Jumat, 04 Sep 2026 19:57 WIB

Demo Buruh Tolak Kenaikan BBM di Surabaya Diwarnai Bentrok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 16:24 WIB
bentrok massa buruh dengan polisi
bentrok massa buruh dengan polisi

selalu.id - Aksi demo ribuan buruh Jawa Timur di Surabaya yang menolak kenaikan harga BBM diwarnai bentrok, Selasa (6/9/2022). Bentrok tersebut terjadi di Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Wakil Sekertaris FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, ribuan buruh sempat bersinggungan dengan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi. Salah satunya di depan Mall Cito, Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina per 17 Agustus 2026: Dari Pertamax, Pertalite hingga Solar

"Tadi disuruh geser atau segera berangkat. Kita gak mau, karena masih menunggu massa yang datang dari luar kota," kata Nuruddin.

Nuruddin menyampaikan, tak lama bergerak, massa demonstrasi kembali bersitegang dengan aparat kepolisian di lokasi. Diduga, suasana itu memanas setelah petugas mengintruksikan untuk meminggirkan sepeda motor.

Beruntung suasana panas segera berakhir setelah massa yang berasal dari berbagai daerah itu melanjutkan longmarch ke arah Kantor Gubernur Jatim yang ada di Jalan Pahlawan.

"Massa sudah menuju Kantor Gubernur," jelasnya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

Ribuan massa aksi tersebut berasal dari, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Kabupaten Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, serta Banyuwangi tersebut mulai berkumpul di Bundaran Waru, sejak pukul 11.00 WIB.


"Massa aksi mulai berangkat dari daerah masing-masing kemudian bertemu di titik kumpul utama di Mall Cito atau Bundaran Waru sekitar pukul 11.00 WIB," jelasnya.

Ribuan buruh jatim menggelar aksi demonstrasi lantaran menolak keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM. Sebab, hal itu sangat berdampak kepada mereka.

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

"Ada sekitar 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang tentunya sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar dia.

Nuruddin mengungkapkan, kenaikan harga BBM dapat memicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini dikarenakan pabrik tempat mereka bekerja harus mengeluarkan uang lebih untuk bahan bakar.

"Harga energi BBM yang naik akan membebani biaya produksi perusahaan, tentu perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK buruh," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.