Kamis, 04 Jun 2026 05:51 WIB

Demo Buruh Tolak Kenaikan BBM di Surabaya Diwarnai Bentrok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 16:24 WIB
bentrok massa buruh dengan polisi
bentrok massa buruh dengan polisi

selalu.id - Aksi demo ribuan buruh Jawa Timur di Surabaya yang menolak kenaikan harga BBM diwarnai bentrok, Selasa (6/9/2022). Bentrok tersebut terjadi di Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Wakil Sekertaris FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, ribuan buruh sempat bersinggungan dengan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi. Salah satunya di depan Mall Cito, Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Hasil May Day di Jatim, Berikut 7 Tuntutan Buruh yang di ACC Gubernur Khofifah

"Tadi disuruh geser atau segera berangkat. Kita gak mau, karena masih menunggu massa yang datang dari luar kota," kata Nuruddin.

Nuruddin menyampaikan, tak lama bergerak, massa demonstrasi kembali bersitegang dengan aparat kepolisian di lokasi. Diduga, suasana itu memanas setelah petugas mengintruksikan untuk meminggirkan sepeda motor.

Beruntung suasana panas segera berakhir setelah massa yang berasal dari berbagai daerah itu melanjutkan longmarch ke arah Kantor Gubernur Jatim yang ada di Jalan Pahlawan.

"Massa sudah menuju Kantor Gubernur," jelasnya.

Baca Juga: Momen Wawali Surabaya Armuji Turun dalam May Day, Janjikan Perlindungan Buruh dan Ojol

Ribuan massa aksi tersebut berasal dari, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Kabupaten Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, serta Banyuwangi tersebut mulai berkumpul di Bundaran Waru, sejak pukul 11.00 WIB.


"Massa aksi mulai berangkat dari daerah masing-masing kemudian bertemu di titik kumpul utama di Mall Cito atau Bundaran Waru sekitar pukul 11.00 WIB," jelasnya.

Ribuan buruh jatim menggelar aksi demonstrasi lantaran menolak keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM. Sebab, hal itu sangat berdampak kepada mereka.

Baca Juga: Demo Buruh di Sidoarjo Kondusif, Begini Janji Bupati Subandi

"Ada sekitar 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang tentunya sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar dia.

Nuruddin mengungkapkan, kenaikan harga BBM dapat memicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini dikarenakan pabrik tempat mereka bekerja harus mengeluarkan uang lebih untuk bahan bakar.

"Harga energi BBM yang naik akan membebani biaya produksi perusahaan, tentu perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK buruh," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.