Selasa, 20 Okt 2026 02:47 WIB

Demo Buruh Tolak Kenaikan BBM di Surabaya Diwarnai Bentrok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 16:24 WIB
bentrok massa buruh dengan polisi
bentrok massa buruh dengan polisi

selalu.id - Aksi demo ribuan buruh Jawa Timur di Surabaya yang menolak kenaikan harga BBM diwarnai bentrok, Selasa (6/9/2022). Bentrok tersebut terjadi di Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Wakil Sekertaris FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, ribuan buruh sempat bersinggungan dengan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi. Salah satunya di depan Mall Cito, Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

"Tadi disuruh geser atau segera berangkat. Kita gak mau, karena masih menunggu massa yang datang dari luar kota," kata Nuruddin.

Nuruddin menyampaikan, tak lama bergerak, massa demonstrasi kembali bersitegang dengan aparat kepolisian di lokasi. Diduga, suasana itu memanas setelah petugas mengintruksikan untuk meminggirkan sepeda motor.

Beruntung suasana panas segera berakhir setelah massa yang berasal dari berbagai daerah itu melanjutkan longmarch ke arah Kantor Gubernur Jatim yang ada di Jalan Pahlawan.

"Massa sudah menuju Kantor Gubernur," jelasnya.

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Ribuan massa aksi tersebut berasal dari, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Kabupaten Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, serta Banyuwangi tersebut mulai berkumpul di Bundaran Waru, sejak pukul 11.00 WIB.


"Massa aksi mulai berangkat dari daerah masing-masing kemudian bertemu di titik kumpul utama di Mall Cito atau Bundaran Waru sekitar pukul 11.00 WIB," jelasnya.

Ribuan buruh jatim menggelar aksi demonstrasi lantaran menolak keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM. Sebab, hal itu sangat berdampak kepada mereka.

Baca Juga: Stok BBM Jelang Akhir Tahun 2026 Bikin Cemas

"Ada sekitar 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang tentunya sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar dia.

Nuruddin mengungkapkan, kenaikan harga BBM dapat memicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini dikarenakan pabrik tempat mereka bekerja harus mengeluarkan uang lebih untuk bahan bakar.

"Harga energi BBM yang naik akan membebani biaya produksi perusahaan, tentu perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK buruh," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.