Selasa, 20 Okt 2026 01:38 WIB

Wisata Kya-Kya Surabaya Dibuka Malam Nanti, Bakal Ada Pertunjukan Seru Lho!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Sep 2022 09:18 WIB
Suasana di salah satu sudut wisata Kya-Kya Surabaya
Suasana di salah satu sudut wisata Kya-Kya Surabaya

selalu.id - Wisata Kya-Kya di Surabaya bakal dihidupkan kembali. Setelah 'tidur' beberapa waktu. Wisata kuliner dengan nuansa Pecinan itu akan diresmikan hari ini, Sabtu (10/9/2022).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan matang dan telah trial atau uji coba sebelum opening.

Baca Juga: Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Wiwiek pun mengungkapkan, nantinya wisata kya-kya ini diramaikan berbagai hiburan yakni pertunjukan khas China.

"Nanti ada barongsai, leang leong, fashion, ada musik kecapi cina. Besok dimulai jam 18 sampai 12 dan dibuka setiap Jumat Sabtu Minggu," kata Wiwiek, saat ditemui selalu.id usia trial wisata kya-kya, Jumat (9/9/2022) malam.

Pada evaluasi uji percobaan wisata tersebut, Wiwiek menjelaskan hanya sebagian kecil saja yang harus diperbaiki. Misal, kursi tambahan, pengaturan atau pembagian stand, dan pembagian rombong.

"Kita juga perhatikan, mana yang kurang misal lampu-lampunya kita tambahkan,"

Menurutnya, persiapan untuk wisata kya-kya ini tak hanya dikerjakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Namun, juga berbagai elemen masyarakat yang ikut membantu.

Baca Juga: 7 Wisata Bandung Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga, Murah dan Syahdu Banget

"Bukan hanya pemerintah saja. Ada pengusaha restoran, cafe, masyarakat kelompok swada wisata di kawasan kapasan dan bongkaran. Jadi ini bareng-bareng (dikerjakan),"ungkapnya.

Wisata kya-kya ini, lanjutnya, menyuguhkan suasana yang sangat kulturisasi yang kental dengan masyarakat peranakan, ditambah dengan sajian kulinernya.

"Ini sangat eksotis, campuran budaya kulturisasi sangat kuat sekali, ada ornamen-ornamen kultur asia masyarakat peranakan dan kuliner,"terangnya.

Baca Juga: Manjakan Mata, Ini 7 Rekomendasi Destinasi Wisata Paling Populer di Jawa Timur

Ditempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Tjahjono Haryono menambahkan, terkait kuliner yakni makanan peranakan yang pastinya ada di wisata kya-kya.

Tjahjono menyebut, warga Surabaya bisa menemukan makanan peranakan yang komplit hanya ada di wisata kya-kya. Misal, ada mie goreng, cap cay, pangsi goreng, siomay dan juga soto yang juga termasuk masakan peranakan.

"Ini kombinasi dimana makanan-makanan ini disajikan sesuatu yang mungkin pada saat warga Surabaya kesini (di wisata kya-kya) mereka menjumpai masakan peranakan yang lebih komplit di suatu tempat,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).