Selasa, 03 Feb 2026 14:14 WIB

Demo Buruh Tolak Kenaikan BBM di Surabaya Diwarnai Bentrok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 16:24 WIB
bentrok massa buruh dengan polisi
bentrok massa buruh dengan polisi

selalu.id - Aksi demo ribuan buruh Jawa Timur di Surabaya yang menolak kenaikan harga BBM diwarnai bentrok, Selasa (6/9/2022). Bentrok tersebut terjadi di Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Wakil Sekertaris FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, ribuan buruh sempat bersinggungan dengan pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi. Salah satunya di depan Mall Cito, Frontage Road Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Meski Ada Aksi Buruh Bongkar Muat, Operasional Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Normal

"Tadi disuruh geser atau segera berangkat. Kita gak mau, karena masih menunggu massa yang datang dari luar kota," kata Nuruddin.

Nuruddin menyampaikan, tak lama bergerak, massa demonstrasi kembali bersitegang dengan aparat kepolisian di lokasi. Diduga, suasana itu memanas setelah petugas mengintruksikan untuk meminggirkan sepeda motor.

Beruntung suasana panas segera berakhir setelah massa yang berasal dari berbagai daerah itu melanjutkan longmarch ke arah Kantor Gubernur Jatim yang ada di Jalan Pahlawan.

"Massa sudah menuju Kantor Gubernur," jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan massa aksi tersebut berasal dari, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Kabupaten Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, serta Banyuwangi tersebut mulai berkumpul di Bundaran Waru, sejak pukul 11.00 WIB.


"Massa aksi mulai berangkat dari daerah masing-masing kemudian bertemu di titik kumpul utama di Mall Cito atau Bundaran Waru sekitar pukul 11.00 WIB," jelasnya.

Ribuan buruh jatim menggelar aksi demonstrasi lantaran menolak keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM. Sebab, hal itu sangat berdampak kepada mereka.

Baca Juga: Relawan Prabowo Sebut Langkah Wawali Armuji Soal Sidak BBM Bukan Kerja Nyata

"Ada sekitar 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang tentunya sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar dia.

Nuruddin mengungkapkan, kenaikan harga BBM dapat memicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini dikarenakan pabrik tempat mereka bekerja harus mengeluarkan uang lebih untuk bahan bakar.

"Harga energi BBM yang naik akan membebani biaya produksi perusahaan, tentu perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK buruh," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.