Selasa, 21 Jul 2026 11:05 WIB

Peduli Anak-anak, Mensos Risma Kunjungi Bocah Korban Pencabulan di Sidoarjo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Sep 2022 16:08 WIB
Mensos Risma saat di Polres Sidoarjo
Mensos Risma saat di Polres Sidoarjo

selalu.id - Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengunjungi korban pencabulan di bawah umur di Sidoarjo, Minggu (4/9/2022). Pencabulan ini dilakukan oleh kedua orang tuanya sendiri.

Mensos Risma mengatakan, hasil pertemuannya dengan korban dan tersangka ibunya sendiri didapatkan keterangan yang berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

Risma menyebutkan, korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6 tersebut trauma dan tidak mau bertemu dengan orangtuanya. Saat ini korban dirawat di rumah aman Sidoarjo.

"Saya khawatir dengan kelulusan korban karena sudah kelas 6 SD. Kalau memang terpaksa pindah, Saya akan mengurus proses administrasi untuk selesai sekolahnya, jika keputusannya pindah sekolah,"kata Risma, usai bertemu dengan korban di Polresta Sidoarjo, Minggu (4/9/2022).

Lebih lanjut Risma menyampaikan, Kemensos akan memberikan trauma healing kepada korban. Sebab, korban mempunyai trauma akibat perlakuan orangtuanya.

"Saya Menteri Sosial, emempunyai Direktur Anak Rehabilitas Sosial yang akan mendampingi korban yang punya background psikis trauma," jelasnya.

"Kami tadi fasilitasi kebutuhan mereka juga, kita beri mainan. Kakaknya (korban) lebih ceria bisa ketemu adiknya dan adiknya bisa bermain,"lanjutnya.

Baca Juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Terkait tindak pidana kekerasan seksual anak, Risma menegaskan, mempunyai Undang-undang yang sangat berat. Apalagi ditambah sepertiga ancaman hukuman, bila dilakukan oleh keluarga dan kerabatnya sendiri.

"Saya ingatkan lagi, kita sudah sepakat. Saya minta ke pak Presiden jangan kasih remisi kasus seperti ini. Ada undang undang baru, itu dilakukan oleh kelompok dan ditambah 1/3 (sepertiga) ini tambah berat,"terangnya.

Kepolresta Sidoarjo, Kombes pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan bahwa kasus pencabulan anak ini baru dilaporkan, Sabtu (3/9/2022) malam.

Polisi Sidoarjo sudah mengamankan dua pelaku yakni Ibu kandungnya sendiri dan Suami atau Ayah Tiri Korban.

Baca Juga: 520 Peserta Ikut MTQ Sidoarjo 2026, Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi

"Pelaku bukan hanya ibu kandung, tapi bapak Tiri korban juga. Saat ini sedang kami selidiki bagaimana motifnya. Karena ibu kandung meminta anak untuk melakukan perbuatan seperti itu,"jelasnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan motif tersangka. Karena keterangan pemeriksaan ada perbedaan.

"Ibu Menteri jadi intervensi langsung beliau sampai berkenan datang melihat langsung untuk melakukan wawancara juga, tentunya melakukan trauma healing kepada korban,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.