Senin, 05 Okt 2026 19:44 WIB

Survei Pilgub Jatim 2024, Khofifah Diingatkan Waspadai Elektabilitas Risma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 19:15 WIB
Konfrensi pers Surabaya Survey Center
Konfrensi pers Surabaya Survey Center

selalu.id - Nama Menteri Sosial Tri Rismaharini masuk radar Pilgub Jatim 2022 dan langsung berada di nomor urut 2 setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ini berdasar hasil survei Surabaya Survey Center (SSC).

Disebutkan Khofifah Indar Parawansa memuncaki Cagub Jatim dengan 30 persen, disusul mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan 12,2 persen kemudian, Emil Dardak 9,8 persen, Saifullah Yusuf 5,7 persen, Eri Cahyadi 4,5 persen, Anwar Sadad dan Kusnadi keduanya 2,5 persen, Puti Guntur dengan 2 persen.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

"Secara elektabilitas ini bisa menjadi modal bagus bagi Khofifah, namun juga harus waspada dengan Risma dan wakilnya saat ini, Emil," kata Direktur SSC, Mochtar W. Oetomo saat konfrensi pers di Hotel Narita, Surabaya Senin (29/8/2022).

Pengamat Politik atau Peneliti Senior SCC, Surokim Abdussalam mengungkapkan bahwa Risma sangat wajar kalah angka elektabilitas di Cagub Jatim dengan Khofifah. Sebab, Risma yang awal dari Wali Kota Surabaya langsung panggung politik ke nasional.

"Jadi kalau khofifah ingin realistis, peluangnya beliau running periode 2 Cagub,"kata Surokim.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Surokim menjelaskan, apabila Risma maju di Cagub 2024, memang satu-satunya cara ia harus mendapatkan panggung nasional. Apalagi, Risma sudah menjadi Menteri Sosial Indonesia.

"Risma salah satu tokoh nasional dan juga punya peluang. Jadi diantara nama-nama itu yang kompetitif melawan khofifah pilgub mendatang, saya kira mereka punya panggung nasional. Ada risma, gus ipul yang dua-dua punya panggung nasional,"terangnya.

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 01-10 Agustus 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.

Atasi Ketimpangan Layanan, DPRD Jatim Siapkan Regulasi Transportasi Publik Terintegrasi

Reperdi ini diharapkan pengembangan transportasi publik di Jawa Timur dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Bukan Lagi Sistem Desil, Penerima Bansos di Surabaya Kini Ditentukan Lewat Rembuk Warga

Dengan mekanisme tersebut, kondisi ekonomi warga diharapkan dapat diverifikasi berdasarkan keadaan nyata di lingkungan masing-masing.

Modal Rp5 Ribu, Kakek di Surabaya Cabuli Remaja 12 Tahun

Usai beraksi, tersangka memberi uang Rp5.000 kepada korban. Perbuatan tersebut disinyalir berulang sepanjang rentang Mei hingga Juni 2026.

APBD 2027 Jember Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Kesehatan, Pendidikan dan Pemberdayaan

Gus Fawait menyebut ada kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif terkait prioritas pembangunan.

DPRD Surabaya Datangi PLN Usai Warga Lapor Kena Denda 1,2 Juta, Yona: Saya Bayar Semua

MCB yang digunakan warga merupakan perangkat lama dan disebut tidak sesuai standar PLN.