya untuk mengembangkan pembelajaran STEAM (Science, Teknologi, Engineering, Art dan Matematic) dengan teknologi virtual reality untuk SMA se-Indonesia," katanya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Rektor perlu mengungkapkan perkembangan terkini tersebut di depan mahasiswa baru, tidak lain untuk memotivasi mahasiswa baru, bahwa Unusa bukanlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang biasa-biasa saja, tapi PTS yang luar biasa.

"Dalam bidang akademik pada tahun ke-9 ini Unusa telah mencatatakan diri di peringkat pertama dalam capaian publikasi jurnal-jurnal terindeks Scopus di antara perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia," bangganya.

Karena itu Rektor berpesan untuk bisa membawa nama baik Unusa lebih bagus lagi.

"Caranya? Belajar dan ikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pimpinan perguruan tinggi, dekan atau pimpinan program studi. Tapi jangan lupa pula untuk aktif membangun jejaring dan mengikuti berbagai unit kegiatan kemahasiswaaan yang ada. Sebagai upaya untuk menyiapkan generasi rahmatan lil alamin, Unusa tidak hanya menuntut nilai akademik yang bagus tetapi juga berkegiatan yang positif. Karena itu kami memperkenalkan satuan kredit prestasi (SKP)," imbuhnya

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Secara terpisah Wakil Rektor Satu Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Kacung Marijan., Ph.D mengatakan, jumlah 1.810 mahasiswa baru yang dikukuhkan tersebar pada di lima fakultas meliputi mahasiswa regular, berbeasiswa, RPL, dan program profesi.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas melalui upaya mencapai akreditasi unggul untuk program studi- program studi yang ada, juga institusinya, dalam waktu tidak lama lagi. Karena menurut kami saat ini waktunya untuk bersaing memberikan yang terbaik kepada mahasiswa, apalagi sudah ada perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia. Tanpa kualitas yang baik, maka kita akan ditinggalkan," tutupnya.

Sebagai catatan, dari 1.810 mahasiswa sebelas mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa non muslim. Mereka tersebari di Program Studi Analis Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Sistem Informasi, Profesi Ners, Kebidanan dan Program Studi Keperawatan. Terkait asal Mahasiswa, daerah terjauh di Timur berasal dari Papua dan di Barat dari Riau. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.