Jumat, 04 Sep 2026 19:17 WIB

Peduli Anak-anak, Mensos Risma Kunjungi Bocah Korban Pencabulan di Sidoarjo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Sep 2022 16:08 WIB
Mensos Risma saat di Polres Sidoarjo
Mensos Risma saat di Polres Sidoarjo

selalu.id - Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengunjungi korban pencabulan di bawah umur di Sidoarjo, Minggu (4/9/2022). Pencabulan ini dilakukan oleh kedua orang tuanya sendiri.

Mensos Risma mengatakan, hasil pertemuannya dengan korban dan tersangka ibunya sendiri didapatkan keterangan yang berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Risma menyebutkan, korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6 tersebut trauma dan tidak mau bertemu dengan orangtuanya. Saat ini korban dirawat di rumah aman Sidoarjo.

"Saya khawatir dengan kelulusan korban karena sudah kelas 6 SD. Kalau memang terpaksa pindah, Saya akan mengurus proses administrasi untuk selesai sekolahnya, jika keputusannya pindah sekolah,"kata Risma, usai bertemu dengan korban di Polresta Sidoarjo, Minggu (4/9/2022).

Lebih lanjut Risma menyampaikan, Kemensos akan memberikan trauma healing kepada korban. Sebab, korban mempunyai trauma akibat perlakuan orangtuanya.

"Saya Menteri Sosial, emempunyai Direktur Anak Rehabilitas Sosial yang akan mendampingi korban yang punya background psikis trauma," jelasnya.

"Kami tadi fasilitasi kebutuhan mereka juga, kita beri mainan. Kakaknya (korban) lebih ceria bisa ketemu adiknya dan adiknya bisa bermain,"lanjutnya.

Baca Juga: Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Terkait tindak pidana kekerasan seksual anak, Risma menegaskan, mempunyai Undang-undang yang sangat berat. Apalagi ditambah sepertiga ancaman hukuman, bila dilakukan oleh keluarga dan kerabatnya sendiri.

"Saya ingatkan lagi, kita sudah sepakat. Saya minta ke pak Presiden jangan kasih remisi kasus seperti ini. Ada undang undang baru, itu dilakukan oleh kelompok dan ditambah 1/3 (sepertiga) ini tambah berat,"terangnya.

Kepolresta Sidoarjo, Kombes pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan bahwa kasus pencabulan anak ini baru dilaporkan, Sabtu (3/9/2022) malam.

Polisi Sidoarjo sudah mengamankan dua pelaku yakni Ibu kandungnya sendiri dan Suami atau Ayah Tiri Korban.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

"Pelaku bukan hanya ibu kandung, tapi bapak Tiri korban juga. Saat ini sedang kami selidiki bagaimana motifnya. Karena ibu kandung meminta anak untuk melakukan perbuatan seperti itu,"jelasnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan motif tersangka. Karena keterangan pemeriksaan ada perbedaan.

"Ibu Menteri jadi intervensi langsung beliau sampai berkenan datang melihat langsung untuk melakukan wawancara juga, tentunya melakukan trauma healing kepada korban,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.